Friday, 8 April 2011

I am 5 now, I need to solat - 7/4/11, Sanah Helwah ya Bunay, Hafiy Addin Hizamel


Assalamualaikum anakku sayang,

Teringat 5 tahun yang lalu, pertarungan nyawa, Allah ganjarkan dengan lahirnya putera yang kami tunggu-tunggu.

"Aziati, kenapa tak cakap dah nak push... nie baby dah nak keluar sangat nie, sempat ker tak saya pakai glove ni... tahan sekejap yer.. " Terngiang-ngiang suara Dr. Maziah. Dan sekarang Hafiy berada di atas dada ummi. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. Sekejap tadi, bila Hafiy tidak bersuara menangis, terasa seperti gelap sekejap dunia, Dr. Maziah uruskan Hafiy sambil abah ada disisi, melihat apa yang terjadi. Tertelan air ketuban agaknya. selepas beberapa minit, anakanda mula menangis nyaring, dan ummi mula mengukir senyum, abah juga.

Abah keluarkan air zam-zam dan kurma yang abah bawa. Jururawat serahkan Hafiy untuk abah azankan. di pagi Jumaat yang penuh keberkatan, anakanda abah azankan dengan suara yang paling indah, penuh harapan, kalimah suci yang pertama anakanda dengar akan menjadi kalimah suci yang anakanda junjung sepanjang hidup anakanda. Kemudian, abah alirkan air zam-zam kedalam mulut anakanda dah abah tahnikkan dengan sedikit kurma yang abah kunyah, ummi yang masih lemah memerhati dari jauh, sambil doktor Maziah menjalankan tugas yang berbaki.

Allahuakbar, abah serahkan anakanda untuk dibersihkan oleh jururawat. Dan kami jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada anakanda kami ini. Perasaan yang Allah kurniakan buat para ibubapa yang menumpahkan pandang pada cahayamata mereka.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

'Ummi, Hafiy baby lagi, Hafiy is still 4, I am not yet 5 years old...' itulah alasan Hafiy bila ummi suruh Hafiy solat sekali atau baca IQRA'. Cabaran dengan anak lelaki berlainan sungguh dari anak perempuan.

Pagi semalam bila Hafiy bangun tidur, Hafiy kata, 'Owhh, it's today, today is my birthday, I am 5, now I need to solat and baca IQRA'. Alhamdulillah, ingat juga anak ummi.

Nak ketawa pun ada juga. Hafiy, Hafiy.

Semalam, cuaca sangat indah, Allah kurniakan cahaya matahari gemilang yang jarang-jarang ada di bumi UK ini.



Pagi indah, ummi sibuk mengambil gambar 'cherry blossoms' putih depan rumah yang sedang mekar, memandangkan hari ni sangat sunny, jadi indahnya Allah sahaja yang tahu. Terlihat, Hafiy berlari-lari menuruni tangga dengan pantas.

'Ummi, here's cherry blossoms for ummi,' Hafiy menghulurkan beberapa kuntum cherry blossoms yang dikutipnya di bawah.



Owh so sweet, my darling baby. It's your birthday and ummi is the one who got the flowers.

Abah dan ummi, bawa Hafiy dan kakak-kakak pergi ke Farm (Meanwood Valley Urban Farm), lebih dekat dengan alam, tadabbur alam yang indah yang Allah kurniakan buat manusia. Surprise yang sangat menggembiranya anak-anak, buat ummi dan abah lebih gembira. Pilih-pilih hadiah sendiri di Pound Land dan kita akhiri dengan makan tengahari di Mumtaz. Alhamdulillah.

'Today is the best day ever..' ayat yang membuatkan hati ummi dan abah sejuk. Alhamdulillah...

Terima kasihlah pada Allah duhai anak-anakku, dilontarkan rasa kasih sayang dan ketenangan yang hanya Dia memiliki semua itu. Hak Allah yang hanya dengan rahmatNya sahaja kita akan dapat merasainya.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Duhai anakku, doa ummi terlalu banyak, terlalu banyak buat kalian. begitu juga abah.
Ummi doakan semoga Hafiy membesar menjadi mujahid soleh lagi musleh. Membesarlah anakku menjadi mujahid yang berjuang di jalan Allah, menjadi salah satu titik dalam kebangkitan Islam. Allah tak perlukan kita untuk menaikkan agama ini anakku, kerana Allah itu Maha Besar, kitalah anakku yang perlukan Allah dan perlukan rahmat Allah untuk menjadi saham urusniaga kita dengan Allah di alam yang satu lagi.

Duhai anakku, tiadalah harta yang paling berharga buat ummi dan abah dinegara yang kekal abadi nanti, melainkan anak-anak yang soleh yang mendoakan, ummi berdoa semoga Allah kurniakan rahmatnya dan menjadikan Hafiy dan kakak-kakak anak-anak yang soleh, solehah buat ummi dan abah dan bekal pahala kami terus bertali arus melalui kalian anak-anakku...

Ya, Allah, jauhkanlah kami dari menjadi ibubapa yang durhaka, durhaka bila dunia ini lebih kalian dambakan dari negara akhirat. Ya Allah, kurniakanlah kami ilham dan ilmu semoga dapat kami didik anak-anak dan bekalkan mereka dengan ilmu akhirat, untuk kehidupan yang kekal. Allah, izinkanlah kami untuk terus mendalami ilmuMu ini, ya Allah agar dapat kami bekalkan anak-anak kami dengan ilmu yang menurut syariatMu.

Ya Allah, jadikanlah kami dan anak-anak kami orang-orang yang berjaya dalam 'jualbeli' denganMu ya Allah. Aameeen

Selamat Hari Lahir anakku.... Abah, Ummi dan kakak-kakak sayang Hafiy sangat-sangat. Lagu untuk Hafiy dari Ummi... :)


Friday, 1 April 2011

It's all worth it - Sanah Helwah Ya Bunayyati...Humaira Ardini Hizamel


Nine Years ago, at about this time, Ummi and abah was beaming with the new founded joy of becoming a parents ourselves. Abah was still recovering from the tiredness of being a cheerleader during the birth process. Though, there is no trace of fatigue in him, I guess the joy did outweigh the effect of sleepless night before. As for me, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.... He pour His mercy and and Bless us with one beautiful and healthy girl any mother could ever ask for. I am thankful. No words could ever describe it.

Let us recall our life today in UK my dear, InsyaAllah you'll find time to scroll down this mumbling of your old ummi one day in the future, and you would want to find a particular writing that mark your 9th birthday. Ummi might forget most of the memories in that day if I never write them, or maybe Allah knows best, ummi and abah might not be among you all that day, to tell stories and recall memories.

------------------------------------------------------------------------------------

Being raised in this open country, with open-minded people, sometimes too open that children will end up asking you, how a baby is being born. I remember myself never got to ask this kind of question to my parents.

And things become easier to explain, when there is actually a very good documentary here on childbirth. 'One born every minute'. We would sit together and watch this documentary. From normal birth, to epidural and to c-section. It's all explained in one series only.

"Ummi, it must be very difficult and must be very painful? you asked.
"Yes dear, it was." Ummi answered.

---------------------------------------------------------------------------------------------

And do you know dear, I cannot even remember one bit of it, when you hug me, because it's all worth it.

I cannot even remember the difficulties, when you kiss me, because it's all worth it.

When I wrap my hand around you, and gather you on my lap, that strong, warm and comfortable feeling erase all the pain and it's all worth it.

Now, when you come home from school and see me at home and hear your voice calling me, "ummiiiiii..." with all the joy seeing me in your voice, make it all worth it.

Now, seeing you secretly, calming your sister and brother at the back of the car, when you know ummi had enough of their fighting with each other.... saying in a low volumed voice as if ummi cannot hear it, " shhhhhh, you guys stop fighting.... see ummi is sad.." make it all worth it, you've turned out to be a responsible sister.

Now, listening to your teacher, saying that you are in the top group of every subjects, you are very sporty, you in fact the only person in class that actually 'googled' everything being tought at school - that make me laugh though. Your work is a head of class. She is really proud of you, and she said we must have been really proud of you... in fact dear we always do, regardless, It's all worth it.

Now, listening to the surahs that you memorized, my heart would want to freeze the moment and tell you, it's all worth it.

Now, watching you being an Imam in a prayer to your sister and brother after you come home from school, it's like having a cold water in a very hot desert for me, it was all worth it dear darling.

----------------------------------------------------------------------------------------------

Love,

Humaira Ardini Hizamel,

Ummi prays that Allah will grant ummi and abah with the wisdom to bring you up in this temporary world, to prepare yourselves for the world after. The permanent world that hopefully will gather us all in Jannah InsyaAllah.

Ummi prays that you will become the best muslimah to this ummah, best servant to Allah and the best daughter any parents would ask for. The best daughter that will always remember us in your du'a. The best daughter that will continue our good deeds eventhough we were no longer here in this world. The best daughter that will prolonged our beneficial 'ilm, though we have passed on.

Ummi prays that Allah will bestow His Blessing upon you all the times. Rest assure that as long as I live and with Allah will, you will always be in my du'a.

I love you my sweetie, honey bee. You always be my baby...........:)XOXOXO from ummi

Thursday, 17 March 2011

Hanya untukMU: Doa kami mohon zuriat......


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Duhai anak-anakku, ummi kembali mengupas kelompak rindu yang bersarang dihati, menyelak halaman rindu yang memahat saat paling indah dalam hidup, kembali mahu bercerita setelah reda ombak rindu yang menghempas hati, bila mengenang tanah yang dipijak oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. Sesungguhnya, perasaan rindu yang hebat Allah kurniakan pada setiap manusia yang singgah ke tanah suci itu. Sukar diungkap, InsyaAllah setiap orang akan melaluinya InsyaAllah. Bila mendapat berita sahabat dan taulan yang akan berangkat ke haramain, Mekah dan Madinah untuk menunaikan umrah atau haji, hati menjerit-jerit. Senang sangat tangisan luruh dari mata. Rindu bertandang lagi. Saat ummi menekan keyboard menaip satu persatu, seperti ada sesuatu yang menahan dikerongkong, berat sungguh panahan rindu. Oleh itu, cerita-cerita tentang pengalaman ummi dan abah di sana, lama tertangguh. Ummi berazam untuk menulis juga sedikit demi sedikit, semoga ada manafaatnya buat anak-anak, bila tiba masa kalian nanti dijemput menjadi tetamu di rumah Allah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Teringat ummi semasa hendak menunaikan umrah kali pertama dulu, masa itu, hanya kakak Humaira sahaja yang sudah lahir. Hasya dan Hafiy masih belum lahir. Masih di alam roh.

Dengan usia kakak Humaira yang sudah menginjak lebih setahun, ummi dan abah yang hampir habis pengajian master kami, ummi dan abah sudah bersedia untuk menimang cahayamata lagi.

Didalam hati dan perbualan kami, kebiasaannya bila kita sudah mempunyai anak perempuan, pasti kita menginginkan anak lelaki pula. Begitu juga fikiran ummi dan abah.

"Akak nak pergi umrah ni nanti saya nak mintak doa di tempat-tempat yang mustajab, nak mintak doa nak dapat anak lelaki pula," Cerita ummi pada sahabat yang ummi anggap seperti kakak sendiri. Kakak Humaira memanggil beliau dengan panggilan ibu. Kak Fauziah namanya.

"Ti, kalau nak berdoa lebih baik berdoa mintak Allah kurniakan kepada kita anak-anak yang terbaik buat kita di sisi Allah, lelaki ataupun perempuan, mintak Allah kurniakan bilangan sebanyak mana yang terbaik di sisi Allah," Nasihat ibu pada ummi.

"Sekarang memang kita nak sangat anak lelaki, tetapi kita tak tahu adakah itu yang terbaik buat kita, adakah anak itu yang mampu kita didik dan pelihara," Tambah ibu lagi.

"Ya, betul cakap akak tu," tambah ummi.

Ya Allah ku Mohon kepada Mu ya Allah, hanya Engkau yang Maha Mengetahui, Allah yang Maha Bijaksana, didalam genggamanMu lah kitab suratan semua manusia, Ya Allah yang Maha Mengaturkan segala ketetapan, hambaMu ini tidak tahu apa yang terbaik buatku ini disisiMu ya Allah, kurniakanlah segala sesuatu yang terbaik buatku disisiMu.

Ya Allah ku mohon ya Allah kurniakanlah kepadaku zuriat keturunan yang mampu aku dan suamiku didik menjadi muslim yang beriman dan bertakwa samada lelaki atau perempuan dan bilangan mereka ya Allah. Sesungguhnya hambaMu ini hanya mengharapkanMu.

Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan daku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat) dan Engkaulah jua sebaik-baik yang mewarisi [ Al Quran (21:89)].


Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku dari sisiMu zuriat keturunan yang baik; sesungguhnya Engkau sentiasa Mendengar (menerima) doa permohonan. [ Al Quran (3:38)].

Berdoalah kami supaya diberikan zuriat yang terbaik buat kami dari sisi Allah.

Sebulan selepas pulang dari mengerjakan umrah, ummi dan abah menerima berita paling gembira, ummi mengandung untuk kali kedua. Dan anak kedua ini sangat-sangat kami tunggu dan ternanti-nanti. Lelaki atau perempuan itulah yang terbaik disisi Allah buat kami. Dan Alhamdulillah, lahirlah Hasya Amalin Bt. Hizamel, zuriat kedua yang montel dan sihat. Saat ummi diberitakan mengandung untuk kali ketiga, hati masih pasrah kerana penuh yakin dengan doa dihadapan Kaabah di Mekah, redha kehendak Allah dan bergembira. Allah menetapkan di lauhul mahfudz, anak ketiga kami adalah zuriat lelaki, Hafiy Addin Bin Hizamel. Alhamdulillah, comel dan sihat.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Saat memandang kalian sekarang, terpandang doa-doa yang dimakbulkan Allah. Maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak ummi dan abah dustakan?

Saat memandang kalian terlihat amanah besar dari Ilahi buat kami ibubapa. Harta tidak ternilai. Semoga ummi dan abah diberikan kekuatan dan hidayah dalam mendidik anak-anak menjadi insan yang beriman dan bertakwa. Mujahid dan mujahidah di jalan Allah. InsyaAllah.

Tuesday, 15 March 2011

Blossoms Memory - Abah dan doa Hasya


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Semoga catatan ini sampai pada anak-anak tatkala iman meninggi didada, diakal dan dihati InsyaAllah.

-------------------------------------------------------------------------------------------

Anak-anakku, saat ini ummi bergelut untuk menggerakkan kerja-kerja kajian ummi. Buntu juga rasa dan fikir tatkala berdepan dengan kenyataan, peralatan tidak berfungsi seperti yang dijangkakan, sedangkan kajian itu telah berlangsung lebih empat bulan. Allah, ujian ini dengan redhakah ummi lalui? InsyaAllah. Kesibukan ini mengundang jerut rasa pada kalian anak-anak.
Perubahan perasaan pada anak kecil yang tidak tahu bagaimana meluahkan perasaan rindu pada kami. Rindu pada tok mak yang pulang ke Malaysia. Rindu yang dizahirkan dengan tangisan dan kemurungan kalian. Berlarutan beberapa minggu di musim sejuk kita kali ini.

Allah, ujian ini terasa berat. Ummi dan abah memohon pada Allah, supaya mengilhamkan jalan keluar yang terbaik.

Pendekatan, didikan yang banyak menekankan kepada cerita-cerita tentang neraka Allah, atas perlakuan dan perbuatan yang tidak selaras dengan suruhan Allah dan tidak diseimbangi dengan penceritaan tentang kehebatan syurga Allah pada mereka yang patuh pada syariat Allah, mengundang resah dihati anak-anak rupanya. Terlalu takut andai mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Allah, amanah membesarkan anak-anak ini hebat rupanya.

Perlu tegas, tetapi tidak boleh terlalu keras, rapuh jalan ini, takut mereka patah ditengah jalan. Perlu berlembut, tetapi tidak lemah sehingga panjat mereka melebihi kepala kita.

'POSITIVE REINFORCEMENT'

Alhamdulillah, abah kalian sangat hebat orangnya, Alhamdulillah. Ditangani masalah ini dengan lembut dan tegas seorang abah. Seimbang. Setiap seorang anak itu berlainan 'approach'nya. Beliau tetap sabar.

Cadangan abah, supaya setiap kerisauan kalian, kalian ceritakan. Kalau tak boleh cerita, tulislah di atas kertas. Abah akan baca, dan abah akan bercerita (menyelesaikan kerisauan dengan bercerita). Kemudian kalian sama-sama mengoyak kertas tersebut.

"Benda yang Hasya risau dah habis kita dah koyakkan?" Kata abah.
"Hasya risau lagi tak..?"Tanya abah.

Hasya menggelengkan kepala. Alhamdulillah. Abah peluk anak-anak dengan erat sambil mencium dahi kalian. Allah sejuknya hati seorang isteri yang dikurniakan suami yang soleh dan penyayang. Alhamdulillah. Maka nikmat Allah yang mana lagikah yang hendak ummi dustakan?

"Sayang, kita kena selalu bercerita secara positif, kalau sebelum ni kita kata, kalau tinggal solat Allah masukkan dalam neraka, sekarang, positif approach adalah, kita kata, kalau kakak solat Allah sayang, Allah bagi pahala, Allah masukkan dalam syurga, dalam syurga itu indah, apa sahaja yang kita nak Allah bagi," usul abah pada ummi.

Dan mulai saat itu, abah dan ummi mula menekankan konsep positive reinforcement. Alhamdulillah. Abah tekankan tentang kepentingan berdoa. Dan anak-anak gigih berdoa selalu.

Hafiy yang sekarang sangat susah untuk makan, dipujuk dengan lembut oleh abah, berjaya juga abah menyuap nasi kepada Hafiy.

Hafiy selalu minta dibelikan mainan 'Bayblade' mainan yang berkonsepkan gasing diMalaysia. Hasil pujukan abah dan juga 'negotiation skill' abah, Hafiy bersetuju untuk menghabiskan belajar membaca menggunakan set 'Read Easy' sebelum dibelikan mainan 'Bayblade'. Alhamdulillah. Sebelum ini ummi tidak berjaya untuk memujuk Hafiy membaca set 'Read Easy' itu. Dengan sabar abah bekerjasama dengan Hafiy untuk set 'Read Easy' itu, Alhamdulillah, Hafiy hampir menghabiskan buku 2 dalam set tersebut. Mendidik anak lelaki membaca, bukan semudah mendidik anak perempuan membaca. Allah.

Terima kasih Allah, Engkau kurniakan kalian seorang abah yang penyabar dan berlemah lembut dan sangat kalian cintai, dalam pada itu ada tegas pada dirinya yang melahirkan rasa hormat kalian.

Terima Kasih Allah, Engkau hadirkan nakhoda yang penyayang dan banyak bertolak-ansur, sentiasa peka pada tanggungjawabnya sebagai ketua keluarga dalam baitul jannati kami ini. Alhamdulillah.

--------------------------------------------------------------------------------------------

"Ummi, kalau kita nak suami yang soleh bila kita besar nanti, kita kena mintak doa dari kecik lagi ye ummi?" Tanya Hasya suatu hari.

Dan sememangnyalah ummi terkedu. Ummi pun tidak pernah terfikir untuk berdoa begitu sewaktu umur sebesar Hasya.

"Ya Hasya, Hasya boleh minta doa dari sekarang, minta doa Allah bagi Hasya suami yang soleh nanti. " Jawab Ummi.

Hasya mengangguk dan memandang jauh. Berfikir agaknya.

Ya Allah jadikanlah zuriat-zuriat kami orang yang beriman dan sentiasa mendirikan solat, dan kurniakanlah kepada mereka jodoh yang beriman dan bertakwa dan sentiasa mendirikan solat ya Allah.

Terima kasih Allah, Kau kurniakanku seorang jodoh yang beriman dan soleh, penyayang dan bertimbang rasa. Alhamdulillah....



Sisipan Memori - Kacang tanah, majalah gila-gila

"Ummi, Can we have nintendo DS please...??", pinta anak-anak.

"Can we have an I Pod Abah", di suatu masa pula anak-anak meminta. Kelihatannya permainan anak-anak sekarang bukan lagi seperti dulu.

"Why do you want Nintendo?" soalan itu ummi ajukan.

"I want to play game on Nintendo." Said Humaira and Hasya.

Di masa semua anak-anak lain sibuk bermain dengan permainan video, menghalang anak-anak sendiri dari memilikinya bukanlah jalan terbaik untuk melindungi mereka dari membuang masa dengan permainan video. Bila permainan itu tiada dirumah, anak-anak akan mencari peluang bermain dengan permainan kawan-kawan mereka. Sampai adakalanya anak-anak yang belum mumayiz ini sanggup sahaja memberikan alasan-alasan lain untuk bertandang ke rumah kawan-kawan, sedang hakikatnya mereka hanya pergi untuk bermain Nintendo kawannya. Itu lebih memudaratkan.

"InsyaAllah you'll have your Nintendo DS, you have to save your own money ok. " Kata ummi dan abah, supaya anak-anak lebih menghargai barang-barang yang mereka perolehi. Biar mereka tahu 'you have to earn what your heart yearn'.

Hasil puasa penuh anak-anak untuk 2 tahun, hasil simpanan dari wang poket yang ummi dan abah berikan setiap minggu dan juga duit cenderahati dari saudara yang datang ziarah, setelah hampir dua tahun menunggu, dapatlah anak-anak nintendo DSi yang dihajati. Alhamdulillah. Dengan izin Allah jualah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Secara nalurinya sebagai kanak-kanak, melihatkan orang lain ada, kita juga ingin ada seperti mereka. Melihat kawan-kawan membaca majalah gila-gila sambil ketawa, dalam hati terdetik, 'mesti seronokkan kalau dapat memiliki majalah gila-gila ni, boleh saja baca selalu dirumah'. Majalah yang berharga RM1.50 ketika itu terlalu mahal untuk dimiliki oleh ummi. Wang komisen yang tok mak beri hasil berniaga kacang tanah pedas dan nasi lemak pun lama lagi baru mencukupi. 15 hari nak tunggu.

"Mak, kakak nak sangat baca majalah gila-gila tu mak, nak beli sangat," Pinta ummi pada tok mak.

"Kawan-kawan bagi pinjam baca dak?" Tanya tok mak.

"Bagi, tapi sat saja, kak nak yang sendiri punya." Terang ummi.

"Simpanlah duit komisen tu, nanti boleh beli," Usul tok mak.

"Lamanya lagi," Rungut kecil ummi.

"Ok kalau macam tuh jom kita pi cabut kacang nak, ni musim cabut kacang, boleh dapat duit hari ni, boleh beli majalah tu hari ni," Usul tok mak, kebetulan hari itu hari minggu.

Bertolak lah kami sekeluarga, tok mak, ummi, tok uda (adik bongsu tok mak- dua tahun lebih tua dari ummi) dan mak cik (yang masih baby lagi, dalam setahun umurnya) menaiki dua basikal, pergi ke ladang kacang tanah.

(kredit sumber-google)

Bila musim kacang tanah sudah penuh berisi di pokoknya, tauke-tauke ladang akan mengupah penduduk di sekitar untuk mencabut dan mengasingkan kacang-kacang dari akar pokoknya. Kacang-kacang ini dimasukkan kedalam guni dan upahnya dikira mengikut timbangan. Selalunya, RM1.50 boleh diperolehi untuk setiap guni. Gambar ihsan google, Contoh pokok yang dicabut.

(kredit sumber-google)

Sampai sahaja di sana, tok uda dan tok mak mengambil guni seorang satu dan untuk ummi juga, berbekalkan pisau lipat berharga 10 sen (yang penting tajam), guni yang dibekalkan oleh ladang, kami memulakan proses mencabut pokok dan memotong kacang2 dari akarnya.


(kredit sumber-google)

"Lepas cabut pokok tu, ketuk-ketuk akar dan kacang ketanah dulu, biar tanah-tanah asing dari kacang dan akar, jadi bersih sikit kacang-kacang tu." Terang tok mak.

"Kita tak mau boh tanah sekali dalam guni ni, " Terang tok mak lagi.

"Tak baik, nanti bila tauke timbang, yang berat hanya tanah bukan kacang, berdosa macam tu, dah macam tipu, kan," cerita tok mak lagi.

Ummi dan tok uda mengangguk-angguk. Sambil-sambil itu, mak cik bermain diatas tikar dan dibawah payung bersebelahan kami. Tiba-tiba, terdengar tangisan nyaring mak cik, rupanya digigit semut merah. Allah kesiannya dia. Kawasan ladang begini memang banyak semut merahnya. Ibu yang pintar macam tok mak, memang sudah menyediakan 'balm' untuk disapu kalau digigit serangga. Persiapan yang mantap. Tangisan yang di upah dengan susu, sekejap diamlah dia, tertidur.

Bila tiba tengahari, kami berhenti untuk makan dan solat, kemudian sambung lagi mencabut dan mangasingkan kacang tanah ke dalam guni. Berhenti lagi untuk solat asar. Seharian di ladang kacang tanah. Bila agak lewat petang, tok mak dan tok uda mengangkat guni untuk ditimbang. Selepas ditimbang, kami pun mengambil upah. Alhamdulillah. Rezeki yang Allah kurniakan buat hambanya yang mahu berusaha.

Dalam perjalanan pulang, hati ummi berdetak-detak, tertanya-tanya sendiri, lupakah tok mak yang anaknya ini teringin sangat untuk membeli majalah gila-gila. Sampai sahaja dihadapan deretan kedai, tok mak memusing masuk ke arah kedai. Berbunga rasa hati. Tok mak tak lupa.

"Ambillah majalah gila-gila yang kak nak tu, kak dok buat gheja penat-penat dan panas-panas, jadi dapatlah beli apa yang kak nak," Kata tok mak.

"Kita kena selalu usaha, kalau kita nak apa-apa, tak boleh dok saja, Allah suka orang yang berusaha."Pesan tok mak lagi.

Majalah gila-gila ditangan, dan senyum di bibir tidak lekang, dalam hati 'esok nak bawa ke sekolah, dapatlah kawan-kawan baca sama'

"Mak, kak nak kek ni juga boleh dak?" Tanya ummi sambil menghulurkan 'kek butter' yang berharga 20 sen pada tok mak. Kek yang dijual sekeping didalam plastik lutsinar itu juga adalah benda yang 'luxurious' buat ummi, hanya dapat beli bila ada duit lebih sahaja.

Tok mak mengangguk tersenyum.

Alhamdulillah. Gembira tidak terkira, hasil dari titik peluh sendiri, selalunya lebih kita hargai, InsyaAllah. Dan hanya dengan izin Allah jugalah yang menggerakkan ilham buat tok mak dalam mendidik kami adik-beradik. Alhamdulillah.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah duhai anak-anak, didikan yang tok mak serapkan, seboleh mungkin ummi serapkan pada kalian. Alhamdulillah, walaupun sekarang kalian tidak perlu mencabut kacang, kalian masih perlu merasai nikmat memiliki barang yang di ingini melalui satu hasil usaha kalian sendiri. InsyaAllah lebih manis nanti bila kalian ingati. Ummi dan abah masih perlu memainkan peranan memantau masa yang kalian peruntukkan untuk permainan video itu. Supaya tidak membuang masa.

"Ummi, kakak ngan Hasya nak beli SD card dengan R4 card la Ummi," pinta anak-anak.

"OK, Kalau kakak dan Hasya habis baca IQRA', dapat naik Quran dan boleh baca jawi sampai book 6, ummi dan abah hadiahkan SD dan R4 card, ok, InsyaAllah" Usul ummi.

Berusahalah anak-anak. Earn things that your heart yearn. InsyaAllah, dengan izin Allah jugalah, semua perkara itu berlaku.

Thursday, 3 March 2011

Memori Berjuang - Pilihlah dengan berdoa ..............................

(credit for this pic goes to the owner - Lensa Hanim Awang)

Assalamualaikum w.b.t, duhai anak dambaan hati, tempat tumpuan sanubari.. semoga kita meraih dan menagih redha Allah setiap masa..... InsyaAllah....

-------------------------------------------------------------------------------------------------


Pernah satu ketika, seperti durian runtuh ummi rasa, di tawarkan dengan peluang yang berganda dalam satu masa, peluang pekerjaan di dua tempat, cepat dan pantas istikharah ummi lakukan. Pasti dalam perkara besar ini ummi perlukan keputusan yang tepat dan yang terbaik di sisi Allah.


Di lain keaadan, seorang teruna yang terpaut hati pada dua dara, keduanya indah akhlak dan agama, saat ini satu sahaja yang bermain di kepala, 'aku mesti melakukan solat istikharah, mohon petunjuk pada satu keputusan seumur hidup, agar tidak tersalah langkah,'.


Yakin benar, mesti beristikharah dan berdoa mohon Allah bantu membuat pilihan pada perkara-perkara besar yang bakal berlaku dalam hidup, saat membuat keputusan untuk memilih satu jalan di beberapa persimpangan. Kita mohon 'pendapat' Allah dalam keputusan yang ingin kita pilih.


Terlupa............................


Sepatutnya, setiap perkara dalam hidup adalah pilihan. Indahnya kan, kalau setiap perkara yang kita hendak lakukan kita mohon petunjuk Allah. Kita mohon dan kita usahakan sebaik mungkin, kerana selepas membuat permohonan dari Allah, pastilah kita bertambah yakin yang usaha kemudiannya adalah dorongan dari Allah, keputusannya kalau baik, Alhamdulillah, kalau bukan yang kita inginkan juga, Alhamdulillah, kerana sudah pasti dan kita yakin ada hikmahnya kerana kita sudah mohon dengan berdoa kepada Allah, dan jalan itu yang Allah dorongkan. Berdoa dengan ringkas, bahasa yang kita fahami dan lebih terasa bila memohon dari Allah.


Memohon pada Allah untuk setiap pilihan, bukanlah hanya untuk perkara-perkara besar sahaja, adakah restu Allah hanya diperlukan untuk perkara-perkara besar yang di taklikkan pada pandangan akal sahaja? Sudah pasti kita memerlukannya untuk setiap perkara dalam hidup.

Seperti Firman Allah dalam Surah Al-Ghafir ayat 60 (40:60)

40:60
"Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.


Ummi mengingatkan diri sendiri:


1) Mohon Allah (berdoa) pilihkan untuk kita pilihan yang terbaik di sisi Allah untuk setiap perkara. Mohon Allah bantu dan ilhamkan kita jalan mengusahakan setiap pilihan sebelum kita memulakan usaha kita. Kemudian berusahalah sebaik mungkin. Tawakkal yang bermula di awal usaha, kemudian tawakkallah lagi.


2) Mohonlah dan berdoalah kerana banyak pilihan yang harus dilakukan, pilihan untuk jurnal yang perlu dibaca, (Ya, Allah terlalu banyak bahan bacaan yang perlu aku baca ya Allah, tolonglah ya Allah, tontonlah hatiku untuk mengambil bahan bacaan yang terbaik buat diriku di sisiMu saat ini.) Kalau kita tidak berdoa pun, kita akan tetap membuat pilihan bahan bacaan, alangkah indahnya kalau kita memulakan pilihan kita dengan doa.

3) Pilihan masakan yang perlu dimasak untuk seisi keluarga agar sihat dan berkhasiat ( Ya Allah, hambaMu ini tidak tahu dan buntu untuk memasak, ya Allah bantulah aku membuat pililhan untuk masakan hari ini yang terbaik buat kami, berkhasiat dan halal.) Kita tetap akan memasak, walau tidak berdoa, alangkah menenangkan andai kita memohon petunjuk Allah dengan berdoa.

4) Kata-kata yang perlu diucapkan untuk suami, anak-anak, keluarga dan kawan-kawan. Status yang ingin dimasukkah ke FB, supaya orang mendapat manafaat dan kita mendapat pahala bukan bala. Setiap perkara kecil dan besar.

5) Dan semoga dengan itu kita menjadi redha dan tenang, hati tidak menjadi gelisah, andai yang Allah takdirkan bukan apa yang kita mahukan dan tidak seperti apa yang kita usahakan, sebab kita tahu itu yang terbaik buat kita disisi Allah. Alhamdulillah, Andai yang Allah izinkan buat kita seperti yang kita mahukan, Alhamdulillah. Redha, dari mula.....

Bukan, mudah..... tapi ummi mahu berusaha.. selalu terlupa, terasa seperti yang berlaku semuanya atas usaha kita sendiri, hakikatnya takkan bergerak sebiji zarah pun kalau bukan dengan izin Allah, La haulawala quwatilla billah, pesanan ummi semoga anak-anak juga akan selalu ingat untuk memohon pertolongan Allah. InsyaAlah...


Allah, kurniakanlah daku kekuatan untuk sentiasa memohon dari Mu, dan bergerak serta berusaha atas jalan yang Engkau tentukan, dan kemudian tetap merasa tenang dengan pengakhirannya.


Allah.... entri ini sangat berat sekali untuk ummi tuliskan... Allah... terngiang-ngiang ayat 2 dan 3 Surah As-Saf.


Ya, Allah lindungilah kami dari syaitan yang direjam........

Wednesday, 2 March 2011

Memori Berjuang - Exit


Assalamualaikum w.b.t anak-anak abah dan ummi yang kami cintai... kalianlah generasi yang bakal menyambung bekal pahala dan rahmat Allah buat kami, saat jasad di mamah bumi. Ingatilah kami dalam doa kalian, dalam sedekah kalian, terima kasih anak-anak kami.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Teringat-ingat ketika kita menjemput orang-orang kesayangan kita di airport, Tah, Tok Mak dan mak cik yang datang berkelana sebentar dibumi UK ini, perasaan kita sangat indah, gembira, di awang-awangan. Perasaan mereka juga begitu, indah gembira dalam kesyukuran. Tak sabar untuk sama-sama mengembara melihat indahnya dunia Allah ini, tak sabar mentadabbur alam, dan mengutip redha Allah.

Berkelanalah sebentar. Dan, saat menghantar Tah, Tok Mak dan mak cik ke airport untuk pulang, saat mereka berpeluk-pelukkan dengan kita, dan saat melambaikan tangan melepaskan mereka berjalan melintas papan tanda EXIT, hanya Allah yang tahu, ada ruang kosong yang berbekas di hati. Perasaan sedih dan sukar untuk melepaskan. Yang terngiang-ngiang hanyalah memori indah bersama. Orang yang ditinggalkan sangat-sangat terasa.

Orang yang meninggalkan kita melepasi pintu EXIT, pasti ada pelbagai rasa, sedih kerana terpaksa meninggalkan kita di sini, gembira kerana dapat kembali ke asal, dapat berjumpa yang tercinta di tanahair. Dan bila memandang keliling, ragam manusia di airport, ada yang tersenyum indah dan gembira saat melepasi tanda EXIT, ada yang berjujuran airmata. Pelbagai ragam.

Begitulah analoginya, ENTRY dan EXIT kita di fasa ketiga kehidupan. Fasa pertama di alam roh, fasa kedua di alam rahim, fasa ketiga di alam dunia, fasa ke empat di alam kubur dan fasa terakhir di alam akhirat.

Saat kita lahir, yang menyambut rasa gembira, Alhamdulillah, kita sendiri tidak pasti pula perasaannya. Saat EXIT kita dari kehidupan dan kembara sementara ini, yang tinggal pastilah bersedih, merasa sangat kosong, dan kita yang pergi, pasti sedih dan takut kalau bekal amal kita hanyalah ringan belaka. Tapi, jika bekal amal kita berat, pasti senyum terukir di bibir, andai yang akan kita tuju adalah pada yang amat kita cintai dan rindui untuk berjumpa ya'ni Allah Aza Wajjala... pasti senyum dan kegembiraan yang kita rasai, saat penantian di fasa empat kehidupan pasti dipenuhi cahaya dan ruang sempit zahirnya terasa luas dan pemandangannya adalah tempat yang kekal di fasa terakhir nanti.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Rujukan: Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Abdul Aziz Bin Juned, Mufti Kerajaan, Negara Brunei Darussalam, 'Jambatan Ke Akhirat'. Terbitan Jabatan Mufti Kerajaan, Jabatan Perdana Menteri, Negara Brunei Darussalam dan Al-Hidayah Publications (Malaysia)

1 & 2. Daripada Allah kita datang dan kepadanya pula kembali dan Mati adalah perkara besar

Kematian adalah ujian,Al-Baqarah (2:155)

2:155

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Akhlak kita dalam menangani ujian - air mata yang menitis itu, biarlah jatuh, kerana sudah pasti hati menjadi sangat pedih menerima ujian dari Allah, nabi sendiri menitiskan airmata saat kematian anakandanya Ibrahim, tapi berpada-padalah, janganlah meratap, berkeluh kesah menyalahkan Allah.

Dari Anas bin Malik radhiallaahu anhu juga pernah meriwayatkan ketika putra Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, Ibrahim akan meninggal, ia datang menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sedangkan Ibrahim nafasnya sudah termengah-mengah, maka kedua mata beliau pun berlinang air mata. Dalam riwayat lain disebutkan beliau mengambilnya dan meletakkannya di atas pangkuan sambil berkata: “Wahai anakku! Aku tidak memiliki hak kuasa apapun yang dapat kuberikan kepadamu di sisi Allah”. Melihat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menangis, Abdurrahman bin Auf dan Anas lalu bertanya: “Wahai Rasululloh mengapa Anda menangis? Bukankah Anda telah melarang menangis?’ Beliau menjawab : “Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya tangisan itu adalah rahmat, dan barangsiapa tidak memiliki kasih sayang maka ia tidak mendapatkan kasih sayang”, kemudian beliau melanjutkan sabdanya: ” Sesungguhnya mata bisa berlinang, hati juga bisa berduka namun kita hanya bisa mengucapkan yang diridhai Rabb kita. Wahai Ibrahim, sungguh kami sangat bermuram durja karena berpisah denganmu.” (HR. Al-Bukhari dan Mus-lim)

Bermuramlah dan berkabunglah seketika saat mententeramkan hati, kerana baru menghadapi ujian Allah, Nabi juga pernah berkabung di saat kematian Khadijah dan Abu Talib, tahun yang penuh kesedihan buat baginda, tetapi berpada-padalah.

Bersabarlah buat yang tinggal, Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar, indahkan, Allah tak pernah meninggalkan kita walau sesaat apatah lagi bila Allah menjanjikannya di dalam ayat 153 surah Al Baqarah, (2: 153). Sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar.

Hikmah bersabar itu besar, ganjaran pahalanya juga tidak terhitung oleh angka seperti mana yang dinyatakan Allah, Az-Zumar, ayat 10 (39:10). ganjaran sabar yang tidak terkira, melainkan hanya Allah sahaja yang mengetahuinya.

'Amat menakjubkan sekali kelakuan orang-orang yang arif tentang harga sabar ini. Mereka itu berkeadaan seperti gunung-gunung batu yang pejal lagi teguh, yang tidak mampu digoncang ribut, walau sekuat mana ribut tersebut.' - rujukan

Indah ayat di atas.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

-Bersambung-






LinkWithin

Related Posts with Thumbnails