Tuesday, 3 August 2010

Blossoms Memory - Hafiy dan dukung

(credit to Lensa Hanim Awang)

Hafiy Addin Bin Hizamel, dalam usia 4 tahun 4 bulan Alhamdulillah seperti anak-anak seusia yang lain. Cheeky dan sangat spontaneous. Pada umur ini, banyak akal yang Hafiy tunjukkan. Mulut petah berbicara, walau patah-patah kata ada yang belum betul sebutannya.

Hari Minggu yang lalu, kita sekeluarga menghantar mak cik arita ke lapangan terbang. Selepas sebulan sampailah masa mak cik untuk pulang ketanah air dan pulang ke Singapura untuk meneruskan baki pengajiannya.

Selesai urusan ummi, tok mak dan kakak-kakak di bilik rehat, ummi pergi mendapatkan Hafiy dan abah yang setia menunggu berdekatan kedai dilapangan terbang itu. Berdukung lagi Hafiy Addin.

"Sayang, Hafiy suruh abang dukung dia, tahu tak dia kata apa?" Cerita abah.

"Abah, abah dukung lah Hafiy, pleaseeeee" Pinta Hafiy.

Dan abah terus dukung Hafiy. Sejurus itu juga, Hafiy berkata

"Abah dukung Hafiy, nanti bila abah dah tua Hafiy dukung abah pulak, ok," Mulut yang manis..... aameeen...

Bila Hafiy dengar abah bercerita dengan ummi, Hafiy pun terus cakap,

"Bila ummi dengan abah dah tua, Hafiy dukung ummi dan abah, ok"....

Aameeen Ya Rabb.... semoga kata-kata anak kecil ini menjadi doa.

Tika itu duhai anak.. teringat-ingat ummi pada cerita-cerita teladan yang ummi baca.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Nabi Sulaiman adalah anak kepada Nabi Daud A.S. Sejak kecil lagi Nabi Sulaiman sudah pandai memberi pendapat yang adil dalam satu-satu hal. Setelah wafatnya Nabi Daud, Nabi Sulaiman membesarkan kerajaan di bawah pimpinannya. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan bersama rombongannya yang terdiri daripada manusia dan jin. Tujuannya adalah untuk melihat kebesaran Allah S.W.T.

Perjalanan mereka pun tiba di tepi laut, tiba-tiba Nabi Sulaiman terpandang suatu benda yang menakjubkan di dalam laut. Dia memerintahkan pada jin Ifrit, “Wahai Ifrit, cuba kamu lihat ke dalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, oleh itu kamu bawakan ia kemari”. Jin Ifrit yang sememangnya gagah tak banyak bercakap kerana takut akan murka Nabi Sulaiman dan terus menyelam ke dasar laut, namun dia tidak berjumpa apa-apa.

Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lain menyelam untuk mendapatkan benda terbabit, namun malangnya jin tersebut pun gagal berbuat demikian. Akhirnya Nabi Sulaiman pun berkata kepada Ashif bin Barkhiya, yakni oraang yang mendapat ilmu terus dari Allah, “Sekarang aku perintahkan kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan”. Ashif bin Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang diperbuat dari kapur putih.

Dengan kekuatan yang luar biasa, Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari dasar laut dan mempersembahkan kepada Nabi Sulaiman. Apabila Nabi Sulaiman melihat kubah itu dan berkata, “Wah, alangkah indahnya benda ini, tapi mengapakah aku tidak dapat melihat isi kandungan dalam benda ini padahal Allah telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku dapat menembusi segala sesuatu”.

Nabi Sulaiman pun berdoa kepada Allah supaya dia dapat melihat isi di dalam kubah berkenaan dan Allah memperkenankan doanya. Sejurus selepas berdoa, maka terbukalah kubah tersebut dan Nabi Sulaiman melihat ada seorang pemuda yang sedang sujud dan bertasbih memuji Allah. Nabi Sulaiman lalu berkata, “Maha suci Allah lagi Maha Besar”. Mendengar seruan Nabi Sulaiman, maka pemuda itu pun bangun dari sujud lalu memberi salam.

Nabi Sulaiman menjawab salam dan memulakan pertanyaan, “Siapakah kamu wahai pemuda! Adakah kamu malaikat, jin atau pu manusia?” Jawab pemuda itu, “Aku hanyalah seorang manusia biasa”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Apakah yang membuat kamu memperolehi kemuliaan sedemikian rupa? Apakah amal yang pernah engkau kamu lakukan sehingga Allah menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?” Pemuda itu berkata, “Saya berbakti kepada kedua ayah dan ibuku”.

Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Bagaimanakah kamu berbakti kepada orang tuamu?” Jawab pemuda itu, “Saya memelihara mereka berdua sehingga mereka lanjut usia. Kedua ayah dan ibuku adalah orang yang soleh, mereka sangat takut dan taat kepada Allah. Sejak saya kecil hingga dewasa, mereka memelihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya agar saya menjadi seorang yang soleh. Bapa saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta matanya buta dan kakinya lumpuh”.

Sambung pemuda itu lagi, “Saya satu-satunya orang yang merawat dan menguruskan keperluannya. Saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. Segala urusan makan dan minum saya uruskan dan saylah yang menyuap makanan padanya. Ibu saya selalu mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan di dunia atau pun di langit. Setelah ibu saya wafat, saya berjalan-jalan di tepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. Saya mendekati kubat tersebut dan pintu kubah terbuka. Apabila saya masuk ke dalam, pintu kubah ini tertutup, maka tidaklah saya ketahui sama ada saya berada di bumi atau langit”.

Nabi Sulaiman bertanya, “Kamu hidup di zaman mana?” Pemuda itu menjawab, “Saya hidup di zaman Nabi Ibrahim A.S”. Nabi Sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut dan dalam kiraannya umur pemuda itu telah mencapai 14,000 tahun, tetapi tiada satu uban pun pada rambutnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya, “Apakah tuan merasakan nikmat Allah? Bagaimana Allah memberikan rezeki padamu dalam kubah ini?” Pemuda itu berkata, “Setelah saya berada di dalam kubah ini, maka tahulah saya bahawa Allah telah menciptakan syurga khusus buat saya”.

Nabi Sulaiman teringin sangat melihat syurga yang pemuda itu katakan. Kemudian pemuda itu pun berdoa kepada Allah lalu susana di dalam kubah yang gelap tiba-tiba bertukar menjadi terang-benderang. Terkejut Nabi Sulaiman sambil berkata, “Maha suci Allah seru sekian alam”. Satu pemandangan yang tak ada di dunia ini terpampang di hadapan Nabi Sulaiman dan rombongannya di mana terdapat pokok-pokok, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta suara-suara yang merdu di dalamnya.

Pemuda itu berkata, “Jika saya lapar, saya makan bermacam-macam buah-buahan yang pelbagai macam cita rasa, semua makanan yang saya ingin akan tersedia dan kalau saya haus, akan tersedia pula bermacam-macam jenis minuman yang paling lazat”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “bagaimana kamu dapat mengetahui siang atau malam?” Jawab pemuda itu, “Apabila terbit fajar maka kubah ini akan menjadi putih dan apabila matahi terbenam kubah ini akan menjadi gelap”. Kata pemuda itu lagi, “Cukuplah, sebab saat ini saya harus mengadap kembali pada Allah untuk solat dan zikir, bertasbih dan mengsucikan serta memuji kebesaranNya”.

Nabi Sulaiman dan rombongannya segera keluar dari kubah tersebut dan pemuda itu berdoa kepada Allah, lalu tertutuplah kembali kubah itu. Nabi Sulaiman termenung sejenak memikirkan peristiwa yang dilihatnya sebentar tadi dan mengarahkan Ashif bin Barkhiya untuk membawa kubah tersebut kembali ke dalam laut di tempat asalnya. Setelah itu Nabi Sulaiman berkata kepada rombongannya, “Untuk pertama kali aku menjumpai tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, aku bersyukur kepada Allah dan semoga bertambah iman dalam sanubariku. Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan aku bersaksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan apa pun di dunia ini melainkan dengan kehendak Allah S.W.T”.

Sumber: Himpunan kisah-kisah teladan

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai ibubapa, ummi dan abah akan terus-terusan berdoa untuk kebaikan kalian zuriat-zuriat kami, saham di negeri akhirat. Dan bila tiba masanya anak, berdoalah kalian untuk keturunan kita semuanya.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا

أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Maksudnya: Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepadaMU dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepadaMU.” (Al-Baqarah : 128)


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ

سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (Ali-Imran : 38)


رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ

أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim : 35)


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim : 40)


رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ

يَقُومُ الْحِسَابُ

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim : 41)


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ

أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan : 74)


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي

أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ

صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaf : 15)

(sumber salinan doa)



Monday, 2 August 2010

Blossoms Memory - Ummi, If I have children, I'll bring them here....

(Our two princesses - credit to Lensa Hanim Awang)

(Our Prince - credit to Lensa Hanim Awang)

"Ummi, If I have children, I will bring them here," Tiba-tiba kakak Humaira bersuara di tempat duduk kakak.

"Thank you ummi, thank you abah, because you bring us here," Sambung kakak meluahkan penghargaan. Selalu jugaklah kakak suka membuat ummi dan abah terkedu pada perilaku spontannya.



(Inilah tempat di Anglesey, North Wales, Near Holyhead, yang ummi dan abah bawa bercamping dan kakak sangat mengagumi - credit to Lensa Hanim Awang - like her if you like her work)

Lidah ummi terkedu sebentar. Tiada bicara pada sebuah penghargaan dari anak yang amat gembira bila dibawa berjaulah melihat kebesaran Allah.

"Why do you want to bring them here?" Tanya ummi.

"Because I like it so much here, it is so beautiful here and there are lots of seashells and we can play on the beach." Terang kakak.

"Me too, me too... ," Jawab Hasya dan Hafiy.

Syukur ya Allah, anak-anak dapat menghargai indahnya ciptaanMu dan sekaligus begitu mudah memberikan penghargaan. Syukur ya Allah, nikmat menjadi ibubapa. Sebuah sebutan lisan kecil tetapi besar pada pendengaran dan begitu hebat impak pada hati. Semoga anak-anak ummi dan abah akan terus membesar sebagai hamba2 Allah yang selalu mensyukuri nikmat Allah.

Peringatan buat ummi dan abah, juga buat anak-anak didalam janji Allah, (AlQuran Surah Ibrahim, 14:7)

"Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: "Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu, dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras".

Ummi dan abah sentiasa berdoa, agar kalimat terima kasih kepada Allah itu lekat kemas dibibir mulut dan bibir hati kita, saat memandang yang indah, saat gembira walau saat duka sekalipun, sesungguhnya setiap perkara itu ada rahmat dan rahsia dari Allah. Alhamdulillah....

Dan Alhamdulillah, keindahan ciptaan Allah ini dapat kita kongsi bersama orang-orang yang kita sayang. Bulan April dahulu, kita bawa Tah datang berjaulah ke Wales, dan kali ini kita bawa Tok Mak dan Mak cik Arita mengagumi keindahan ciptaan Allah di Wales ini. Tempat cantik-cantik banyak disini, Alhamdulillah, dalam syurga nanti lagi cantik-cantik wahai anak. Berusahalah kita untuk mendapatkan yang lebih cantik-cantik lagi disana.

Minggu ini menjanjikan kesibukan buat ummi dan abah, setelah saat bertenang hampir sebulan, membawa insan-insan kesayangan kita berjaulah dibumi Allah UK ini. Semoga mereka semua gembira. InsyaAllah....

Terima Kasih Allah.....

Thursday, 29 July 2010

Baraka Allahu Lakuma Fathiyyah and Umair

(Pic: credit to Lensa Hanim awang)

I never thought that virtual world can create wonders, at least to me. But now, I believe that somehow it did touched my heart.

As time passes, it creates a bond, the ukhwah fillah that I never thought would ever take place. But it did took place. I am glad and happy.

On your special day, I just hope to be there to celebrate new phase of your life with you, but Allah knows best.

I pray to Allah that this marriage will be a window to what heaven would be like. May Allah granted you all the happiness in this world and hereafter.

Congratulations! May you two always be companions, dearest friends, and sweetheart, sharing ever more a love that never ends. A marriage is a promise to help, to give and to take, to share one life together.

Here a song suits you and your groom on your special day.



We’re here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We’re gathered here to celebrate
A moment you’ll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fee khair.
Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fii khair.

From now you’ll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let’s raise our hands and make Dua
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fee khair.
Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fii khair.

بارك الله
بارك الله لكم ولنا

الله بارك لهما
الله أدم حبهما
الله صلّي وسلّم على رسول الله

الله تب علينا
الله ارض عنا
الله اهد خطانا
على سنة نبينا

Let’s raise our hands and make Du’a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let’s all say, say, say

بارك الله لكما وبارك عليكما
Barakallahu Lakuma wa Baraka alikuma

I am Happy for you two. :)

Thursday, 22 July 2010

Memory Berjuang - Escapism

(Ladybird Closeup- credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work)) - Subhanallah, can see the reflection of the surrounding on the ladybird shell.

Too many things, too little time....
Too many thoughts, too little done...

Been reading her thought, and now she has passed on...
Our time?
Only Allah knows.
O' Allah, please placed her among the righteous one and placed her in your Jannah.

Have been thinking about a little ukhti too....
A little ukhti have been tested by Allah,
She asked Allah for strength,
Allah gave her obstacles to overcome,
So that she will become strong,
She is a mujahidah she will do her best,
She asked Allah for a new heart,
Allah gave her more obstacles,
for her to have a stronger heart.
She asked Allah for all the things she wants,
Allah gave her all the things she needs actually....

(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Should she be like a freezing bird on top of the cliff,
Be a strong bird that will still stand on his feet even the strong wind blows,
and the strong wave falls on him.

Verily Allah is all the Greatest, for He is the One with all the Wisdom.

Allah, I seek your forgiveness, I am the one who always look the other way around when you always set your 'eyes' on me.

Friday, 16 July 2010

Memori Berjuang - Jalan ini

Salam sayang buat permata hati ummi dan abah tercinta,

Hari ini 16/7/2010. Matahari keluar menjengah diri di celah-celah awan yang tebal. Angin bertiup agak kencang dari biasa. Sejuk semilir angin di musim panas di Leeds. Typical UK weather. Dan kita terus mensyukurinya setiap masa. Cuaca sebeginilah yang bakal kita rindu bila kita pulang ketanahair tercinta.

(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lis sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))


(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Hari jumaat begini, ummi akan menghadiri mesyuarat untuk kumpulan kajian ummi. Alhamdulillah, ummi dapat keluar rumah seawal 8 pagi hari ini. Biasanya selepas menyiapkan anak-anak dan bekalan, ummi hanya dapat ke sekolah sekitar pukul 8.45 pagi, sampai di bilik mesyuarat dengan menghela peluh walau dimusim sejuk.

Hari ini kelihatan ramai sekali manusia berjalan disekitar sekolah, dengan begitu cantik dan kemas, berkot dan bertali leher, wanitanya mengenakan pakaian indah tetapi formal. Hari graduasi.

Melihat mereka, hati berkobar-kobar untuk bergraduasi lagi. Perasaan itu pernah dikecap dahulu. Indah, indah sekali bila segala usaha Allah berkati dengan kejayaan menyelesaikan pengajian. Sungguh tumpang rasa bahagia. Allah.......

Dan selepas itu...? Mereka akan mula bekerja, menjalani rutin yang biasa. Mengamalkan ilmu yang mereka pelajari. Berbakti kepada nusa dan bangsa. Alhamdulillah. Kehidupan akan semakin stabil. Ummi lalui semua itu, Alhamdulillah.

Tetapi anakku, bagi ummi disetiap persinggahan dalam kehidupan, waktu menjadi pelajar adalah waktu yang paling indah dalam hidup ummi. Di setiap tingkat pelajaran sekalipun. Ummi paling merasa lapang, paling merasa ingin memperbaiki diri. Sewaktu bekerja, ummi merasa seperti 'stagnant'. Ini adalah pendapat peribadi ummi sendiri. Sukar digambarkan, ummi akan sentiasa belajar, supaya status pelajar itu akan sentiasa ummi pegang. Formal atau informal. Semoga kalian akan menikmati indahnya menjadi pelajar yang hatinya sentiasa ingin belajar.

Antara belajar dan bekerja, Ummi akan pilih belajar. (Walaupun menjadi Household Chief Officer (HCO) adalah menjadi impian hebat ummi.)

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Mereka berjalan penuh elegen, memimpin tangan yang tersayang, memimpin tangan ayah dan ibu, meraih tangan anak. Dan ummi....... Ummi masih bahagia menjadi pelajar. *big smile*


(make time for the IMPORTANT things in life - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Thursday, 15 July 2010

Memori Berjuang - Iman ada pasang surut, sikap juga begitu

Seminggu dua ni, memang besar sungguh penyakit M yang bertandang di jiwa ummi. Duduk di ofis hati dirumah, duduk dirumah takut tok mak susah hati sebab anak nya tak belajar. :(

Allahuma innii a’uudzu bika minalhammi wal hazan wa a’uudzubika minal ’ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal.

“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemahuan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat penakut dan kedekut, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.”

Sesungguhnya menyerah diri kepada Allah untuk memberi jiwa yang rajin. Aameeen ya Allah
Insaf rasa diri, lebah-lebah pun rajin berusaha mencari rezeki Allah.....

(kredit to Lensa Hanim Awang)

(kredit to Lensa Hanim Awang)


(kredit to Lensa Hanim Awang)


Saturday, 10 July 2010

Blossoms Memory - Cherry picking with tok mak and mak cik

Assalamualaikum anak-anak kecintaan ummi dan abah,

Seminggu yang penuh rasa di cintai dan penuh rasa berkat yang dibawa bersama ibu. Rasa bahagia yang dibawa oleh seorang adik. Buat ummi dan abah. Buat anak-anak, kemanjaan yang dinantikan oleh seorang nenek dan ibu saudara.

Entah hilang atau tidak rasa rindu yang menggunung dihati tok mak dan mak cik. Yang pasti rona indah bahagia penuh kelihatan diwajah anakanda semua. Ummi dan abah juga bahagia. Gelak tawa dan senda gurau, usik mengusik yang mulanya kurang, semakin bertambah dan semakin biasa didepan tok mak dan mak cik. Jelaslah kelihatan warna sebenar cucu-cucu ini. :)

Sabtu dan ahad semasa mula sampai kita bawa tok mak dan mak cik ke London. Nanti ummi ceritakan kisah kita di London.Add Image

Sabtu ini, kita jalan disekitar Leeds sahaja. Buat julung kalinya kita pergi memetik buah cherry. Pick Your Own Cherry. Selalunya kebiasaan di Uk ini adalah memetik buah strawberry dan berries-berries yang lain. Memang sungguh sedap buah cherry segar yang di kutip. Alhamdulillah. Nikmat yang Allah kurniakan buat kita sekeluarga. Ingatlah anak, semua nikmat Allah itu adalah untuk di syukuri.........

Tatapilah sekitar gambar yang kita ambil buat kenangan......















Indahnya buat kenangan........

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails