Showing posts with label Memori Berjuang. Show all posts
Showing posts with label Memori Berjuang. Show all posts

Friday, 1 June 2012

Memori Berjuang - Malu!!!


Pic's source - google

Malu membaca kisah ini, sungguh memalukan.

------------------------------------------------------------------------------------------------
Kisahnya begini, ada seorang tuan yang amat baik dengan hamba perempuannya, teramat baik, diberi makanan yang enak2, disediakan tempat tinggal yang baik, diberikan kenderaan yang cantik, hambanya diperintahkan melakukan kerja-kerja dengan baik kerja-kerja yan...g tidak mendatangkan mudharat padanya malah menambahkan kebaikan.

Tapi hambanya selalu ingkar, benda baik yang disuruh selalu tidak dilakukan, teguran-teguran hamba-hamba yang lain selalu dipandang remeh, malah meremehkan mereka pula, teguran baik selalu dipandang tidak endah, malah dia menyuruh yang lain mencermin diri, menyangka dengan ingkar suruhan tuannya dia masih lagi hamba yang baik, dengan melanggar suruhan tuannya dia masih layak dikasihi tuannya.

Selalu hatinya tidak tenang, merasa tidak cukup makanan, tidak cukup pakaian, tidak betah tinggal dirumah cantik, tidak selesa berkenderaan baik.

Dia datang ke tuannya dan meminta-minta, supaya dia dipandang dan supaya kehendaknya dituruti. Tuannya memberi lagi apa yang di hajati. Walau kebanyakan suruhan tidak di turuti, kalau di ikuti pun memilih-milih kerja yang dilakukan, yang membawa untung sendiri yang di ikuti.

Tidak pernah ada rasa malu, meminta selalu, menuruti hanya bila senang di hati. Tiada riak malu di wajah sendiri.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Oh beginilah kisahnya kita hamba dengan tuan kita iaitu Allah S.W.T.

Tidak ada lagi malu bila nikmat selalu diberi, perintah Allah tidak dituruti, nasihat orang baik tidak mahu didengari, malah terus meminta-minta seperti kita ini tiada salahnya.

Malu... malu sendiri rasanya bila di muhasabah.
Rupanya beginilah kita pada kebanyakan masanya.... sedih rasanya...Masih, kita punya Allah yang Maha luas pengampunannya.... Allahuakbar


Allah.... Allah sungguh malu rasanya, ampunkan kami ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang benar, jalan yang Engkau redhai, semoga kami selalu menjadi hambamu yang sentiasa bersyukur dengan melaksanakan semua suruhan Mu dan meninggalkan segala laranganMU dan sentiasa sedar dan datang padaMu.... aameeen ya Rabb

Thursday, 22 March 2012

Blossoms Memory - Harga Cinta



Saat terlihat pinggan tersusun di sinki dapur, dilihatnya juga ummi masih bertungkus lumus dengan memasak makanan, abah pantas menyinsing lengan bajunya, terus abah cepat membasuh pinggan-pinggan yang bersusun.

"Sayang, tak payah basuhlah, nanti lepas habis masak Ati basuh kay, " pinta ummi pada abah.
"Sayang, rasulullah pun tolong isteri dia, abang pun nak tolong isteri abang, ok,"senyum abah.

Tetiba terimbau beberapa ketika lalu bila ummi sebutkan pada abah,

"Dah lama sayang tak dedicate lagu kan kat Ati," Sambil tersenyum memancing.

"Abang dah lama tak dengar lagu-lagu ni sayang, abang kan bizi kat rumah ni, tengokkan anak-anak dan jaga sayang,"terang abah sambil tersenyum.

Kelemahan wanita, atau sebenarnya kelemahan ummi sendiri, pada sesuatu yang tak pernah rasa cukup. Bila terfikirkan tersenyum sendiri, selalu minta pada yang tiada dan selalu pula tidak menyebut penghargaan pada yang ada.

Sedang rumah ini selalu di hiasi bunga-bungaan, kerana abah tahu ummi sangat sukakan bunga. Masih bertanyakan tentang yang lain? Kurang bersyukur rasanya ummi ini.

Saat ini ummi tak perlu lagi dedikasi lagu untuk tahu cintanya suami buat isterinya, kerana semua perlakuannya melambangkan cinta. Dan itu yang paling diperlukan seorang isteri, cinta yang dizahirkan. Perlakuan paling romantis seorang suami, saat menyinsing lengan baju dan sama-sama melakukan kerja rumah. Saat itu seorang suami bukanlah merendahkan martabatnya, malah saat itu martabatnya terlihat lebih tinggi dan lebih macho. Saat suami, mengambil vacuum dan sama-sama mengemas rumah. Dialah yang terlihat sebagai lelaki terhebat abad ini.

Saat ini juga ummi tak perlu lagi rayu-rayuan saban hari, bila suami rela melepaskan peluang pekerjaan dan pengalaman kerja yang hebat-hebat lantaran ingin menyokong isteri yang sedang berhempas pulas dengan pengajian. Semuanya diturunkan peringkat, bila keluarga diutamakan. Ummi dapat baca bahasa cinta abah. InsyaAllah.

Bila kalian bersama dengan abah, saat yang indah seperti syurga yang melimpah yang ummi perhatikan.

Setiap soalan dijawab dengan tenang, setiap dahi pasti mendapat kucupan dan setiap tubuh kalian pasti dirangkul dan dipeluk kemas bila kalian perlukan dakapan. Setiap habis solat berjemaah, berebut-rebut ingin bersalam dan memeluk abah.

Ummi tak perlukan lagi lagu buat bukti cinta abah pada keluarga kita, pada ummi abah adalah imam yang terbaik pada makmumnya. Ummi sentiasa doakan kalian akan beroleh suami sebaik abah InsyaAllah. Dan Hafiy, semoga abah mendoakan Hafiy mendapat isteri seperti ummi, InsyaAllah, walau ummi tahu terlalu banyak ruang lagi yang perlu diperbaiki.

Saat bersama-sama berdua di dapur adalah saat yang paling berkualiti buat kami berdua. Banyak yang kami bincang kan dan banyak keputusan yang kami capai di dapur itu. Syukur ya Allah pada seorang ketua keluarga yang Engkau kurniakan buat kami. Alhamdulillah.

Sungguh tulisan ini sebuah penghargaan dari ummi buat abah kalian, bila kalian pandai menilai suatu hari nanti, ketahuilah dia sesungguhnya imam keluarga yang istimewa. Dan tulisan sebegini masih belum dapat menceritakan realiti istimewa dan berhemahnya imam keluarga kita ini. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkatan dalam hidup beliau selalu. Kita cinta beliau kerana Allah.

Terima kasih dan terima sayang, Zauj Kareem ku...... Alhamdulillah.. Syukur ya Allah

Wednesday, 15 February 2012

Blossoms Memory - Duhai anak ~15-02-12~


Kad dari Hafiy, I love you too my honey bee, XOXOXO, kad yang diberi dengan ciuman dan pelukan, hati ummi mana yang tak pernah cair. <3

Oh Hasya, empangan airmata ummi tak tertahan lagi, terlalu berat tanggungan kamu wahai anak-anak, masa itu terlalu menjerut kita duhai permata hati. Ummi mohon Allah lapangkan masa buat kita dan Allah tenangkan hati-hati kita. Thanks sayang, and InsyaAllah ummi will never give up my dear sweetie pie.

'Ummi do your best and never give up. Please finish your work so we can have all the time together.'

Luar Kad Hasya

Kad hasil tangan Humaira - terima kasih sayang, InsyaAllah ummi will study hard and ummi need all your doa, love you lots my best friend, my apple of my eye.

Duhai Ar-Rahman,
Duhai Ar-Rahim,
Saat diri sendiri tenggelam dalam nombor-nombor yang tak pernah habis, rupanya anak-anak tenggelam dalam rindu yang sarat.

Saat dan ketika ini, bila ummi bermain dengan graf-graf dan simulasi Matlab yang entah di mana hujungnya, anak-anak yang bercuti sekolah, menarikan jejari kecil kalian di atas kertas putih.

Bila ummi berenang-renang dalam memahami metod statistik yang seperti susun silangkata, kalian juga berenang-renang dalam khayalan dan warna air.

Bahu rasa perit dek berlama menaip dan menghadap komputer, tapi ummi yakin perit lagi kalian menanggung rasa rindu untuk menghabiskan masa bersama ummimu ini anakku.

Sabarlah sayang, perjuangan kita InsyaAllah bersulam pahala.

Alhamdulillah, ummi punya suami paling hebat di universe ini.

Kalian di bawa bermain tennis (permintaan Hasya), di bawa bermain bowling (permintaan Humaira) dan kalian di bawa membeli belah di Morrison (permintaan Hafiy) dan kalian juga di bawa bermain Golf di 'driving range', oleh abah. Alhamdulillah masa kalian terisi InsyaAllah.

Terima kasih, sayang berkorban masa dan tenaga untuk menjayakan cita-cita kita bersama, pastilah tulang rusuk abang ini kan selalu rapuh kalau tiada abang di sisi.

p/s: Ayam masak kicap malam ni sungguh enak sekali. <3

Thursday, 26 January 2012

Memori Berjuang - Allah is with us all the way through

Dearest my beloved offspring,

At all times and forever, every second and every beat of our heart, He is the only one we need our creator, Our Allah.



penuhi jiwa ini dengan satu rindu
rindu untuk mendapatkan cinta-Mu
meski tak layak ku harap debu cinta-Mu
meski begitu hina ku bersimpuh

cukup bagiku Allah,segalanya bagiku
dihatiku ini penuh berisi segala tentang Allah
kepada nabiMuhammad, tercurah shalawat Allah
tiada Tuhan selain Allah, cukup bagiku Allah

hasbi Rabbi Jalallah
mafi qolbi Ilallah
alalhadi sholallah
laa ilaa ha Illallah

By: Opick

My mode at this moment: Re-organizing my write up, Thank you Allah for sending me a very good friend all the way from Oxford, to call me and share her very good method in organizing thesis write up (especially when you have to juggle up between 'never finish' experiments, 'don't know where to start' write-up, and 'hats' changing every 3 hours between student, mum and wife [Thanks to my soul-mate for making this journey much easier too by sharing the 'hats'], :) ) Thank you Allah for this. Thank you so much Bahbibi, you gave a call when I really needed it (If you happen to read this). Thank you Allah.

Cerita anak kecil yang cukup bergantung kepada Allah:

Abah bawa Hafiy pegi Londis baru-baru ni, seperti biasa Hafiy yang sangat suka dengan sweet akan memilih sweets. Kebiasaan di sini, setiap makanan jajan yang hendak dibeli perlu dibaca dulu bahan-bahan kandungan makanan tersebut. Hafiy pun serahkan sweet pada abah untuk abah baca ingeredients nya, sambil manadah tangan Hafiy berdoa pada Allah,

"Ya Allah, let the sweet be halal, Ya Allah, please, no pork in it, ya Allah please let it be halal, "
Doa Hafiy. Penuh pengharapan. Sementara menunggu abah meneliti kandungan dalam sweet tersebut.

"Sorry Hafiy, this one is not halal, have pork gelatine in it, choose a different one OK," Jawab Abah.

Alhamdulillah, anak-anak telah diceritakan tentang bagaimana kalau doa tidak dimakbulkan. Konsep berdoa yang mudah-mudah. Jadi Hafiy tidaklah terlalu hampa, lagipun Hafiy pulang dengan dua jenis jajan hari itu. Pastilah tidak kecewa, InsyaAllah.

Ya Allah, kurniakanlah kami dan keturunan kami ilham yang baik dan hati yang tetap mengingatiMu, jiwa yang selalu sedar akan Mu ya Allah. Aameeen.

Friday, 2 December 2011

Memori Berjuang - Doa Menulis


Assalamualaikum anak-anakku yang ummi cintai,

Tahun ini tahun keempat untuk ummi dalam berjuang untuk meraih redha Allah dalam pencarian ilmu yang panjang. pencarian mengenal zat Pencipta.

Semalam, sebelum tidur ummi dan abah berbual-bual tentang du'a, istiqamah dan kesannya pada manusia.

'Sayang, susah sangat rasa nak start menulis', adu ummi pada abah.

Sedang ummi tahu yang menulis itu perlukan kosistensinya dalam bidang ini. Menulis perlu setiap hari, sehelai kertas sehari pun jadilah. Kalau dikumpul-kumpul sehingga akhir pengajian baru hendak menulis memang akan menjadi tangisan yang panjang dan melelahkan. Ummi tahu, tapi mengapa belum ada gerak yang kosisten. Tidak ada sedar. Dan ummi juga perasan tidak pernah mohon pada Allah untuk diizinkan menulis.

'Sayang, sayang doalah mintak pada Allah, bila berdoa, memohon, kita seperti juga berjanji dengan diri sendiri untuk melakukan apa yang kita pohon. Dan tujuan yang utama, memohon Allah tolong kita dalam menulis', nasihat abah.

Allah, satu lagi fasa yang ummi perlu lalui dan ummi sangat-sangat berharap untuk lebih mengenal Allah yang Maha Esa dalam melalui pengalaman dalam fasa ini.

Doa ini ummi kongsikan dengan kalian.
" Ya Allah, kurniakanlah kekuatan untuk menulis ya Allah, kurniakanlah ilham untuk menulis ya Allah, kurniakanlah rezeki untuk menulis sedikit dari ilmu yang luas ya Allah. Jadikanlah ilmu yang Kau pinjamkan ini dapat ku manafaatku buat diri, buat keluarga dan buat ummah, ya Allah.

Aku mohon ya Allah kurniakanlah kekuatan untuk ku isi setiap masa lapang yang Engkau izinkan untuk memahami ilmuMu ini dan menulis ilmuMu ini selari dengan KehendakMu yang Allah.


Dan ya Allah setelah itu kurniakanlah aku istiqamah dalam menulis dan menyampaikannya ya Allah.
"

Ummi ingin berkongsi, semoga ada manafaat buat kalian nanti tika kalian membacanya suatu hari nanti InsyaAllah.

Thursday, 3 March 2011

Memori Berjuang - Pilihlah dengan berdoa ..............................

(credit for this pic goes to the owner - Lensa Hanim Awang)

Assalamualaikum w.b.t, duhai anak dambaan hati, tempat tumpuan sanubari.. semoga kita meraih dan menagih redha Allah setiap masa..... InsyaAllah....

-------------------------------------------------------------------------------------------------


Pernah satu ketika, seperti durian runtuh ummi rasa, di tawarkan dengan peluang yang berganda dalam satu masa, peluang pekerjaan di dua tempat, cepat dan pantas istikharah ummi lakukan. Pasti dalam perkara besar ini ummi perlukan keputusan yang tepat dan yang terbaik di sisi Allah.


Di lain keaadan, seorang teruna yang terpaut hati pada dua dara, keduanya indah akhlak dan agama, saat ini satu sahaja yang bermain di kepala, 'aku mesti melakukan solat istikharah, mohon petunjuk pada satu keputusan seumur hidup, agar tidak tersalah langkah,'.


Yakin benar, mesti beristikharah dan berdoa mohon Allah bantu membuat pilihan pada perkara-perkara besar yang bakal berlaku dalam hidup, saat membuat keputusan untuk memilih satu jalan di beberapa persimpangan. Kita mohon 'pendapat' Allah dalam keputusan yang ingin kita pilih.


Terlupa............................


Sepatutnya, setiap perkara dalam hidup adalah pilihan. Indahnya kan, kalau setiap perkara yang kita hendak lakukan kita mohon petunjuk Allah. Kita mohon dan kita usahakan sebaik mungkin, kerana selepas membuat permohonan dari Allah, pastilah kita bertambah yakin yang usaha kemudiannya adalah dorongan dari Allah, keputusannya kalau baik, Alhamdulillah, kalau bukan yang kita inginkan juga, Alhamdulillah, kerana sudah pasti dan kita yakin ada hikmahnya kerana kita sudah mohon dengan berdoa kepada Allah, dan jalan itu yang Allah dorongkan. Berdoa dengan ringkas, bahasa yang kita fahami dan lebih terasa bila memohon dari Allah.


Memohon pada Allah untuk setiap pilihan, bukanlah hanya untuk perkara-perkara besar sahaja, adakah restu Allah hanya diperlukan untuk perkara-perkara besar yang di taklikkan pada pandangan akal sahaja? Sudah pasti kita memerlukannya untuk setiap perkara dalam hidup.

Seperti Firman Allah dalam Surah Al-Ghafir ayat 60 (40:60)

40:60
"Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.


Ummi mengingatkan diri sendiri:


1) Mohon Allah (berdoa) pilihkan untuk kita pilihan yang terbaik di sisi Allah untuk setiap perkara. Mohon Allah bantu dan ilhamkan kita jalan mengusahakan setiap pilihan sebelum kita memulakan usaha kita. Kemudian berusahalah sebaik mungkin. Tawakkal yang bermula di awal usaha, kemudian tawakkallah lagi.


2) Mohonlah dan berdoalah kerana banyak pilihan yang harus dilakukan, pilihan untuk jurnal yang perlu dibaca, (Ya, Allah terlalu banyak bahan bacaan yang perlu aku baca ya Allah, tolonglah ya Allah, tontonlah hatiku untuk mengambil bahan bacaan yang terbaik buat diriku di sisiMu saat ini.) Kalau kita tidak berdoa pun, kita akan tetap membuat pilihan bahan bacaan, alangkah indahnya kalau kita memulakan pilihan kita dengan doa.

3) Pilihan masakan yang perlu dimasak untuk seisi keluarga agar sihat dan berkhasiat ( Ya Allah, hambaMu ini tidak tahu dan buntu untuk memasak, ya Allah bantulah aku membuat pililhan untuk masakan hari ini yang terbaik buat kami, berkhasiat dan halal.) Kita tetap akan memasak, walau tidak berdoa, alangkah menenangkan andai kita memohon petunjuk Allah dengan berdoa.

4) Kata-kata yang perlu diucapkan untuk suami, anak-anak, keluarga dan kawan-kawan. Status yang ingin dimasukkah ke FB, supaya orang mendapat manafaat dan kita mendapat pahala bukan bala. Setiap perkara kecil dan besar.

5) Dan semoga dengan itu kita menjadi redha dan tenang, hati tidak menjadi gelisah, andai yang Allah takdirkan bukan apa yang kita mahukan dan tidak seperti apa yang kita usahakan, sebab kita tahu itu yang terbaik buat kita disisi Allah. Alhamdulillah, Andai yang Allah izinkan buat kita seperti yang kita mahukan, Alhamdulillah. Redha, dari mula.....

Bukan, mudah..... tapi ummi mahu berusaha.. selalu terlupa, terasa seperti yang berlaku semuanya atas usaha kita sendiri, hakikatnya takkan bergerak sebiji zarah pun kalau bukan dengan izin Allah, La haulawala quwatilla billah, pesanan ummi semoga anak-anak juga akan selalu ingat untuk memohon pertolongan Allah. InsyaAlah...


Allah, kurniakanlah daku kekuatan untuk sentiasa memohon dari Mu, dan bergerak serta berusaha atas jalan yang Engkau tentukan, dan kemudian tetap merasa tenang dengan pengakhirannya.


Allah.... entri ini sangat berat sekali untuk ummi tuliskan... Allah... terngiang-ngiang ayat 2 dan 3 Surah As-Saf.


Ya, Allah lindungilah kami dari syaitan yang direjam........

Wednesday, 2 March 2011

Memori Berjuang - Exit


Assalamualaikum w.b.t anak-anak abah dan ummi yang kami cintai... kalianlah generasi yang bakal menyambung bekal pahala dan rahmat Allah buat kami, saat jasad di mamah bumi. Ingatilah kami dalam doa kalian, dalam sedekah kalian, terima kasih anak-anak kami.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Teringat-ingat ketika kita menjemput orang-orang kesayangan kita di airport, Tah, Tok Mak dan mak cik yang datang berkelana sebentar dibumi UK ini, perasaan kita sangat indah, gembira, di awang-awangan. Perasaan mereka juga begitu, indah gembira dalam kesyukuran. Tak sabar untuk sama-sama mengembara melihat indahnya dunia Allah ini, tak sabar mentadabbur alam, dan mengutip redha Allah.

Berkelanalah sebentar. Dan, saat menghantar Tah, Tok Mak dan mak cik ke airport untuk pulang, saat mereka berpeluk-pelukkan dengan kita, dan saat melambaikan tangan melepaskan mereka berjalan melintas papan tanda EXIT, hanya Allah yang tahu, ada ruang kosong yang berbekas di hati. Perasaan sedih dan sukar untuk melepaskan. Yang terngiang-ngiang hanyalah memori indah bersama. Orang yang ditinggalkan sangat-sangat terasa.

Orang yang meninggalkan kita melepasi pintu EXIT, pasti ada pelbagai rasa, sedih kerana terpaksa meninggalkan kita di sini, gembira kerana dapat kembali ke asal, dapat berjumpa yang tercinta di tanahair. Dan bila memandang keliling, ragam manusia di airport, ada yang tersenyum indah dan gembira saat melepasi tanda EXIT, ada yang berjujuran airmata. Pelbagai ragam.

Begitulah analoginya, ENTRY dan EXIT kita di fasa ketiga kehidupan. Fasa pertama di alam roh, fasa kedua di alam rahim, fasa ketiga di alam dunia, fasa ke empat di alam kubur dan fasa terakhir di alam akhirat.

Saat kita lahir, yang menyambut rasa gembira, Alhamdulillah, kita sendiri tidak pasti pula perasaannya. Saat EXIT kita dari kehidupan dan kembara sementara ini, yang tinggal pastilah bersedih, merasa sangat kosong, dan kita yang pergi, pasti sedih dan takut kalau bekal amal kita hanyalah ringan belaka. Tapi, jika bekal amal kita berat, pasti senyum terukir di bibir, andai yang akan kita tuju adalah pada yang amat kita cintai dan rindui untuk berjumpa ya'ni Allah Aza Wajjala... pasti senyum dan kegembiraan yang kita rasai, saat penantian di fasa empat kehidupan pasti dipenuhi cahaya dan ruang sempit zahirnya terasa luas dan pemandangannya adalah tempat yang kekal di fasa terakhir nanti.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Rujukan: Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Abdul Aziz Bin Juned, Mufti Kerajaan, Negara Brunei Darussalam, 'Jambatan Ke Akhirat'. Terbitan Jabatan Mufti Kerajaan, Jabatan Perdana Menteri, Negara Brunei Darussalam dan Al-Hidayah Publications (Malaysia)

1 & 2. Daripada Allah kita datang dan kepadanya pula kembali dan Mati adalah perkara besar

Kematian adalah ujian,Al-Baqarah (2:155)

2:155

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

Akhlak kita dalam menangani ujian - air mata yang menitis itu, biarlah jatuh, kerana sudah pasti hati menjadi sangat pedih menerima ujian dari Allah, nabi sendiri menitiskan airmata saat kematian anakandanya Ibrahim, tapi berpada-padalah, janganlah meratap, berkeluh kesah menyalahkan Allah.

Dari Anas bin Malik radhiallaahu anhu juga pernah meriwayatkan ketika putra Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, Ibrahim akan meninggal, ia datang menemui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sedangkan Ibrahim nafasnya sudah termengah-mengah, maka kedua mata beliau pun berlinang air mata. Dalam riwayat lain disebutkan beliau mengambilnya dan meletakkannya di atas pangkuan sambil berkata: “Wahai anakku! Aku tidak memiliki hak kuasa apapun yang dapat kuberikan kepadamu di sisi Allah”. Melihat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menangis, Abdurrahman bin Auf dan Anas lalu bertanya: “Wahai Rasululloh mengapa Anda menangis? Bukankah Anda telah melarang menangis?’ Beliau menjawab : “Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya tangisan itu adalah rahmat, dan barangsiapa tidak memiliki kasih sayang maka ia tidak mendapatkan kasih sayang”, kemudian beliau melanjutkan sabdanya: ” Sesungguhnya mata bisa berlinang, hati juga bisa berduka namun kita hanya bisa mengucapkan yang diridhai Rabb kita. Wahai Ibrahim, sungguh kami sangat bermuram durja karena berpisah denganmu.” (HR. Al-Bukhari dan Mus-lim)

Bermuramlah dan berkabunglah seketika saat mententeramkan hati, kerana baru menghadapi ujian Allah, Nabi juga pernah berkabung di saat kematian Khadijah dan Abu Talib, tahun yang penuh kesedihan buat baginda, tetapi berpada-padalah.

Bersabarlah buat yang tinggal, Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar, indahkan, Allah tak pernah meninggalkan kita walau sesaat apatah lagi bila Allah menjanjikannya di dalam ayat 153 surah Al Baqarah, (2: 153). Sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar.

Hikmah bersabar itu besar, ganjaran pahalanya juga tidak terhitung oleh angka seperti mana yang dinyatakan Allah, Az-Zumar, ayat 10 (39:10). ganjaran sabar yang tidak terkira, melainkan hanya Allah sahaja yang mengetahuinya.

'Amat menakjubkan sekali kelakuan orang-orang yang arif tentang harga sabar ini. Mereka itu berkeadaan seperti gunung-gunung batu yang pejal lagi teguh, yang tidak mampu digoncang ribut, walau sekuat mana ribut tersebut.' - rujukan

Indah ayat di atas.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

-Bersambung-






Tuesday, 8 February 2011

Memori Berjuang - Al-Qasas (Cerita), ayat 82 yang terus mengingatkan...


Assalamualaikum w.b.t anak-anak yang ummi dan abah kasihi, cahaya mata yang kami tatang bagai minyak yang penuh...

Pagi ini, pagi yang bersinar-sinar, matahari memancar terang menyuluhi bumi Leeds, Alhamdulillah. Dalam terang mentari, dingin musim sejuk masih terasa hingga ke tulang hitam. Subhanallah, Allahuakbar, Maha Besar Allah yang berkuasa mengumpulkan sinar mentari memancar dan juga dingin yang menggigit dalam suatu masa. Bukti kekuasaan Allah.

Pagi ini ummi mulakan motivasi diri dengan ayat dari surah Al-Qasas, ayat 82.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

28:82

Dan orang-orang yang pada masa dahulu bercita-cita mendapat kekayaan seperti Qarun - mulai sedar sambil berkata: "Wah! Sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, dan Dia lah juga yang menyempitkannya kalau tidak kerana Allah memberi pertolongan kepada kita tentulah kita akan dibinasakan dengan tertimbus di dalam tanah (seperti Qarun). Aduhai! Sesungguhnya orang-orang yang kufurkan nikmat Allah itu tidak akan berjaya!"

(Tafsir Ibnu Kathir)

Orang-orang yang bercita-cita untuk memiliki kemewahan seperti Qarun, sedar setelah mereka melihat Qarun di tenggelamkan oleh Allah ke dalam muka bumi. Azab buat hamba yang tidak bersyukur dan kufur nikmat Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menolong.

Mereka sedar, bahawa hanya Allahlah sahaja yang menentukan rezeki dan kemewahan bagi setiap orang yang dikehendakiNya. Mereka menyedari bahawa banyaknya harta benda dan kesenangan menikmati kehidupan duniawi yang serba mewah, tidak menunjukkan keredhaan Allah SWT bagi pemiliknya.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a bahwasanya Allah SWT telah memberikan kepada manusia watak mereka masing-masing sebagaimana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara mereka. Dan sesungguhnya Allah itu memberikan harta kepada orang yang disenangi, dan juga orang yang tidak Allah senangi tetapi nikmat Iman hanya diberikan kepada orang yang Allah senangi dan kasihi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah, hambaMu ini tidak tahu ya Allah, kurniakanlah pemahaman dalam hal yang bermanafaat buatku disisiMu ya Allah.

Kasih sayang dan rindu padaMu lebih ku harapkan dari seisi dunia.

Nikmat menyintai dan memahami agamaMu ini lebih ku inginkan dari air yang dingin di padang yang kering kontang.

Jadikanlah aku, pasanganku dan anak-keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan solat dan mendapat hidayah dan rahmatMu.

Aameeen........




Monday, 7 February 2011

Memori Berjuang - Ya Allah, ku mohon motivasi dariMu di pagi ini...


Assalamualaikum anak-anak ummi yang soleh dan solehah, permata hati ummi dan abah, semoga saat kalian membaca coretan ini, anak-anak berada dalam putaran iman yang tinggi dan dalam gelombang kehidupan yang tenang.

Permulaan pagi ini buat ummi, sungguh pelbagai. Setelah bercuti dua hari di hari minggu, memulakan pagi isnin bermujahadah juga.

Pagi ini ummi mulakan dengan sedikit tadabbur surah Al-Qasas, selepas beberapa peringatan yang diberikan oleh Allah dalam ayat-ayat sebelumnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasa diberi semangat oleh ayat 77 dari surah Al-Qasas ini.


28:77

"Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya yang melimpah-limpah); dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi; sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan ".


(Rujukan Asbabun Nuzul, Tafsir Al-Quran)

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Qarun oleh kaumnya. Barangsiapa mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.

1. Harta kekayaan, ilmu dan apa sahaja perbendaharaan serta nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita sekarang ini hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan di akhirat. Semoga kita selalu beringat tentang lima perkara sebelum datang lima perkara lagi.

2. Janganlah seseorang itu meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT, karena baik untuk Tuhan, untuk diri sendiri maupun keluarga, semuanya itu mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakan. Sabda Nabi Muhammad saw:

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا
Artinya:
Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Don laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)

3. Kita juga harus berbuat baik sebagaimana Allah SWT berbuat baik kepadanya, membantu orang-orang yang berkeperluan, harta dan kesenangan yang diperolehi, ada di dalamnya hak-hak orang lain.

4. Janganlah seseorang itu berbuat kerosakan di atas bumi, berbuat jahat kepada sesama makhluk Allah, kerana Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerosakan. Allah SWT tidak akan menghormati mereka, bahkan Allah tidak akan memberikan redha dan rahmat-Nya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya Allah, kami pohon kurniakanlah ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang halal buat kami hari ini. Berkatilah ilmu yang kami cari dan perolehi pada hari ini. Kami tidak tahu ya Allah, fahamkanlah bagi kami ilmu-ilmu ini ya Allah. Aameeen ya Allah.....


Thursday, 26 August 2010

Memori Berjuang - Rintihan......

credit to Lensa Hanim Awang - like her if you like her work

Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada ilmu yang tidak diamalkan
Aku berlindung denganMu daripada ilmu untuk kemegahan
Tuhan, ilmu itu adalah cahaya penyuluh kehidupan
Jangan pula kehidupan orang tersuluh, kehidupanku kegelapan

Tuhan, aku memohon kepadaMu janganlah ilmu itu menjadi beban
Di akhirat kelak menjadi hujjah dan saksi mengapa aku tidak amalkan

Ya Allah, aku memohon kepadaMu bertambah amalku
Jangan sampai usahaku orang lain selamat, aku tidak
Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada ilmu untuk mujadalah
Bukan membantuku untuk beribadah dan bertaqwa

Tuhan, aku berlindung denganMu jangan sampai ilmuku melaknatku semula
Kerana bermegah-megah dan tidak amalkan
Jadikanlah aku bertambah-tambah ilmu bertambah dekat dengan Tuhan
Bertambah ilmu bertambah ibadah dan amalan

Tuhan, jadikanlah ilmuku boleh memimpin diri dan orang lain
Boleh menyuluh hatiku dan menyuluh hati orang
Seterusnya jadikanlah ilmu itu sentiasa memberi manafaat dan syafaat
Ya Allah, kami mohon kepadaMu, agar diperelokkan agama yang menjadi pegangan urusan hidup kami, dunia yang menjadi tempat sementara hidup kami, akhirat yang menjadi tempat kami akan kembali, jadikanlah hidup ini untuk menambahkan kebaikan dan mati kami untuk merehatkan diri dari segala keburukan.

Ya Allah, perbaikilah diri antara kami, jinakkanlah antara hati kami, tunjukkanlah kami jalan yang selamat, selamatkan kami daripada kegelapan kepada yang terang, jauhkanlah kami daripada perbuatan keji, baik yang nampak, mahupun yang tersembunyi, ya Allah, limpahkan keberkatan kepada kami, pendengaran dan penglihatan kami, para suami/ isteri dan anak-anak kami, sahabat handai dan rakan taulan kami.

(rujukan: google)

credit to Lensa Hanim Awang - like her if you like her work

24:41
Al-Quran: 24:41 - Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah (Yang Maha Esa dan Maha Kuasa) sentiasa bertasbih kepadaNya sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang terbang berbaris di angkasa? Masing-masing sedia mengetahui (menurut keadaan semulajadinya) akan cara mengerjakan ibadatnya kepada Allah dan memujiNya; dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.

Monday, 9 August 2010

Memori Berjuang - Marhaban ya Ramadhan 1431 Hijrah

(make time for the important things in life - the most blessed month in a year: credit to lensa hanim awang)

Assalamualaikum wbt, anak-anak soleh dan solehah

Hari Rabu, kita akan menyambut penuh kesyukuran kedatangan 'madrasah tarbiyyah' kita untuk tahun 1431 Hijrah ini. Semoga Allah panjangkan umur kita untuk sama-sama merasai nikmat berpuasa dan sama-sama menghayati manisnya ibadat di bulan yang mulia ini. Selasa malam ini bermulalah sunat tarawikh kita yang pertama tahun ini.

Pagi-pagi dimeja makan, abah tersenyum melihat ummi bertenang sungguh selepas makan, selalunya ummi pasti bergegas ke meja komputer untuk melihat 'update facebook' yang menjadi 'makanan ruji' kebanyakan orang sekarang. Tenang ummi, setelah facebook di deactivate sementara. Bila pandai bahagi masa, ummi mungkin kembali ke sana.

"Jom muhasabah," ajak abah

"Jom tengok, betapa banyaknya ruang yang perlu kita perbaiki, semoga kedatangan ramadhan ini memberi jalan untuk kita memperbaiki iman dan ibadah," intipati bicara abah pagi tadi.

Terlalu banyaknya ruang untuk pembaikan diri dan ibadah. Kalau iman itu adalah rumah, betapa banyaknya atap yang bocor, betapa banyaknya tiang yang goyah, betapa banyaknya pintu yang rosak. Tingkap yang senget.

Ummi tersenyum, memang sangat bersetuju, semoga ruang pembaikan diri dibulan ramadhan ini bakal memberi kesan dan memberikan kebiasaan untuk terus memperbaiki diri di masa akan datang. Ummi dan abah perlu bersedia fizikal dan mental serta perlu memantapkan diri dan rohani serta amalan ibadah untuk persiapan besar hujung tahun ini. Semoga Allah menjaga hati kita dan membantu menunjuk arah dalam setiap perlakuan dan ibadah kita untuk sentiasa menjadi hamba Allah yang terbaik di 'mata' Allah.

Sepertiga malam kita agak pendek sekarang, malam hanya bermula pada pukul 9 malam dan berakhir pukul 4 pagi. Semoga kita tekun mencuri masa InsyaAllah.

Latihan puasa untuk anak-anak akan diteruskan tahun ini. Mungkin tidak sepanjang 19 jam. Tapi biar tetap ada latihan InsyaAllah.

Buat saudara mara, rakan-rakan dan rakan-rakan di alam 'maya' di kesempatan ini ummi, abah dan anak-anak ingin memohon jutaan kemaafan atas keterlanjuran kata dan perbuatan. Semoga diampunkan. Begitu juga sebaliknya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari Ka'ab Bin `Ujrah (ra) katanya: Rasulullah S.A.W bersabda: Berhimpunlah kamu sekalian dekat dengan mimbar. Maka kami pun berhimpun. Lalu beliau menaiki anak tangga mimbar, beliau berkata: Amin. Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau berkata lagi: Amin. Dan ketika menaiki anak tangga ketiga, beliau berkata lagi: Amin.

Dan ketika beliau turun (dari mimbar)kamipun bertanya: Ya Rasulullah, kami telah mendengar sesuatu dari tuan pada hari ini yang kami belum pernah mendengarnya sebelum ini. Lalu baginda menjawab: "Sesungguhnya Jibrail (as) telah membisikkan (doa) kepadaku, katanya: Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak juga diampuni. Lalu aku pun mengaminkan doa tersebut.

Ketika aku naik ke anak tangga kedua, dia berkata lagi: Celakalah orang yang (apabila) disebut
namamu di sisinya tetapi dia tidak menyambutnya dengan salawat ke atasmu. Lalu aku pun mengaminkannya.

Dan ketika aku naik ke anak tangga yang ketiga, dia berkata lagi: Celakalah orang yang mendapati ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang daripadanya, namun mereka tidak memasukkan dia ke dalam syurga. Lalu aku pun mengaminkannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk rujukan hadith-hadith lain berkenaan Ramadhan.

http://www.islam.gov.my/e-rujukan/lihat.php?jakim=1873








Thursday, 22 July 2010

Memory Berjuang - Escapism

(Ladybird Closeup- credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work)) - Subhanallah, can see the reflection of the surrounding on the ladybird shell.

Too many things, too little time....
Too many thoughts, too little done...

Been reading her thought, and now she has passed on...
Our time?
Only Allah knows.
O' Allah, please placed her among the righteous one and placed her in your Jannah.

Have been thinking about a little ukhti too....
A little ukhti have been tested by Allah,
She asked Allah for strength,
Allah gave her obstacles to overcome,
So that she will become strong,
She is a mujahidah she will do her best,
She asked Allah for a new heart,
Allah gave her more obstacles,
for her to have a stronger heart.
She asked Allah for all the things she wants,
Allah gave her all the things she needs actually....

(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Should she be like a freezing bird on top of the cliff,
Be a strong bird that will still stand on his feet even the strong wind blows,
and the strong wave falls on him.

Verily Allah is all the Greatest, for He is the One with all the Wisdom.

Allah, I seek your forgiveness, I am the one who always look the other way around when you always set your 'eyes' on me.

Friday, 16 July 2010

Memori Berjuang - Jalan ini

Salam sayang buat permata hati ummi dan abah tercinta,

Hari ini 16/7/2010. Matahari keluar menjengah diri di celah-celah awan yang tebal. Angin bertiup agak kencang dari biasa. Sejuk semilir angin di musim panas di Leeds. Typical UK weather. Dan kita terus mensyukurinya setiap masa. Cuaca sebeginilah yang bakal kita rindu bila kita pulang ketanahair tercinta.

(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lis sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))


(UK scenary - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Hari jumaat begini, ummi akan menghadiri mesyuarat untuk kumpulan kajian ummi. Alhamdulillah, ummi dapat keluar rumah seawal 8 pagi hari ini. Biasanya selepas menyiapkan anak-anak dan bekalan, ummi hanya dapat ke sekolah sekitar pukul 8.45 pagi, sampai di bilik mesyuarat dengan menghela peluh walau dimusim sejuk.

Hari ini kelihatan ramai sekali manusia berjalan disekitar sekolah, dengan begitu cantik dan kemas, berkot dan bertali leher, wanitanya mengenakan pakaian indah tetapi formal. Hari graduasi.

Melihat mereka, hati berkobar-kobar untuk bergraduasi lagi. Perasaan itu pernah dikecap dahulu. Indah, indah sekali bila segala usaha Allah berkati dengan kejayaan menyelesaikan pengajian. Sungguh tumpang rasa bahagia. Allah.......

Dan selepas itu...? Mereka akan mula bekerja, menjalani rutin yang biasa. Mengamalkan ilmu yang mereka pelajari. Berbakti kepada nusa dan bangsa. Alhamdulillah. Kehidupan akan semakin stabil. Ummi lalui semua itu, Alhamdulillah.

Tetapi anakku, bagi ummi disetiap persinggahan dalam kehidupan, waktu menjadi pelajar adalah waktu yang paling indah dalam hidup ummi. Di setiap tingkat pelajaran sekalipun. Ummi paling merasa lapang, paling merasa ingin memperbaiki diri. Sewaktu bekerja, ummi merasa seperti 'stagnant'. Ini adalah pendapat peribadi ummi sendiri. Sukar digambarkan, ummi akan sentiasa belajar, supaya status pelajar itu akan sentiasa ummi pegang. Formal atau informal. Semoga kalian akan menikmati indahnya menjadi pelajar yang hatinya sentiasa ingin belajar.

Antara belajar dan bekerja, Ummi akan pilih belajar. (Walaupun menjadi Household Chief Officer (HCO) adalah menjadi impian hebat ummi.)

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Mereka berjalan penuh elegen, memimpin tangan yang tersayang, memimpin tangan ayah dan ibu, meraih tangan anak. Dan ummi....... Ummi masih bahagia menjadi pelajar. *big smile*


(make time for the IMPORTANT things in life - credit to Lensa Hanim Awang, (my lil sis, please click her page and click 'like' if you enjoy seeing her work))

Thursday, 15 July 2010

Memori Berjuang - Iman ada pasang surut, sikap juga begitu

Seminggu dua ni, memang besar sungguh penyakit M yang bertandang di jiwa ummi. Duduk di ofis hati dirumah, duduk dirumah takut tok mak susah hati sebab anak nya tak belajar. :(

Allahuma innii a’uudzu bika minalhammi wal hazan wa a’uudzubika minal ’ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal.

“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemahuan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat penakut dan kedekut, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.”

Sesungguhnya menyerah diri kepada Allah untuk memberi jiwa yang rajin. Aameeen ya Allah
Insaf rasa diri, lebah-lebah pun rajin berusaha mencari rezeki Allah.....

(kredit to Lensa Hanim Awang)

(kredit to Lensa Hanim Awang)


(kredit to Lensa Hanim Awang)


Tuesday, 15 June 2010

Memori Berjuang - Al-Baqarah:216

(sumber-google image)

Salam penuh kecintaan buat anak-anak ummi,

Ya Allah, betapa terasa besar dugaan-Mu ini, sehinggakan seperti terlupa betapa pula banyak nikmat yang telah kami raih dari AR-Rahman dan Ar-Rahim Mu Allah. Seperti mata memejam pada nikmat Allah yang melimpah ruah, dan kemudian mata terang terangan dibuka pada dugaan kecil ini.

Kadang-kadang diri terlupa yang kita ini HAMBA, hamba pada yang Esa. Allah yang punya perancangan besar. Setiap cabaran dan dugaan yang datang, pasti diiring keluh keluhan... Sungguh-sungguh hambaMu khilaf. Sepatutnya ucapan pertama adalah Alhamdulillah.. bila diuji Allah, tandanya Allah sayang pada kita. Innalillah.. tiada suatupun yang ada pada kita adalah milik kita .. melainkan ia adalah amanah yang wajib kita jaga. Nikmat ini semuanya milik Allah, dan Allah berhak mengambilnya bila-bila masa sahaja, Kepada Allah jugalah semua makhluk akan kembali. Hatta makhluk yang bernama 'ketenangan hati'. Terlalu mudah untuk ditulis... Tapi hati yang kelam ini terlalu sukar untuk menghadamnya Ya Allah, kami mohon petunjuk dan rahmat dari Mu ya Allah.

Wahai anak-anakku,

Hidup kita ini adalah keseluruhannya milik Allah, dan kepada Allah jugalah segala urusan tentang hidup kita yang patut kita serahkan. Dan wajiblah kita merasa redha dengan keputusan yang berlaku dalam hidup kita. Kerana kita mengimani bahawa Allah lah yang menentukan qada' dan qadar kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Terang-terangan ayat ini menyuluh, hati harus terus berserah secara total. Dan diri juga harus berdu'a semoga tiap gerak dan tingkah laku kita di pandu oleh Allah. Kita mungkin membenci sesuatu yang sebenarnya akan membawa kebaikan kepada kita. Sebelum mengambil langkah membenci, tekanlah butang 'pause' pada hati. Kembali kepada Allah, berhubung dan mintalah petunjuk dalam istikharah kita. Carilah ketenangan dalam keputusan yang diambil kemudiannya, semoga keputusan itu adalah sebenar-benarnya dorongan dari Ilahi.

Firman Allah ini juga mendamaikan hati atas perkara-perkara yang berlaku dan diluar kawal kita. Dan semoga dengan mentadabbur ayat ini, damailah hati untuk redha atas apa yang berlaku didalam hidup, yang sukar untuk kita mengertikan saat berlakunya.

Wahai anak kecintaan ummi dan abah,

Merintih itu hanya pada Allah. Saat diri sudah tidak mampu, baru terasa seperti ingin merintih. Khilaf sungguh terasa. Bukankah sepatutnya merintih itu kita lakukan di setiap saat. Sedangkan setiap saat masa bergerak ini hanyalah disebabkan patuhnya masa kepada Allah. Tiada daya dan upaya makhluk melainkan semua adalah dari Allah. Pada siapa lagi harus kita merintih wahai anakku. Kalau bukan pada Rabul 'alamin.

wahai anak-anak cahayamata kami,

Semoga Allah jaga hati-hati kita untuk terus bermuhasabah pada setiap detik masa yang berjalan ini. Semoga Allah limpahkan rahmat dan nikmat kesihatan buat abah dan buat kita seluruhnya. Semoga kita menjadi ummat-ummat yang kuat dan sihat dan dapat berbakti dalam menjadi secoret dari kisah gemilangnya Islam kembali di muka bumi Allah ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

"Abah, I can still remember when you fall down," cerita Hasya pada abah sehari selepas abah pengsan. Sambil menunjukkan aksi abah pengsan. Inipun atas permintaan abah yang ingin tahu detail macamana abah pengsan.

"I was so scared.... ," Kata Hasya.

"Mee too....," Kakak menyampuk

"Ummi, Hafiy nak air.... " Pinta Hafiy selepas penat bermain.

"Ummi cepatlah, kalau tidak Hafiy pengsan....," ugut Hafiy, sedangkan Hafiy hanya dengar cerita abah pengsan, Hafiy tidak menyaksikan sebab waktu tu Hafiy tengah tidur. Wah Hafiy dah ada modal lah sekarang ni.

Semua orang ketawa... bijak bijak.. anak-anak soleh, solehah yang bertuah... aameeen..

-------------------------------------------------------------------------------------------------


Saturday, 1 May 2010

Memori Berjuang - Bila hati di dua tempat

Bila hati di dua tempat, tiada kata yang pantas mencerminkan keadaan hati. Sangat rindu sungguh tak pernah lagi begini rasanya. Sungguh kuat mereka-meraka yang di pilih Allah untuk berjauhan dari orang2 yang tersayang, yang hanya mampu bertemu sekali sekala. Kagum dengan ketabahan mereka, mungkin ada yang berkata alah bisa tegal biasa, berapa lamakah baru bisa itu menjadi alah, dan tegal itu menjadi biasa. Pastinya bukan sekejap waktu. Dan sakitnya begitu dalam.

Sebelum kaki menjejak bumi Malaysia tercinta, di fikiran ini sudah terbayang makanan-makanan yang terlalu sukar diperolehi di UK sana. Bila sampai di bumi ini, dan makanan itu di jamah, teras seperti tawar tiada rasa, dek peritnya rasa hati yang merindu, dek peritnya mengingatkan makanan ini tak dapat dikongsi dengan mereka-mereka yang tercinta. Kosong. Nikmat yang di hijab oleh hati yang terlalu rindu.

Dugaan datang berbagai cara, hati meronta-ronta ingin segera pulang ke Sungai Petani untuk bertemu bonda dan ayahanda tercinta serta keluarga disana. Urusan visa yang sepatutnya dapat dilunaskan pada Jumaat semalam selewat-lewatnya tidak dapat di tunaikan. Dokumen masih tidak lengkap. Bila yang merancang insan yang lemah seperti kita, maka siapa kita untuk bertanya apakah perancangan Allah yang lebih hebat buat kita? Pasti ada. Yakin dan penuh yakin. Rasa kecewa di hati, terubat atas keyakinan bahawa yang merancang buat kita adalah Yang Maha Kuasa.
Alhamdulillah, Allah kurniakan mama yang sanggup menemani suami dan anak-anak di sana. Kak yong juga ada membantu. Buat suami yang tercinta, betapa pengorbanan abang tidak terhitung, merawat dan merehatkan hati anak-anak yang gundah. Tangisan Hasya di malam sebelum hari perpisahan sudah meruntun rasa, anak sekecil itu minta penjelasan kenapa umminya harus berjauhan darinya. Maka runtuhlah tembok air mata ummi dan dalam deraian airmata ummi rungkaikan silangkata yang tersimpul dibenak anak itu dan fahamlah anak atas perpisahan sementara ini.
Panggilan telefon dari suami tercinta dan anak-anak selalu mengubat rasa rindu, ada juga yang seperti menarik2 jurai hati, bila Hafiy mula mengangis

"ummi, baliklah ummi, baliklah ummi....., Hafiy sayang ummi..."
maka ummi manakah yang dapat menahan rasa?

Kepada Allah ummi panjatkan doa dan memohon semoga Allah lontarkan rasa tenang dan bahagia, serta titipkan rasa rindu yang bakal mengikat lagi hati-hati kita InsyaAllah. Biar rindu kita menjadi manis bukan lagi sakit.... Redha adalah kata kuncinya.... bagaimana mengajarkan redha pada anak-anak sekecil mereka, bila orang sedewasa kita juga tenggelam dalam mencari-cari pengertian redha itu sendiri.

------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan jika sesuatu kesusahan mengenaimu janganlah engkau berkata : jika aku telah berbuat begini dan begitu, begini dan begitulah jadinya. Melainkan hendakalah kamu katakan : Allah telah mentaqdirkan dan apa yang ia suka , ia perbuat ! " Kerana sesungguhnya perkataan : andaikata... itu memberi peluang pada syaitan " . (Riwayat Muslim)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Memori bersama dengan semua sepanjang empat hari sebelum tarikh berangkat masih segar, betapa kita gembira dengan nikmat yang Allah kurniakan. Jaulah kita ke Snowdonia, menerbitkan rasa kerdilnya insan atas kekuasaan yang Maha Esa, betapa alam yang rumit ini ditadbir begitu indah, inikan pula rahsia takdir kita. HambaMu redha ya Allah.


















,

Wednesday, 14 April 2010

Memori Berjuang - Minggu kita dimuliakan Allah...

(Kredit sumber- google image)

بسم الله الرحمن الرحيم

Ummi menulis dengan hati yang penuh rasa yang berbagai... sungguh istimewa minggu ini buat kita. Lama masa yang ummi ambil untuk melakar tinta maya buat anak-anak. Tiada yang mengambil masa ummi selain pelajaran dan keluarga. Jika lebih masa diberi pada pelajaran, bukanlah masa buat keluarga dikurangkan. Cuma wacana maya yang menjadi asing.

Minggu ini anak, kita dimuliakan Allah dengan kehadiran Tah(abah's mum) menambah ceria keluarga kita. Tah datang membawa warna pelangi, menghembus jauh bauan rindu yang semenjak begitu lama menghurung hati-hati kita. Sungguh, gembira yang hadir bersama seorang ibu, sukar diungkap walau oleh mulut seorang anak itu. Saat pipinya kita kucup seperti sudah terbau haruman syurga. Beruntunglah anak-anak yang masih diberi kesempatan mengucup pipi ibunya dan memandang ibu kita dengan penuh kasih sayang. Beruntunglah kita wahai anak.

Tah juga seperti melepas rindu pada cucu-cucunya yang sudah 2 tahun setengah tidak bersua wajah. Di mulut terus memuji betapa cucu-cucunya semakin cantik dan semakin kacak. Pada mata siapa lagi kan? Kalau bukan pada mata si pemilik hati yang mengasihi yang memandang ciptaan dan kurniaan Allah kepadanya itu selayaknya terus di puji. Semakin besar, semakin tinggi. Tersenyum simpul anak-anak ummi, masih malu-malu.

Ikatan kasih sayang yang terbina semenjak azali, terukir di luh mahfuz, tidak memerlukan masa yang lama untuk bertaut utuh. Kasih sayang mengalir bak sungai nil dan Mesir yang takkan pernah terpisah.

Dan saat catatan maya ini ummi coret, hati ummi ini bergelut sendiri, zahirnya hati masih dibuai gembira. Di lubuknya terus mencengkam saat terkenang esoknya ummi akan berangkat pulang ke tanahair Malaysia tercinta. Urusan yang tidak boleh tidak, berkenaan visa yang akan memungkinkan titik peluh dingin musim salju dulu tidak sia-sia. Pengorbanan yang memaksa ummi pulang sendiri dan kalian bersama abah meneruskan hari-hari indah bersama Tah InsyaAllah.

Yang tabah merindu dan selalu dirindu bakal bertemu, yang bakal merindu dan bakal dirindu entah bagaimana? Hati ummi bakal rindu kalian anak-anak ku, sedangkan belum berpisah rindu itu sudah bertamu, inikan pula bila saat itu harus kita tempuh esok. Dan sudah pasti juga kekasih hati ummi, yang sangat ummi kasihi, sayangi dan hormati, abah, akan ummi rindui setulus hati. Bila mengenang rindu ummi pada kalian, seorang ibu yang bakal merindui anak-anaknya, terkenang ummi pada rindu tok mak di Malaysia pada anaknya yang sudah 2 tahun setengah tidak bertemu.

Kalau rindu ummi pada kalian ummi hitung, pasti rindu tok mak pada ummi anaknya berlebih lagi. Bertekadlah azam didalam hati, akan ummi ubati rindu seorang ibu yang tabah mengharungi rindu itu sendiri. Akan ummi sirami dengan rona-rona bahagia pada wajah seorang ibu yang mulia, InsyaAllah. Ummi mohon pada Ilahi, semoga urusan ummi dipermudahkan Allah, supaya cepat juga ummi merebahkan kepala keribaan seorang ibu yang pasti akan mengelus lembut rambut anaknya, walau sedewasa manapun anaknya ini. Supaya cepat, pipinya ummi kucup dan pipi ini dikucup lalu, berderailah semua rindu yang membatu. Supaya cepat, zahirnya ummi peluk penuh kasih sayang dan batinnya tenang mengumpul ubat buat penawar rindu yang mendatang.

Dan anak-anak doa juga ummi panjatkan supaya hati-hati orang yang bakal merindu (anak-anak dan suami tercinta) akan dipelihara Allah dan dikurniakan ketenangan. Moga bila saat ummi berangkat pulang kepangkuan suami dan anak-anak, hati ibu yang merindu bertahun lamanya itu sudah berbunga riang dengan kembangan mekar yang bakal mencipta memori yang mengubat rindu yang bakal bertandang. Dan hati-hati yang menanti ummi penuh segar dan mewangi jua.

Yang merindu dan dirindu bakal bertemu, doa ummi iring yang bakal merindu dan bakal dirindu.

p/s: Buat ukhti-ukhti di Cairo dan Mansourah selamat bergelut dengan exam, Bittawfiq ya ukhti.

Friday, 26 February 2010

Memori Berjuang - Perginya....... hidupkan di hati kita

Salam rindu buat anak-anak, di hari kembali mengadapnya Rasulullah kita yang tercinta kepada yang dicintai baginda Allah S.W.T. 12 Rabiulawwal 11 Hijrah, 632 Masihi.

Ummi merasakan, ummi ini terlalu kerdil untuk menceritakan dan mengulas tentang saat kewafatan kekasih Allah dan semoga baginda juga adalah kekasih kita yang sejati. Alhamdulillah, penceritaan Habib Ali Al Jufri, ulama' dari Yaman, yang susur galurnya bertemu dengan Rasulullah ini lebih membuatkan getar rindu kita buat kekasih Allah, Nabi Muhammad S.A.W lebih bercambah. Semoga kita menjadi ummat yang menjaga dan mengikuti sunnah baginda dengan baik sehingga kita pula dijemput kembali mengadap yang Maha Esa. Aameeen. Hayatilah wahai anak.











Thursday, 25 February 2010

Memori Berjuang - Ummati... ummati... ummati...

Salam penuh rindu buat anak-anakku, ingat lagikah anakku,

"Ummi, hari ni kakak dengan hasya dah hafal surah Al-Fil", cerita kakak penuh gembira selepas pulang dari kelas hafazan di masjid beberapa minggu lepas.

"Kakak ngan Hasya tahu tak surah Al-Fil ni surah tentang apa?" tanya ummi.

"I don't know ummi," jawab kakak dengan Hasya.

"Al-fil, ni cerita tentang tentera bergajah dari sebuah negara luar dari Mekah, negara tu nama dia Yaman. Tentera dengan gajah ni datang masuk Mekah, nak musnahkan kaabah." cerita ummi.

"Ketua tentera-tentera ni nama dia Abrahah, dia jeles sebab orang arab suka pegi Mekah untuk beribadat di Kaabah, dia ada buat gereja besar kat negara dia, di Yaman sana, tapi tak ada orang nak pegi." sambung ummi lagi.

" Jadi, Abrahah ni pun nak pegilah musnahkan kaabah, sebab dia fikir kalau dah tak ada kaabah, semua orang akan pegi gereja dia pula,"sambung ummi lagi.

"Allah kan Maha Berkuasa atas segalanya. Kaabah kan rumah Allah. Kita selalu jaga rumah kita, kan, kita nak rumah kita bersih, cantik, tak ada orang ganggu rumah kita, tak ada orang masuk rumah kita tanpa izin. kan" ummi menyelit cerita.

" Allah juga jaga rumah Allah dengan menghantar burung-burung yang membawa batu kecil-kecil. Burung pun baling batu kecil tu pada tentera dan gajah-gajah tu semua, bila kena jer batu tu mereka pun mati." Tambah ummi.

" Ditahun yang tentera bergajah ni datang nak serang Mekah ni juga, Rasulullah kita yang tercinta di lahirkan."

"Baginda dilahirkan pada hari Isnin 12 Rabiulawwal 571 Masihi. Dan dikenali sebagai tahun gajah. ", ummi menutup cerita.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Surah Al Fil :105:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bahagian ini belum ummi ceritakan anak-anak, InsyaAllah akan ummi ceritakan bila ummi pulang dari sekolah nanti.

Banyak kisah dan sirah Rasulullah yang boleh kita renungi. Kita harus pelajari dan fahamkan. Bagaimana ketegasan rasulullah, bagaimana lemah lembutnya rasulullah. InsyaAllah akan kita fahamkan melalui fasa-fasa pembelajaran anak-anak. InsyaAllah.

Yang paling terkesan dihati ummi adalah, kisah khutbah wida' Nabi Muhammad S.A.W. Khutbah yang disampaikan oleh baginda di musim haji baginda yang terakhir. Berbondong-bondong manusia datang bersama baginda mengerjakan haji dan mendengar khutbah baginda.

Wahai Manusia, Dengarkanlah baik-baik apa yang hendak ku sampaikan dan katakan, aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini.

Oleh itu, dengarkanlah dengan teliti kata-kata ku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak hadir disini pada hari ini.

Wahai Manusia, Sepertimana kamu menganggap pada bulan ini dan kota ini suci, maka anggaplah bahawa jiwa dan harta setiap orang muslim itu sebagai amanah yang suci.

Kembalikanlah harta-harta kamu yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu menyakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula.

Ingatlah sesungguhnya kamu akan menemui tuhan kamu, dan Dia pasti akan membuat perhitungan di atas amalan-amalan kamu.

Allah S.W.T telah mengharamkan riba', oleh itu segala urusan yang melibatkan riba adalah terbatal melalui sekarang.

Berwaspadalah kamu terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu, dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara yang besar, maka berjaga-jagalah kamu agar tidak mengikutinya dalam perkara-perkara yang kecil.

Wahai Manusia, Sebagaimana kamu mempunyai hak ke atas isteri kamu, maka mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk mendapat makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah kamu terhadap mereka, kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Hak kamu ke atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan di larang melakukan zina.

Wahai manusia, Dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, tunaikanlah zakat-zakat dari harta kekayaan kamu dan kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu.

Ketahuilah bahawa setiap muslim adalah bersaudara kepada muslim yang lain dan tidak seorang pun dari kamu lebih mulia daripada yang lain kecuali di dalam soal taqwa dan amal soleh.

Ingatlah bahawa kamu akan menghadap dan menemui Allah S.W.T pada satu hari kelak untuk dipertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaan ku.

Wahai manusia, Tidak ada Nabi dan Rasul yang akan diutuskan selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu.

Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang mana sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku ini menyampaikanya pula kepada orang lain, dan hendaklah orang itu pula menyampaikannya kepada orang lain, semoga yang terakhir itu lebih memahami dan menghayati kata-kataku daripada mereka yang mendengar terus dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMu.

Begitulah pesanan akhir Nabi kita tercinta. Lengkap dan jelas.

Begitupun juga, ketika saat-saat Nabi S.A.W sedang bergelut dengan maut, baginda masih memikirkan tentang nasib kita umatnya. Dibibir beliau masih menyebut ummati, ummati, ummati. kita ummatnya. Sayang sungguh baginda dengan ummatnya walau kita tak pernah bersua. 12 Rabiulawwal juga adalah tarikh kematian nabi kita, satu hari yang amat sedih sekali buat umat Islam seluruhnya.

Alangkah malunya kita anak-anak, bila mengaku kita ini umatnya tetapi kita mengasingkan sunnah baginda dari kehidupan kita. Al-Quran dan Sunnah adalah tali kuat yang mengikat kita dengan syurga Allah, InsyaAllah. Teruslah dalami dan selami Al-Quran, beramal dengannya. Perbaikilah diri kita untuk terus mengikuti sunnah rasul dengan baik sehingga akhir hayat kita, InsyaAllah. Seluruh kehidupan ini sentiasa ada ruang untuk kita memperbaiki diri kita Insya Allah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

33:21

33:21 Sahih International
There has certainly been for you in the Messenger of Allah an excellent pattern for anyone whose hope is in Allah and the Last Day and [who] remembers Allah often.

Tafsir al-Jalalayn
Verily there is for you a good example (read iswa or uswa) in the Messenger of God, to emulate in combat and in holding one’s ground [therein], for whoever (li-man substitutes for lakum, ‘for you’) hopes for [the encounter with] God, fears Him, and the Last Day, and remembers God often, in contrast to those who do not.

Malay
Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

****Catatan ini sesungguhnya anakku adalah buat ingatan ummi sendiri disaat ini. Semoga bila diri terasa alpa, ummi akan kunjungi lagi entri ini dan bermuhasabah selayaknya.




(kisah nabi Muhammad)


(menyentuh jiwa)


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails