Tuesday, 30 November 2010

Blossoms Memory - November Blues? Naahhh





Assalamualaikum mujahid dan mujahidah kecil ummi dan abah, semoga kalian dalam kegembiraan diulit kesejukan musim bersalji.

Alhamdulillah, saat ini bumi Leeds diselimuti hamparan permaidani kiriman Allah. Gembira kalian bukan kepalang, ummi dan abah juga tumpang tersenyum melihat lebarnya senyuman kalian. Perjalanan ke sekolah sekarang semakin mencabar, terlalu banyak perkara yang menarik hati anak-anak. Seperti, bermain snow dan snowball fight. perjalanan yang mengambil masa hanya 15 minit, bertukar menjadi setengah jam. Mulut ummi perlu lebih banyak exercise, supaya anak-anak fokus untuk berjalan ke sekolah, bukan hanya bermain-main. Abah, fokus bermain dengan anak-anak... Hmmmm... saling lengkap melengkapi kan.... :)

Masa ummi dan abah mengerjakan haji, Alhamdulillah ingatan kepada anak-anak itu sentiasa ada, rasanya beberapa kali berbicara tentang anak-anak dengan kawan-kawan, tetapi itu bukanlah topik yang menjadi kegemaran semua orang di situ. Mungkin kawan-kawan sibuk dengan ritual Haji, terpaksa melayan ummi yang teringatkan anak-anak. Jadi tidak terlalu banyak topik anak-anak yang dibicarakan, maka tidak terlalu banyak rindu yang mencengkam. Ingatan sentiasa ada, cuma rindu tidak menggigit seperti selalu, kalau ummi berjauhan dengan anak-anak. Abah juga kelihatan begitu.

Doa ummi panjatkan selalu, supaya rindu anak-anak pada ummi dan abah tidaklah sampai memudaratkan. Biarlah rindu yang bertamu di hati kalian rindu yang mendamaikan. Alhamdulillah, dengan kehadiran tok mak, auntie noni dan kak yong, banyak masa kalian terisi. Syukur ummi panjatkan pada Allah, kerana menghantar insan-insan istimewa ini berada dengan anak-anak.

Hari terakhir di Mekah, tika itu, perasaan rindu yang lama dibenamkan di sudut hati, membuak keluar. Mengisi penuh ruang hati. Tatkala itu anak-anak, terasa seperti ingin bersayap dan terbang memeluk tubuh-tubuh kecil kalian. Mencium pipi-pipi yang merah, mendakap kalian dalam selimut tebal sambil bercerita tentang kisah-kisah kegemaran kalian. Allah itu Maha Berkuasa, hatta sehalus-halus perasaan itu juga Allah yang tadbirkan. Allah susun cantik perasaan itu. Dan bilamana ummi dan abah sampai di awal pagi, (4.00 pagi) dan kalian masih lena diulit mimpi indah, luruhlah semua kerinduan yang bersarang. Gembira, bahagia. More than content. Satu persatu, tubuh kalian ummi dan abah rangkul dan cium. Alhamdulillah. Allah beri kesempatan bersama anak-anak lagi.

Anak-anak, terlalu banyak yang ingin ummi tuliskan buat tatapan memori kalian mengenai ibadah yang ummi dan abah lalui, terlalu sukar pula ummi rasakan untuk menekan satu persatu kekunci keyboard, ummi masih tenggelam dalam perasaan yang sukar di tafsirkan.... tak mahu keluar.

InsyaAllah, bila perasaan ini lebih reda, dan 'sinking feeling' ini berkurang, ummi teringin sangat melakar memori indah menjadi syabab yang mencari redha Allah. InsyaAllah....

Friday, 26 November 2010

Hanya untukMU: Dimana patut ummi mulakan?

Assalamualaikum anak-anak soleh solehah kecintaan ummi dan abah, bakal penghuni syurga firdausi, InsyaAllah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Kira-kira 2 bulan sebelum ummi dan abah menghabiskan program master kami di Bradford pada
2003, abah bertanyakan ummi, tentang tempat percutian buat ummi, abah dan kakak Humaira yang berusia kira-kira setahun 3 bulan ketika itu. Dengan duit yang berbaki, ummi dan abah perlu membuat satu pilihan percutian saja. Pilihan pertama: Mengerjakan umrah semasa transit untuk pulang ke Malaysia. Pilihan kedua: Bercuti ke eropah bersama kelana konvoi. Abah beri ummi 'the honour' untuk membuat pilihan, disebabkan kedua-dua tempat dalam pilihan itu telah abah pergi. Mengerjakan umrah sudah dua kali, pertama bersama tok-tok dan tah semasa abah di tingkatan 3, dan yang kedua semasa abah selesai undergraduate study di York, abah pergi mengerjakan umrah bersam rakan-rakan sepengajian beliau. Percutian ke eropah, bersama rakan-rakan abah menaiki keretapi semasa cuti semester beliau.

Sebelum ummi buat keputusan, abah terlebih dahulu memberi saranan,

"Suasana Europe, sama saja macam di UK ni yang, scenary, weather, the people, tak banyak beza", ucap abah.
"Mekah dan Madinah lain, tak sama, " abah tekan butang 'pause' tanpa menghuraikan lebih lanjut, tergantung. Permainan minda yang bijak. Rupanya ada rindu yang bertamu didada abah pada tanah suci yang dua itu.

Semestinya ummi akan memilih bukan yang biasa-biasa saja, bukan yang sama saja, sudah semestinya ummi memilih yang ada kelainan.

Bermulalah proses kami mengunjungi satu travel ajen, ke satu travel ajen. Alhamdulillah, Allah izinkan ummi dan abah serta kakak Humaira untuk menunaikan umrah melalui Crown travel agency, Bradford. Alhamdulillah, perjalanan pulang ke Malaysia menggunakan Saudi Air, dan transit di Jeddah. Transit di Saudi selama 7 hari. Tiket penerbangan dibeli sendiri dan akan di 'claim' dari penaja selepas pulang ke tanahair. Semua urusan berjalan lancar sekali. Alhamdulillah.

Pandangan Pertama:

Pandangan pertama pada tanah gersang saudi, sudah mencengkam hati... tanah yang sama di huni insan yang amat dirindui, Rasulullah S.A.W. Melihat banjaran bukit dan gunung-gunung berbatu dikiri kanan jalan dari Jeddah menuju Madinah merenggut hati, betapa gigihnya nabi Allah semasa hijrah baginda dari Mekah ke Madinah. Allah...... Allah... Allah...

Terlelap juga kami 3 beranak dek kepanasan bumi sebelah sini. Kereta sewa yang dinaiki tiada penghawa dingin, cuma tingkap dibuka luas untuk membenarkan angin haramain masuk kedalam kereta mendinginkan badan yang berpeluh.

Kami hanya betul-betul terjaga bila sudah sampai didepan hotel. Bila menoleh ke belakang, Subhanallah, hotel kami hanya beberapa langkah dari masjidil nabawi. Subhanallah. Madinah tenang, damai. Kami mewah membasahkan tekak dengan air zam-zam. Mak dan mama pesan, sentiasa berdoa untuk Allah berikan kesihatan, badan yang cergas melakukan ibadah. Kemudia minum air zam-zam banyak-banyak, mandikan Humaira dengan air zam-zam. Kerisauan mereka pada sang cucu yang kulitnya hanya mengenal sejuk. Alhamdulillah, bekalan air zam-zam tak pernah putus, susu humaira pun ummi buat guna air zam-zam waktu itu.

Selepas ziarah di Madinah, Ummi dan abah serta kakak Humaira bertolak ke Mekah, perjalanan yang mengambil masa 6 ke 8 jam. Berihram di Bir Ali. Pandangan pertama pada masjidil haram, jatuh hati, jatuh cinta, berbagai rasa, tummy cramp.... berdebar.

Malam tu juga abah ajak laksanakan umrah. Masuk Masjidil Haram melalui bab As-Salam. Pesan orang tua, masuk rumah orang jangan terintai-intai, tak manis. Begitu juga masuk rumah Allah, walau hati menjerit2 ingin melihat sendiri Baitullah yang dibangunkan Nabi Allah Ibrahim, adab sopan harus kena jaga, jangan terintai, jalan menunduk mengangkat mata bila sudah dekat, Allah... Allah... Allah... Allah.... mengalir airmata tatkala pandangan pertama jatuh pada Baitul 'Atiq... jantung berdebar luar biasa... Allah... Allah.. Allah... sukarnya untuk diungkap dengan kata-kata. Humaira dipelukan abah hanya memandang ummi tidak berkata. Dan kami melaksanakan umrah dengan hati yang penuh.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Sejak itu hati terpaut...
Sejak itu hati terikat...
Sejak itu hati tak pernah berpaling...
Tanah ini akan kita jejaki lagi...

Bila dengar orang pergi umrah, air mata jatuh.... entah kenapa... rindu barangkali.... iya rindu sebenarnya...
Bila terpandang gambar-gambar di sana... air mata begitu murah, terasa ingin terbang dan kemudian duduk berdiam di Raudhah,... dekat dengan jasad Habibullah... Rasul tercinta.
Bila terpandang sahaja rumah Allah... air mata mencurah, terasa jasad seperti ringan, merindu untuk merasai medan tenaga sewaktu bertawaf... luarbiasa... luarbiasa... luarbiasa... bukan biasa-biasa saja.

Sejak itu anak, ummi dan abah sentiasa merancang untuk pergi kesana lagi.... Mekah Al Mukarramah dan Madinatul Munawwarah............ pergi itu sebagai pengabdian diri seorang hamba ingin dekat dengan penciptanya, secara total dan ekslusif....

Thursday, 25 November 2010

Memori Hati - Heavy 1431

Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....

It's like being in an olympic.. spiritual olympic, emotional olympic, physical olympic... and with all the olympic crowds.. with one objective in heart and mind and actions, for the pleasure of AlMighty Allah s.w.t

Heart is still heavy, mind is still heavy, and actions are still heavy with all the momentums and all the electromagnetics energy of charging and recharging, spiritual, emotional and physical.

Dear Allah, don't want this feeling to go away, don't want this weight to be lifted, don't want this energy to be discharge.

O.. Allah, please make our ibadah an acceptable ibadah, please make this ritual an acceptable ritual to reach mardhatillah, please make our children and their children as the people who perform salah and the people who observe the sunnah closely and at their best. O.. Allah please do invite us again to this holy land, as you promise that any suplication is a granted suplication.

Missing the Baitul 'Atiq, Missing the green kubah.........

Friday, 29 October 2010

Memori Tadabbur Al-Quran - Suratul Ma'un


Salam Jumaat yang berkat buat anak-anak kecintaan ummi,

Anak-anak yang soleh dan solehah lagi taat kepada Allah dan rasulNya, mentaati ibubapa dengan mengharapkan keredhaan Allah, terlalu lama menyepi ummi rasakan diri ummi dari menitipkan satu dua kata buat tatapan memori kalian.

Saat ini ummi dan abah tengah melatih mode'redha' yang redha itu lebih manis dan bermakna bila kita letakkan di tempat yang betul. Tempatnya di mula kisah bukan diakhiran kisah. Penantian yang mendebarkan ini di harapkan berakhir dengan kegembiraan, andai bukan gembira sekarang yang tertulis di Lauhul Mahfudz, ummi dan abah perlu redha untuk mendapatkan kegembiraan di negeri abadi. InsyaAllah.

Saat ini anak-anak di hiburkan dengan tok mak yang bersama-sama kita. Cuti ini, kalian hanya habiskan masa dirumah. Sungguh ummi dan abah meminta maaf tidak dapat meluangkan masa yang banyak dengan anak-anak, melainkan seusai subuh kita, kita habiskan dengan tadabur ringkas Al-Quran dan tazkirah ringkas. Dan juga selepas isya' kita, meluang masa berehat bersama. Hanya Allah yang dapat membalas jasa ibunda ummi yang berhabis tenaga dan masa bersama kita, meringankan beban ummi dan abah yang berjuang fi sabilillah InsyaAllah.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pagi ini kita mentadabbur Suratul Ma'un dan Suratul Qadr setelah semalam anak-anak menghafal surah-surah ini untuk kelas hafazhan di masjid petang nanti. Ummi fikir lebih baik kita menghayati maksud ayat-ayatnya. Selesai solat subuh kita, anak-anak berkumpul bersama ummi dan abah mendengar cerita Surah Al Ma'un mulanya, Hasya mulakan dengan hafazhan nya, kemudian Ummi membaca terjemahannya.

Ayat ini diturunkan kepada kaum munafik di zaman nabi dahulu, dimana orang-orang ini apabila diminta tolong oleh kaum muslimin, mereka enggan dan mereka juga tidak membantu anak-anak yatim malah mengherdik anak-anak yatim itu. Orang-orang munafik ini juga hanya solat untuk menunjuk-nunjuk dan riak, dan mereka selalu lalai dalam solat mereka tidak menjaga waktu solat mereka. Orang-orang ni Allah kata, orang yang tidak mempercayai hari akhirat, sebab dia sanggup buat macam tu, celakalah orang-orang ini.

Alhamdulillah, anak-anak dapat 'relate' cerita ini dengan kehidupan seharian anak-anak. Muka Hasya yang memerah bila diceritakan bahawa Allah mengatakan 'Kecelakaan besar bagi orang yang solat', sedang kan solat itu hanya untuk riak dan solat itu dibuat sambil lewa.

'Ummi, before this I don't know' Jawab Hasya.

'If you don't know it's ok, but now you know, you can't just tease each other during solat, you should really take care of your solat, ' Jawab Ummi.

'Kita kena mintak maaf dengan Allah, kan for all the things we've done before that we don't know?' Tanya kakak pula.

Hafiy kelihatan ingin menyambung cerita tentang kakak-kakak yang ketawakan dia semasa solat Maghrib dan Isya' malam sebelumnya. Sedangkan kakak-kakak jadi ketawa kerana gelagat Hafiy juga. Hafiy tersenyum bila cerita terkena batang hidung sendiri. Anak, anak. Semoga kalian dapat mengutip secebis faham dalam kehidupan beragama.

Persoalan anak-anak, kembali semula.

'Munafik tu apa?' persoalan serentak dari anak-anak.

Ummi menerangkan dengan ringkas sesuai usia anak-anak, semoga penerangan ummi ini tidak terpesong dari maksud nya.

'Munafik tu, orang yang buat sesuatu, contohnya kalau dia solat, dia nak tunjuk-tunjuk jer, bukan sebab Allah, pastu nanti dia pegi sekolah dia kata kat kawan dia, you know I solat everyday, do you solat?'

'Itukan menunjuk2, show off. Allah tak suka, Kan Allah dah bagitau dalam surah ni Al-Maun'

'Lagi munafik ni, kalau kita ada duit contohnya, kita patut sedekah, bagi kat orang miskin juga, (belum cerita bab zakat, ini akan memanjangkan lagi tazkirah dan tadabbur pagi ini), tapi kita tak nak bagi, itu orang munafik juga, kata orang Islam tapi tak nak ikut ajaran Islam yang sebenarnya, tak nak ikut perintah Allah keseluruhannya, tak nak ikut contoh nabi Muhammad, itu orang munafiklah.'

'Allah kata, orang-orang ni seperti tidak percaya pada agama dan hari pembalasan, Allah tak suka orang-orang macam ni, they are in big trouble when they see Allah nanti'.

'Orang ni semua masuk neraka ya ummi?' tanya Hafiy.

Anak-anak bersetuju, yang untuk menjadi hamba kesayangan Allah, 5 contoh yang diterangkan dalam ayat ini patut di buat sebagai peringatan untuk tidak diikuti. Berbuatlah sebaliknya untuk menggapai redha Ilahi.

Semoga solat lima waktu yang dilakukan oleh anak-anak lebih bermakna selepas ini InsyaAllah. Penuh azam untuk menjadi orang yang di cintai Allah, bukan orang yang di murkai Allah.

InsyaAllah ada masa lapang akan ummi ceritakan memori mentadabbur surah Al-Qadr dan surah Al-Kafirun bersama abah, di subuh Jumaat yang lalu.




Wednesday, 13 October 2010

Memori Hati - Detikan Hati

Wahai ibu-ibu dan bapa-bapa kami,
tetamu datang membawa rahmat,
kata orang tak lama, tapi cukup menebar rahmat,

Wahai ibu-ibu dan bapa-bapa kami,
ibu dan bapa datang, membawa rahmat,
kata orang, rahmat yang datang bersama ibubapa, panjang...
selama mereka bersama kita....

Patutlah wahai ibu-ibu dan bapa-bapa kami,
hidup terasa penuh cahaya,
hidup terasa tiada gundah,
hidup terasa berjalan indah,
sejak kalian hadir membawa bersama rahmat Allah,

Terlalu banyak doa kalian yang dimakbul Allah,
tiada penafian....
terlalu banyak doa kalian....
Allah, gerakkan hati kami untuk berdoa buat ibu dan ayah kami sebanyak mereka berdoa buat kami anak-anaknya....
Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Pemilik hati-hati manusia,
Pentadbir alam semesta,
Takkan bergerak sesuatu apa walau sebesar zarahpun tanpa keizinan dari MU Allah,
gerakkanlah hati kami untuk berbakti buat mereka ibu-ibu dan bapa-bapa kami.

Aameeen....

Tuesday, 12 October 2010

Hanya untukMU: Nabi Ibrahim dan Haji (1)


Assalamualaikum anak-anak yang soleh dan solehah,

Di malam pekat ini, ummi teringin sekali mencoretkan sesuatu buat tatapan memori kalian. InsyaAllah semoga bakal ada menjadi bekal bermanafaat buat anak-anak di hari muka. Ummi, menilik-nilik Tafsir Quran perkata yang dilengkapi dengan asbabun nuzul dan terjemahan. Dan kali ini, perkara yang ummi dan abah tadabburkan adalah berkenaan haji dan umrah.

Rukun Islam yang kelima.

Haji dan umrah diceritakan didalam beberapa surah di dalam Al-Quran dengan terang dan jelas. Bermula dengan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim a.s untuk membina semula kaabah di Mekah. ditempat di mana Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail atas perintah Allah sebelumnya. Nabi Ibrahim, bersama Ismail anaknya terus membina kaabah dengan hati yang ikhlas, walaupun diketika itu Mekah adalah suatu tempat padang pasir yang gersang dan kontang.

22:26

Al Quran (22:26)

Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami tentukan bagi Nabi Ibrahim tempat Kaabah (untuk membinanya, lalu Kami berfirman kepadanya): "Janganlah engkau sekutukan sesuatu pun denganKu, dan bersihkanlah rumahKu (Kaabah ini) bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang berdiri dan yang rukuk serta yang sujud (mengerjakan sembahyang).


2:125

Al-Quran (22:125)

Dan (ingatlah) ketika Kami jadikan Rumah Suci (Baitullah) itu tempat tumpuan bagi umat manusia (untuk Ibadat Haji) dan tempat yang aman; dan jadikanlah oleh Kamu Makam Ibrahim itu tempat sembahyang. Dan Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (dengan berfirman): "Bersihkanlah Rumahku (Kaabah dan Masjid Al-Haraam dari segala perkara yang dilarang) untuk orang-orang yang bertawaf, dan orang-orang yang beriktikaf (yang tetap tinggal padanya), dan orang-orang yang rukuk dan sujud"


2:126

Al-Quran (22:126)

Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhanku! Jadikanlah (negeri Makkah) ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari berbagai jenis buah-buahan kepada penduduknya, iaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat di antara mereka". Allah berfirman:" (Permohonanmu itu diterima) tetapi sesiapa yang kufur dan ingkar maka Aku akan beri juga ia bersenang-senang menikmati rezeki itu bagi sementara (di dunia), kemudian Aku memaksanya (dengan menyeretnya) ke azab neraka, dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali".

2:127
Al-Quran (22:127)

Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama Nabi Ismail meninggikan binaan asas-asas (tapak) Baitullah (Kaabah) itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui;


Allah, didalam kitab Al Quran ini juga menyatakan tentang betapa Baitullah itu adalah tempat yang pertama dibangunkan sebagai tempat ibadat. Bukanlah seperti yang dikatakan oleh orang yahudi dan nasrani bahawa tempat ibadat yang pertama adalah di Baitulmaqdis.

3:96
Al Quran (3:96)

Sesungguhnya Rumah Ibadat yang mula-mula dibina untuk manusia (beribadat kepada Tuhannya) ialah Baitullah yang di Makkah yang berkat dan (dijadikan) petunjuk hidayah bagi umat manusia.

Tempat yang jauh. Pastilah terfikir, bagaimana tempat yang kering ini bakal menjadi tempat beribadat umatnya. Tetapi, siapalah baginda untuk menidakkan perintah Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Perintah dilaksanakan. Kaabah siap dibina, dan Allah memerintah Nabi Ibrahim menyeru semua manusia datang ke situ untuk beribadat dan Allah berjanji di dalam Al-Quran seperti berikut.


22:27

Al Quran (22:27)

"Dan serukanlah umat manusia untuk mengerjakan ibadat Haji, nescaya mereka akan datang ke (rumah Tuhan) mu dengan berjalan kaki, dan dengan menunggang berjenis-jenis unta yang kurus yang datangnya dari berbagai jalan (dan ceruk rantau) yang jauh.

Sesuatu yang kelihatan mustahil saat itu, tetapi janji Allah itu benar, sehingga ke hari ini manusia datang berbondong-bondong mengerjakan Haji, menunaikan rukun Islam yang kelima dan mengambil pengiktibaran dari ibrah kisah Nabi Ibrahim a.s.

Manusia datang bertalbiah, bertahmid, bertasbih, memuji kebesaran Allah, sahut menyahut diantara hari-hari tashriq, mengalun-alun pengakuan menerima seruan dari Allah yang disebut dalam ayat 27, surah Al-Haj, seperti yang diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim.

Ya ya Allah kami menyahut seruanMU ya Allah, (memenuhi dan mematuhi perintah Mu)
Tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.



(credit to: youtube)



(credit to: youtube)

Bila ustaz bercerita betapa keraguan di hati Nabi Ibrahim terjawab sehingga ke hari ini dan di sahut-sahut dengan talbiyah oleh jemaah haji, terasa mengalir air mata. Betapa kerdilnya manusia untuk mengetahui rahsia Allah. Betapa setiap perancangan Allah itu ada manafaatnya. Yang mungkin kita sendiri tidak mengetahui saat ia sedang berlaku, tetapi manafaatnya datang dikemudian hari. Keyakinan penuh (total faith), bahawa Allah tidak pernah menjadikan sesuatu dengan sia-sia dan semua perancangan Allah itu lebih hebat adalah amat penting untuk kita yakini. Ini termasuk di dalam rukun iman yang ke-enam. Percaya kepada qada' dan qadar.

Anak-anakku, andai ummi tiada dikalangan kalian saat kalian berdepan dugaan, ingatlah janji-janji Allah di dalam Al Quran, bukalah ia dan tadabburlah setiap ayatNya. Tiada tercapai akal manusia untuk menafsir kisah dari dugaan saat ia berlaku.

Nabi Ibrahim, melalui banyak dugaan yang berat dan terlalu besar yang Allah izinkan atas seseorang nabi. Dan Nabi Allah ini berjaya mengharungi ujian-ujian itu dengan hati yang penuh kebergantungan dan pengharapan kepada Allah. Begitulah kita juga anak, seharusnya kebergantungan penuh (total surrender) itu adalah di berikan kepada Allah.

Monday, 4 October 2010

Wajah baru teratak memori







Assalamualaikum anak-anak kecintaan ummi dan abah,

Doa ummi, semoga kita semua menjadi ahli-ahli taman Raudah didalam Syurga Allah. InsyaAllah. Begitu banyak yang ummi ingin coretkan sebagai kenangan anak-anak. Terlalu sedikit pula kelapangan masa yang Allah kurniakan untuk ummi melakar kenangan disini buat anak-anak.

InsyaAllah, bila ada masa yang lebih lapang sedikit akan ummi tulis kenangan cerita kita di sini buat masa ini. Dan ketika ini ummi masih lagi berperang dengan slides untuk seminar berkumpulan. Ummi dikehendaki untuk membentangkan tentang kerja-kerja kajian ummi setakat saat ini.

Abah pula baru selesai menghadiri konferens dan membentangkan kajian beliau di Paris baru-baru ini. Urusan Visa pula bermain-main difikiran abah.

Humaira, Hasya dan Hafiy sekarang seronok bersekolah. Alhamdulillah. Banyak cerita. Akan ummi ceritakan InsyaAllah.

Tok Mak masih bersama kita di sini, melalui musim luruh yang indah. Terlalu indah bila ada tok mak bersama, terasa semua kerja dan kehidupan kita dilimpahi dengan keberkatan keberadaan seorang ibu. Ummi sangat menyintai tok mak sepenuh hati. Dan anak-anak juga amat menyintai tok mak.

Semoga kita semua istikhamah dalam meningkatkan iman dan takhwa. Semoga momentum ramadhan yang baru berlalu terus kita kekalkan dibulan2 yang mendatang ini. InsyaAllah.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails