Showing posts with label doa anak. Show all posts
Showing posts with label doa anak. Show all posts

Wednesday, 15 February 2012

Blossoms Memory - Duhai anak ~15-02-12~


Kad dari Hafiy, I love you too my honey bee, XOXOXO, kad yang diberi dengan ciuman dan pelukan, hati ummi mana yang tak pernah cair. <3

Oh Hasya, empangan airmata ummi tak tertahan lagi, terlalu berat tanggungan kamu wahai anak-anak, masa itu terlalu menjerut kita duhai permata hati. Ummi mohon Allah lapangkan masa buat kita dan Allah tenangkan hati-hati kita. Thanks sayang, and InsyaAllah ummi will never give up my dear sweetie pie.

'Ummi do your best and never give up. Please finish your work so we can have all the time together.'

Luar Kad Hasya

Kad hasil tangan Humaira - terima kasih sayang, InsyaAllah ummi will study hard and ummi need all your doa, love you lots my best friend, my apple of my eye.

Duhai Ar-Rahman,
Duhai Ar-Rahim,
Saat diri sendiri tenggelam dalam nombor-nombor yang tak pernah habis, rupanya anak-anak tenggelam dalam rindu yang sarat.

Saat dan ketika ini, bila ummi bermain dengan graf-graf dan simulasi Matlab yang entah di mana hujungnya, anak-anak yang bercuti sekolah, menarikan jejari kecil kalian di atas kertas putih.

Bila ummi berenang-renang dalam memahami metod statistik yang seperti susun silangkata, kalian juga berenang-renang dalam khayalan dan warna air.

Bahu rasa perit dek berlama menaip dan menghadap komputer, tapi ummi yakin perit lagi kalian menanggung rasa rindu untuk menghabiskan masa bersama ummimu ini anakku.

Sabarlah sayang, perjuangan kita InsyaAllah bersulam pahala.

Alhamdulillah, ummi punya suami paling hebat di universe ini.

Kalian di bawa bermain tennis (permintaan Hasya), di bawa bermain bowling (permintaan Humaira) dan kalian di bawa membeli belah di Morrison (permintaan Hafiy) dan kalian juga di bawa bermain Golf di 'driving range', oleh abah. Alhamdulillah masa kalian terisi InsyaAllah.

Terima kasih, sayang berkorban masa dan tenaga untuk menjayakan cita-cita kita bersama, pastilah tulang rusuk abang ini kan selalu rapuh kalau tiada abang di sisi.

p/s: Ayam masak kicap malam ni sungguh enak sekali. <3

Friday, 16 December 2011

Blossoms Memory - Kalian juga guru



Assalamualaikum buat anak-anak ummi yang mukmin dan mukminah. Kalian sentiasa dalam doa ummi dan abah setiap saat dan waktu. Hadiah paling indah yang dapat ummi dan abah berikan buat kalian adalah doa yang tak pernah putus InsyaAllah.

Terlalu lama rasanya ummi tidak menulis tentang kalian. Sunggu banyak memori kalian yang ummi ingin simpankan dalam tulisan maya ini, semoga ada yang boleh menjadi iktibar suatu hari nanti buat kalian.

Alhamdulillah, saat ummi menulis, kita dihantarkan seorang bidadari oleh Allah menemani kembara kita dibumi yang sedang menempuh sejuk. Ibunda ummi dan tok mak kalian berada bersama kita dan sungguh terasa hidup sangat diberkati Allah. Kita terasa-rasa seperti diselimuti kasih sayang setiap masa. Ada pipi 'lembut' (kata Hasya) untuk dicium, siku 'lembut' untuk digentel oleh Hasya. Allah.... nikmatnya.

Sejak beberapa bulan yang lalu kakak Humaira selalu berdoa untuk mendapat peran menjadi Dorothy dalam school play 'Wizard of Oz'. Dan selalu jugak ummi pesan,

"Kakak boleh berdu'a, tapi kalau Allah belum izinkan kakak dapat apa yang kakak mintak, kakak jangan sedih. Kalau kakak tak dapat jadi Dorothy sekarang, nanti Allah ganti yang lebih baik dalam syurga, atau Allah akan replace with something better later on, but you have to continue make du'a, OK?" Terang ummi.

"ooo, if we didn't get what we pray for, Allah will save for us in syurga?" tanya kakak

"Ya sayang, InsyaAllah."

Allah suka orang yang berdu'a, terlihat disitu betapa kebergantungan kita kepada Allah, Allah tidak suka orang yang tidak berdu'a, malah Allah berfirman didalam Al Quran [40:60]


40:60

Dan Tuhan kamu berfirman: "Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina"

Alhamdulillah dengan izin Allah, kakak Humaira dapat berlakon sebagai Dorothy untuk school play, Ada dua Dorothy, satu untuk parents show dan satu untuk school show. Kakak dapat berlakon untuk school show. Latihan berlakon dapat InsyaAllah dapat membuat kakak menjadi seorang yang ada 'self-confidence dan juga melatih 'public speaking' skill. Alhamdulillah kakak dapat menjalankan amanah dengan baik sebagai Dorothy.

Hasya Amalin, semakin meningkat usia semakin jelas sifat bertimbang rasanya, lembut hatinya. Ummi masih ingat jelas, peristiwa beberapa bulan lalu, bila Hasya jatuh dari 'monkey bar' dan siku Hasya retak. Saat itu Hasya menangis-nangis kerana terlalu sakit. Abah yang sangat panik pun pitam. Hasya yang melihat abah pitam terus berusaha melupakan sakit ditangan.

"Abah, bangun abah, Hasya tak sakit lagi, abah bangun...." kata Hasya dalam esak tangis, bila melihat abah yang baru tersedar dari pitam.

"Abah I am ok now, it doesn't hurt so much, I am OK Abah, are you ok abah?", terus-terusan Hasya yang kesakitan memujuk abah.

Kemudian bila abah sudah kembali segar, Hasya berbisik kecil dalam tangis ditelinga ummi. Takut didengar oleh abah.

"Ummi, it's really hurt ummi, it's really hurt, Hasya tak boleh tahan..." sambil terus menangis.

Kita terus ke A&E, Di Leeds General Infirmary dan malam itu Hasya pulang dengan plaster casting dari lengan sampai ke pergelangan tangan.

Semoga Allah terus menanamkan perasaan timbang rasa yang mendalam pada anak yang senang tersentuh hati itu.

Hasyalah orang paling gembira bila tok mak datang sini, orang lain juga sangat gembira tapi Hasya paling gembira. Hasya paling suka menggentel siku tok mak. siku tok mak lembut kata Hasya. Jadi untuk mudah main siku tok mak, Hasya menjadi teman tidur tok mak. Anak ummi dan abah yang solehah.

Anak yang sangat penuh dengan akal dan bertuah itulah Hafiy Addin. Anak lelaki yang paling kecil dalam keluarga saat ini. Dalam usia 5 tahun setengah ni, macam-macam perkara yang ingin dicuba, habis semua kereta mainan dibuka dengan screw driver abah.

"Ummi, I like doing this you know," Ummi dan abah hanya tersenyum saja. Bukalah anak semoga fikiran semakin berkembang dengan eksplorasi mu.

Abah mengambil keputusan membeli mainan yang memerlukan Hafiy memasang mainan tersebut mengguna kan nuts dan screws. Alhamdulillah Hafiy sangat suka.

"Ummi, ini macam bob the builder isn't it?" kata Hafiy.

Ada peristiwa lucu yang tak boleh ummi lupa, dan selalu menjadi gurauan ummi dan tok mak sekarang.

Ummi beberapa kali melarang Hafiy yang suka buat rolling atas katil, sungguh bahaya, ummi sangat risau takut Hafiy terjatuh katil waktu 'rolling'.

Baru sahaja ummi mengalih perhatian, tetiba ummi dengar dentuman kecil didalam bilik Hafiy. Bila ummi tengok Hafiy, Hafiy sudah terjatuh dari katil.

"aaa..... kan ummi dah kata, tak maulah rolling atas katil macam ni......" Belum sempat ummi habiskan ayat, dalam air mata yang mengalir dan tangan yang masih memegang kepala, Hafiy mengeluarkan kata-kata ini:

"Ummi, don't say it.. don't say like that, it makes me more hurt......" dengan air mata mengalir. Mungkin bila hati merasa sakit, kepala juga berdenyut keras selari dengan hati yang sakit.

Semua marah dan leteran ummi terus ummi telan sendiri, ummi rangkul Hafiy peluk dan usap kepala yang sakit. Ummi tak tahu nak menangis atau tertawa, yang terzahir hanyalah senyum dan tangis yang terlekat dikerongkong.

Ummi belajar dari Hafiy, kalau ada marah dan nasihat yang hendak dilontarkan, rawat dulu sakit dan luka, kemudian masa anak dalam pelukan lontarkan nasihat InsyaAllah saat itu hati anak tengah lembut senang untuk nasihat meresap. Dan tona suara kita juga berbeza saat kita memberi nasihat dikala marah dan saat kita memberi nasihat sewaktu tengah memujuk. Anak dapat mengesan tona suara kita dari diri kita sendiri. Getaran suara marah tertahan dari menusuk hati anak. Tona suara memujuk seperti highway masuk ke dalam hati anak InsyaAllah.

IT MAKES ME MORE HURT...... itulah juga kata-kata ummi pada tok mak, kalau tok mak nak marah-marah ummi sebab malas baca buku... *tersenyum lebar*, dan tok mak akan ketawa kecil mendengar ummi menyebut perkataan itu.

Oh anak-anakku, sesungguhnya ummi dan abah banyak belajar melalui kalian.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا

أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Maksudnya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepadaMU dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepadaMU.” (Al-Baqarah : 128)


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ

سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (Ali-Imran : 38)


رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ

أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim:35)


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim : 40)


رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ

يَقُومُ الْحِسَابُ

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim : 41)


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ

أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan:74)


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي

أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ

صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Bermaksud: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibubapaku dan supaya aku dapat berbuat amal soleh yang Engkau redhai: berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (Al-Ahqaf:15)




Wednesday, 16 November 2011

Blossoms Memory - Doa yang dimakbulkan

Pic: credit to lensa hanim awang

Assalamualaikum anak-anak ummi yang ummi cintai dan kasihi,

Alhamdulillah, terima kasih Allah atas nikmat masa yang Engkau kurniakan, sungguh terasa Engkau pilih diri untuk terus mengisi masa-masa yang lapang dengan kesibukan yang Engkau hantarkan. Alhamdulillah.

Dalam beberapa selang masa ummi tidak menulis untuk anak-anak, terlalu cerita yang terukir, dan banyaknya ummi simpan dimemori hati, ummi doakan semoga Allah izinkan ummi punya waktu untuk menzahirkan dalam tulisan buat kenangan anak-anak nanti.

Waktu ini kita dikurniakan Allah dengan keberkatan yang melimpah, kehadiran tok mak ditengah-tengah keluarga kecil kita seperti melengkapkan susun silang. Sungguh terasa keberkatan hadirnya seorang ibu yang setiap doanya tidak terhijab. Segalanya terasa mudah. Allah hantar tenang dihati.

"Mak doakan kak na, esok nak mengadap tok guru (perjumpaan dengan supervisor), mak doakan mudahkan, lancarkan lidah supaya depa paham apa yang kak cakap," pinta ummi selepas berminggu berhempas pulas mengulangkaji theory dan jurnals.

Dan dengan izin Allah, keyakinan penuh doa seorang ibu Allah makbulkan, Allah pinjamkan ilmuNya untuk ummi fahami, dan perjumpaan selalunya berakhir dengan baik.
Rasulullah saw. bersabda: "Ada tiga doa yang pasti dikabulkan doanya, tidak diragukan lagi: 1. Doa orang yang teraniaya, 2. Doa seorang musafir, 3. Doa orang tua kepada anaknya". (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 3862).

Dan beruntunglah ummi dan abah, punya 4 orang tua yang masih mendoakan kami, yang Allah janjikan doa mereka akan dikabulkan.

Dan anak-anak kalian punya doa kami ibubapa yang sentiasa hadirkan kalian dalam doa kami. Dan juga datuk dan nenek yang selalu mendoakan zuriat keturunannya supaya tetap dalam agama Allah, tetap mendirikan solat, dan menjadi insan berguna buat agama Allah dan orang lain. InsyaAllah.

Terima kasih Allah.

~Menulis sambil menikmati nasi goreng lazat buatan tokmak, dibekalkan dengan sebekas besar nasi goreng buat ummi berkelana menuntut ilmu diuniversiti~ Allah, nikmatnya seorang ibu.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Doa untuk hari ini:

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2344.
Dari Zaid bin Arqam r.a.katanya: "Aku tidak akan mengatakan kepada mu kecuali apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Beliau sering berdoa:

"Allahumma inni a'uzubika minal 'ajzi, wal kasali, wal jubni, wal bukhli, wal harami, wa 'adzabil qabri. Allahumma aati nafsi taqwaaha, wa zakkiha anta khairu man zakkaaha, anta waliyyuha wa maulaaha. Allahumma inni a'udzu bika miln 'ilmin laa yallfa', wa min qalbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa mill da'watin laa yustajaabu laha."

" ( Wahai Allah! aku berlindung dengan Engkau dari kelemahan, kemalasan dan ketakutan, kepikunan dan dari seksa kubur. Wahai Allah! Isikanlah jiwa aku dengan sifat taqwa dan bersihkanlah dia, Engkaulah yang terbaik membersihkannya, kerana Engkaulah pelindung dan pemeliharanya. Wahai Allah! aku berlindung dengan Mu dari ilmu yang tidak bermanafaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak mahu puas dan dari doa yang tidak berjawab)"
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Friday, 8 April 2011

I am 5 now, I need to solat - 7/4/11, Sanah Helwah ya Bunay, Hafiy Addin Hizamel


Assalamualaikum anakku sayang,

Teringat 5 tahun yang lalu, pertarungan nyawa, Allah ganjarkan dengan lahirnya putera yang kami tunggu-tunggu.

"Aziati, kenapa tak cakap dah nak push... nie baby dah nak keluar sangat nie, sempat ker tak saya pakai glove ni... tahan sekejap yer.. " Terngiang-ngiang suara Dr. Maziah. Dan sekarang Hafiy berada di atas dada ummi. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. Sekejap tadi, bila Hafiy tidak bersuara menangis, terasa seperti gelap sekejap dunia, Dr. Maziah uruskan Hafiy sambil abah ada disisi, melihat apa yang terjadi. Tertelan air ketuban agaknya. selepas beberapa minit, anakanda mula menangis nyaring, dan ummi mula mengukir senyum, abah juga.

Abah keluarkan air zam-zam dan kurma yang abah bawa. Jururawat serahkan Hafiy untuk abah azankan. di pagi Jumaat yang penuh keberkatan, anakanda abah azankan dengan suara yang paling indah, penuh harapan, kalimah suci yang pertama anakanda dengar akan menjadi kalimah suci yang anakanda junjung sepanjang hidup anakanda. Kemudian, abah alirkan air zam-zam kedalam mulut anakanda dah abah tahnikkan dengan sedikit kurma yang abah kunyah, ummi yang masih lemah memerhati dari jauh, sambil doktor Maziah menjalankan tugas yang berbaki.

Allahuakbar, abah serahkan anakanda untuk dibersihkan oleh jururawat. Dan kami jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada anakanda kami ini. Perasaan yang Allah kurniakan buat para ibubapa yang menumpahkan pandang pada cahayamata mereka.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

'Ummi, Hafiy baby lagi, Hafiy is still 4, I am not yet 5 years old...' itulah alasan Hafiy bila ummi suruh Hafiy solat sekali atau baca IQRA'. Cabaran dengan anak lelaki berlainan sungguh dari anak perempuan.

Pagi semalam bila Hafiy bangun tidur, Hafiy kata, 'Owhh, it's today, today is my birthday, I am 5, now I need to solat and baca IQRA'. Alhamdulillah, ingat juga anak ummi.

Nak ketawa pun ada juga. Hafiy, Hafiy.

Semalam, cuaca sangat indah, Allah kurniakan cahaya matahari gemilang yang jarang-jarang ada di bumi UK ini.



Pagi indah, ummi sibuk mengambil gambar 'cherry blossoms' putih depan rumah yang sedang mekar, memandangkan hari ni sangat sunny, jadi indahnya Allah sahaja yang tahu. Terlihat, Hafiy berlari-lari menuruni tangga dengan pantas.

'Ummi, here's cherry blossoms for ummi,' Hafiy menghulurkan beberapa kuntum cherry blossoms yang dikutipnya di bawah.



Owh so sweet, my darling baby. It's your birthday and ummi is the one who got the flowers.

Abah dan ummi, bawa Hafiy dan kakak-kakak pergi ke Farm (Meanwood Valley Urban Farm), lebih dekat dengan alam, tadabbur alam yang indah yang Allah kurniakan buat manusia. Surprise yang sangat menggembiranya anak-anak, buat ummi dan abah lebih gembira. Pilih-pilih hadiah sendiri di Pound Land dan kita akhiri dengan makan tengahari di Mumtaz. Alhamdulillah.

'Today is the best day ever..' ayat yang membuatkan hati ummi dan abah sejuk. Alhamdulillah...

Terima kasihlah pada Allah duhai anak-anakku, dilontarkan rasa kasih sayang dan ketenangan yang hanya Dia memiliki semua itu. Hak Allah yang hanya dengan rahmatNya sahaja kita akan dapat merasainya.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Duhai anakku, doa ummi terlalu banyak, terlalu banyak buat kalian. begitu juga abah.
Ummi doakan semoga Hafiy membesar menjadi mujahid soleh lagi musleh. Membesarlah anakku menjadi mujahid yang berjuang di jalan Allah, menjadi salah satu titik dalam kebangkitan Islam. Allah tak perlukan kita untuk menaikkan agama ini anakku, kerana Allah itu Maha Besar, kitalah anakku yang perlukan Allah dan perlukan rahmat Allah untuk menjadi saham urusniaga kita dengan Allah di alam yang satu lagi.

Duhai anakku, tiadalah harta yang paling berharga buat ummi dan abah dinegara yang kekal abadi nanti, melainkan anak-anak yang soleh yang mendoakan, ummi berdoa semoga Allah kurniakan rahmatnya dan menjadikan Hafiy dan kakak-kakak anak-anak yang soleh, solehah buat ummi dan abah dan bekal pahala kami terus bertali arus melalui kalian anak-anakku...

Ya, Allah, jauhkanlah kami dari menjadi ibubapa yang durhaka, durhaka bila dunia ini lebih kalian dambakan dari negara akhirat. Ya Allah, kurniakanlah kami ilham dan ilmu semoga dapat kami didik anak-anak dan bekalkan mereka dengan ilmu akhirat, untuk kehidupan yang kekal. Allah, izinkanlah kami untuk terus mendalami ilmuMu ini, ya Allah agar dapat kami bekalkan anak-anak kami dengan ilmu yang menurut syariatMu.

Ya Allah, jadikanlah kami dan anak-anak kami orang-orang yang berjaya dalam 'jualbeli' denganMu ya Allah. Aameeen

Selamat Hari Lahir anakku.... Abah, Ummi dan kakak-kakak sayang Hafiy sangat-sangat. Lagu untuk Hafiy dari Ummi... :)


Friday, 1 April 2011

It's all worth it - Sanah Helwah Ya Bunayyati...Humaira Ardini Hizamel


Nine Years ago, at about this time, Ummi and abah was beaming with the new founded joy of becoming a parents ourselves. Abah was still recovering from the tiredness of being a cheerleader during the birth process. Though, there is no trace of fatigue in him, I guess the joy did outweigh the effect of sleepless night before. As for me, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.... He pour His mercy and and Bless us with one beautiful and healthy girl any mother could ever ask for. I am thankful. No words could ever describe it.

Let us recall our life today in UK my dear, InsyaAllah you'll find time to scroll down this mumbling of your old ummi one day in the future, and you would want to find a particular writing that mark your 9th birthday. Ummi might forget most of the memories in that day if I never write them, or maybe Allah knows best, ummi and abah might not be among you all that day, to tell stories and recall memories.

------------------------------------------------------------------------------------

Being raised in this open country, with open-minded people, sometimes too open that children will end up asking you, how a baby is being born. I remember myself never got to ask this kind of question to my parents.

And things become easier to explain, when there is actually a very good documentary here on childbirth. 'One born every minute'. We would sit together and watch this documentary. From normal birth, to epidural and to c-section. It's all explained in one series only.

"Ummi, it must be very difficult and must be very painful? you asked.
"Yes dear, it was." Ummi answered.

---------------------------------------------------------------------------------------------

And do you know dear, I cannot even remember one bit of it, when you hug me, because it's all worth it.

I cannot even remember the difficulties, when you kiss me, because it's all worth it.

When I wrap my hand around you, and gather you on my lap, that strong, warm and comfortable feeling erase all the pain and it's all worth it.

Now, when you come home from school and see me at home and hear your voice calling me, "ummiiiiii..." with all the joy seeing me in your voice, make it all worth it.

Now, seeing you secretly, calming your sister and brother at the back of the car, when you know ummi had enough of their fighting with each other.... saying in a low volumed voice as if ummi cannot hear it, " shhhhhh, you guys stop fighting.... see ummi is sad.." make it all worth it, you've turned out to be a responsible sister.

Now, listening to your teacher, saying that you are in the top group of every subjects, you are very sporty, you in fact the only person in class that actually 'googled' everything being tought at school - that make me laugh though. Your work is a head of class. She is really proud of you, and she said we must have been really proud of you... in fact dear we always do, regardless, It's all worth it.

Now, listening to the surahs that you memorized, my heart would want to freeze the moment and tell you, it's all worth it.

Now, watching you being an Imam in a prayer to your sister and brother after you come home from school, it's like having a cold water in a very hot desert for me, it was all worth it dear darling.

----------------------------------------------------------------------------------------------

Love,

Humaira Ardini Hizamel,

Ummi prays that Allah will grant ummi and abah with the wisdom to bring you up in this temporary world, to prepare yourselves for the world after. The permanent world that hopefully will gather us all in Jannah InsyaAllah.

Ummi prays that you will become the best muslimah to this ummah, best servant to Allah and the best daughter any parents would ask for. The best daughter that will always remember us in your du'a. The best daughter that will continue our good deeds eventhough we were no longer here in this world. The best daughter that will prolonged our beneficial 'ilm, though we have passed on.

Ummi prays that Allah will bestow His Blessing upon you all the times. Rest assure that as long as I live and with Allah will, you will always be in my du'a.

I love you my sweetie, honey bee. You always be my baby...........:)XOXOXO from ummi

Tuesday, 15 March 2011

Blossoms Memory - Abah dan doa Hasya


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Semoga catatan ini sampai pada anak-anak tatkala iman meninggi didada, diakal dan dihati InsyaAllah.

-------------------------------------------------------------------------------------------

Anak-anakku, saat ini ummi bergelut untuk menggerakkan kerja-kerja kajian ummi. Buntu juga rasa dan fikir tatkala berdepan dengan kenyataan, peralatan tidak berfungsi seperti yang dijangkakan, sedangkan kajian itu telah berlangsung lebih empat bulan. Allah, ujian ini dengan redhakah ummi lalui? InsyaAllah. Kesibukan ini mengundang jerut rasa pada kalian anak-anak.
Perubahan perasaan pada anak kecil yang tidak tahu bagaimana meluahkan perasaan rindu pada kami. Rindu pada tok mak yang pulang ke Malaysia. Rindu yang dizahirkan dengan tangisan dan kemurungan kalian. Berlarutan beberapa minggu di musim sejuk kita kali ini.

Allah, ujian ini terasa berat. Ummi dan abah memohon pada Allah, supaya mengilhamkan jalan keluar yang terbaik.

Pendekatan, didikan yang banyak menekankan kepada cerita-cerita tentang neraka Allah, atas perlakuan dan perbuatan yang tidak selaras dengan suruhan Allah dan tidak diseimbangi dengan penceritaan tentang kehebatan syurga Allah pada mereka yang patuh pada syariat Allah, mengundang resah dihati anak-anak rupanya. Terlalu takut andai mereka akan dimasukkan ke dalam neraka. Allah, amanah membesarkan anak-anak ini hebat rupanya.

Perlu tegas, tetapi tidak boleh terlalu keras, rapuh jalan ini, takut mereka patah ditengah jalan. Perlu berlembut, tetapi tidak lemah sehingga panjat mereka melebihi kepala kita.

'POSITIVE REINFORCEMENT'

Alhamdulillah, abah kalian sangat hebat orangnya, Alhamdulillah. Ditangani masalah ini dengan lembut dan tegas seorang abah. Seimbang. Setiap seorang anak itu berlainan 'approach'nya. Beliau tetap sabar.

Cadangan abah, supaya setiap kerisauan kalian, kalian ceritakan. Kalau tak boleh cerita, tulislah di atas kertas. Abah akan baca, dan abah akan bercerita (menyelesaikan kerisauan dengan bercerita). Kemudian kalian sama-sama mengoyak kertas tersebut.

"Benda yang Hasya risau dah habis kita dah koyakkan?" Kata abah.
"Hasya risau lagi tak..?"Tanya abah.

Hasya menggelengkan kepala. Alhamdulillah. Abah peluk anak-anak dengan erat sambil mencium dahi kalian. Allah sejuknya hati seorang isteri yang dikurniakan suami yang soleh dan penyayang. Alhamdulillah. Maka nikmat Allah yang mana lagikah yang hendak ummi dustakan?

"Sayang, kita kena selalu bercerita secara positif, kalau sebelum ni kita kata, kalau tinggal solat Allah masukkan dalam neraka, sekarang, positif approach adalah, kita kata, kalau kakak solat Allah sayang, Allah bagi pahala, Allah masukkan dalam syurga, dalam syurga itu indah, apa sahaja yang kita nak Allah bagi," usul abah pada ummi.

Dan mulai saat itu, abah dan ummi mula menekankan konsep positive reinforcement. Alhamdulillah. Abah tekankan tentang kepentingan berdoa. Dan anak-anak gigih berdoa selalu.

Hafiy yang sekarang sangat susah untuk makan, dipujuk dengan lembut oleh abah, berjaya juga abah menyuap nasi kepada Hafiy.

Hafiy selalu minta dibelikan mainan 'Bayblade' mainan yang berkonsepkan gasing diMalaysia. Hasil pujukan abah dan juga 'negotiation skill' abah, Hafiy bersetuju untuk menghabiskan belajar membaca menggunakan set 'Read Easy' sebelum dibelikan mainan 'Bayblade'. Alhamdulillah. Sebelum ini ummi tidak berjaya untuk memujuk Hafiy membaca set 'Read Easy' itu. Dengan sabar abah bekerjasama dengan Hafiy untuk set 'Read Easy' itu, Alhamdulillah, Hafiy hampir menghabiskan buku 2 dalam set tersebut. Mendidik anak lelaki membaca, bukan semudah mendidik anak perempuan membaca. Allah.

Terima kasih Allah, Engkau kurniakan kalian seorang abah yang penyabar dan berlemah lembut dan sangat kalian cintai, dalam pada itu ada tegas pada dirinya yang melahirkan rasa hormat kalian.

Terima Kasih Allah, Engkau hadirkan nakhoda yang penyayang dan banyak bertolak-ansur, sentiasa peka pada tanggungjawabnya sebagai ketua keluarga dalam baitul jannati kami ini. Alhamdulillah.

--------------------------------------------------------------------------------------------

"Ummi, kalau kita nak suami yang soleh bila kita besar nanti, kita kena mintak doa dari kecik lagi ye ummi?" Tanya Hasya suatu hari.

Dan sememangnyalah ummi terkedu. Ummi pun tidak pernah terfikir untuk berdoa begitu sewaktu umur sebesar Hasya.

"Ya Hasya, Hasya boleh minta doa dari sekarang, minta doa Allah bagi Hasya suami yang soleh nanti. " Jawab Ummi.

Hasya mengangguk dan memandang jauh. Berfikir agaknya.

Ya Allah jadikanlah zuriat-zuriat kami orang yang beriman dan sentiasa mendirikan solat, dan kurniakanlah kepada mereka jodoh yang beriman dan bertakwa dan sentiasa mendirikan solat ya Allah.

Terima kasih Allah, Kau kurniakanku seorang jodoh yang beriman dan soleh, penyayang dan bertimbang rasa. Alhamdulillah....



Thursday, 27 January 2011

Blossoms Memori - Anak yang soleh....

Assalamualaikum anak-anak kecintaan ummi dan abah,

Semoga Allah redha dengan kita.... sambil ummi dengar nasheed nie, hati terbang kepada ibu dan ayah kami. Semoga kalian juga bakal ingat kami dalam doa kalian InsyaAllah....


Thursday, 6 January 2011

Blossoms Memory - 3 Simpulan dan Subuh

(credit to Lensa Hanim Awang)

Assalamualaikum w.b.t anak-anak ummi dan abah yang sentiasa dalam ingatan dan hati. Saham negara akhirat, amanah yang harus dipertanggungjawabkan walau nyawa berpisah dari badan. Andai yang terdidik oleh kami bukan selari dengan perjanjian dengan Allah di alam rahim, panjanglah soal buat kami dinegara kekal abadi, andai tarbiah dari kami menurut syariat Allah, semoga mendapat bekalan pahala berterusan. InsyaAllah

Dari Abu Hurairah r.a., bahawa Rasulullah saw. bersabda: "Waktu seseorang sedang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul di kepalanya. Untuk setiap simpul ia mengatakan" 'Tidurlah engkau sepanjang malam.' Ketika dia terbangun, lalu dia menyebut nama Allah, maka lepaslah satu simpul. Jika dia berwuduk, lepas pulalah satu simpul. Dan jika dia solat, terbukalah seluruh simpul. Maka waktu bangun pagi ia akan merasa penuh semangat dengan badan yang segar bugar. Jika tidak, dia akan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan malas - Sahih Bukhari (J2: HN0599)
--------------------------------------------------------------------------------------------------

Subuh di UK ni berlainan masa, mengikut musim, paling ekstrem, dimusim panas, subuhnya pukul 1.24 pagi dan dan shuruqnya pukul 4.30 pagi, dan di musim sejuk pula, subuhnya bermula sekitar 6.59 pagi dan shuruqnya sekitar 8.24 pagi. Mengejutkan anak untuk subuh adalah satu mujahadah, bukan setakat anak-anak, untuk ummi dan abah juga satu mujahadah.

Ummi teringat satu hadis berkenaan subuh, dan ummi ceritakan pada kalian di satu malam semasa kita berehat-rehat.

"Nak dengar cerita tak pasal 3 simpulan dan waktu subuh. Ini nabi cerita, waktu kita tidur syaitan akan buat simpulan dikepala kita, so that, kita akan terus tidur sepanjang malam. " Cerita ummi.

"Dia simpul macamana ummi?" Tanya Hasya.

" Dia ikat lah, mungkin urat-urat kita, sebab syaitan nie bergerak dalam urat saraf kita, salur darah kita, so dia ikat 3 simpulan. Kita tak adalah nampak, dan kita tak lah rasa macam sakit kena ikat dengan tali, tapi dia akan buat kita rasa malas dan mengantuk sangat." terang ummi pada soalan anak. Dalam hati ummi, kena cepat bercerita ni, kalau tidak akan timbul soalan lain yang tidak berkaitan dengan tujuan cerita, dan ummi akan 'end up' kena tangguh cerita ini dan kena pergi cari bahan bacaan lain untuk menjawab soalan anak-anak yang banyak bertanya.

"So, nabi kata lagi, kalau kita bangun dan sebut nama Allah, satu simpulan akan terbuka, kita sebut nama Allah kan dalam doa bangun tidur?" Tanya ummi, dan anak-anak mengiyakan.

"Lepas tu kita pergi ambil wudhu', satu simpulan lagi terbuka, then kita solat, satu simpulan lagi terbuka, habislah terbuka semua simpulan, kalahlah syaitan. Kita menang dalam melawan syaitan." Cerita ummi.

"Nabi kata, bila kita bagun sebut nama Allah, ambil wudhu' dan solat, badan kita akan segar dan bersemangat, fresh aja, sebab kita dah buka semua simpulan yang syaitan buat, tapi kalau kita tak bangun subuh, means that, kita bangun tak ambil wudhu' dan solat, walaupun bangun baca doa bangun tidur," still ada simpulan tak buka kan, so kita akan jadi malas dan rasa tak fresh, on top of that syaitan dah menang satu, kita tak nak bagi syaitan menang kan?" panjang penerangan ummi. Dan anak-anak mengangguk.

"Ummi, nanti ummi kejut Hafiy tau, kejut Hafiy sampai bangun tau,"pesan Hafiy, dan anak-anak yang lain juga,

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selepas dari cerita kita ini, Alhamdulillah, sessi mengejutkan anak-anak untuk subuh, menjadi semakin mudah. Kalau kelihatan anak-anak sukar untuk bangun, ummi pasti mengingatkan tentang 3 simpulan. Dan Alhamdulillah, Hafiy yang masih kecil itu pun pantas membuka mata.
Tapi teknik yang digunakan adalah memotivasikan, bukan menakut-nakutkan. InsyaAllah.

"Hafiy, bangun yer nak. Hafiy nak menangkan, Hafiy nak win kan, so Hafiy kena bangun, baca doa bangun tidur, so nanti satu simpulan dah buka," Kejut ummi, Alhamdulillah setakat hari ini, berkesan teknik ini. Bila anak-anak bangun. Ummi atau abah akan bersorak kecil.

"Yeahh, Hafiy/Hasya/Humaira menang, satu simpulan dah buka,"

Selepas itu anak-anak menjadi bersemangat untuk pergi mengambil wudhu' dan solat subuh. Alhamdulillah.

Tinggal sekarang ummi dan abah harus terus bermujahadah mengejutkan anak untuk subuh, supaya perasaan kasihan untuk membangunkan anak disebabkan waktu terlalu awal, tidak ada dalam hati. Lebih kasihan kalau anak-anak tidak terlatih bangun solat. Allah tunjukkanlah jalan yang benar dan ilhamkanlah kami cara-cara yang benar menurut kehendakMU dalam mendidik anak-anak kami menjadi mujahid dan mujahidah sejati.

Wednesday, 5 January 2011

Blossoms Memory - Roti dan rumput


Assalamualaikum wbt, anak-anak yang ummi dan abah rindui selalu. Walau terpisah berselang masa, tidak berpisah berselang jarak, namun hati yang terikat kan selalu teringat. Anak-anak ummi dan abah, dalamilah maksud pesanan luqmanul hakim seperti yang diceritakan oleh Allah dalam qalamNya. (31:17 - 31:18), pesanan ummi juga untuk anak-anak kesayangan kami.

31:17
"Wahai anak kesayanganku, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya.

31:18
"Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

"Ummi, Hafiy dah tak nak makan ... ," Rungut Hafiy, bila disuapkan nasi, suapan yang ke-3 sudah merungut tak nak makan nasi.

"Ummi Hasya dah kenyang la.. , " Nasi ada tinggal beberapa suap berbaki.

"Kakak pun rasa macam dan full...," Mata melekap ke kaca TV, nasi dan lauk masih ada sedikit bersisa.

"Makanlah sayang, makan sorang sikit lagi, Tak baik tau tak habiskan nasi, nanti nasi nie menangis, kesian dia," Pujukan pertama menggunakan pendekatan yang digunakan oleh tok mak dulu.

Bagi ummi, orang tua-tua dulu banyak cara yang indah untuk memujuk, dalam pada memujuk, di tanam rasa belas kasihan, nasi juga datangnya dari Allah.

"Allah sayang orang yang tak membazir, Allah tak suka pada orang yang membazir, kita nak Allah sayangkan kita kan...?" Satu lagi teknik memberi sebab.

Seorang satu mulut nasi lagi dan lauk, perut sebenarnya belum kenyang, tapi hati mereka lebih terikat untuk tengok TV.

"Kita kena bersyukur Allah bagi kita nikmat rezeki, Allah bagi kita makanan sedap-sedap, we should say Alhamdulillah, terima kasih Allah...., kalau kita thankful to Allah, kita tak membazir makanan, kalau makan biar habis..." cerita ummi panjang lebar.

"Ummi pernah baca kat internet, ada orang di Afrika, sampai makan rumput. Sebab tempat dia tak ada makanan, di Palestin, anak-anak diorang tak cukup makanan, tak cukup vitamin, selalu sakit-sakit, sebab makanan kurang... kita kena bersyukur, thankful dan tak boleh membazir makanan. " Cerita ummi lagi.

"Jomlah kita hantar makanan kita pegi sana ummi," anak-anak pernah memberi cadangan mereka.

Ummi memang berharap dapat hantar makanan pergi sana. InsyaAllah, ada jalannya sekarang untuk membolehkan anak-anak di Palestin mendapatkan makanan ruji mereka.

Alhamdulillah, anak-anakku, kita sekarang boleh membantu melalui tabung AQSA Syarif yang akan membina kilang roti di Gaza. Ummi juga mengharapkan, rakan-rakan yang membaca blog ini untuk sama-sama menghulurkan bantuan kepada akaun yang tertera dalam gambar di bawah. InsyaAllah, inilah sekecil-kecil jihad kita....

Tuesday, 7 December 2010

Memori Hati - Ya Rasulullah, kami merindu.....

Assalamualaikum w.b.t, anak-anak permata hati ummi abah, saham negara akhirat, tiada lah perkara berguna yang ditinggalkan oleh manusia yang dapat membantu seorang hamba Allah di alam kubur dan negara akhirat, melainkan 3 perkara, Ilmu yang bermanafaat dan memberi manafaat, harta yang diinfakkan dan anak-anak yang soleh solehah yang sentiasa mendoakan. Semoga kalian sentiasa mengingati ummi abah didalam doa kalian...

Sedang ummi sibuk menyusun ayat, mencari 'flow' dalam menulis laporan kerja-kerja ummi, tiba-tiba hati seperti tenggelam dan lamunan terus datang, membawa imbauan berkelana ketanah suci Madinah. Membawa lebih dekat dengan jasad sang pembawa seruan kepada agama yang haq, ad-deen yang sebenar. Rindu, rindu untuk dekat dengan tempat persemadian sang kekasih Allah, Muhammad ibni Abdullah. Terasa hangat di dalam dada. Kembali mecari-cari cerita tentang hebatnya para sahabat mencintai rasulullah. Allah... rindu.... sungguh rindu, kembali menyeka air mata yang tumpah...

Terpempan bila terpandang satu cerita, Dalam satu pertemuan antara sahabat-sahabat dengan rasulullah, baginda telah bersabda,
" Aku tersangat rindu kepada para ikhwanku."
Dan bertanyalah sahabat baginda,
" Ya, Rasulullah, bukankah kami ini ikhwanmu? "
Rasulullah menjawab,
" Bukan, bahkan kamu adalah sahabatku, Sedangkan ikhwanku adalah orang yang beriman denganku walaupun mereka tidak pernah melihatku,"

Ingin jadi orang yang di rindui oleh Rasulullah S.A.W? Pasti semua ingin menjadi yang di rindui oleh kekasih Allah....

Di dalam satu hadis sahih riwayat Muslim yang lain menyebut,

Dari Abdullah (r.a), katanya:
Datang seorang lelaki kepada Rasulullah S.A.W menyanyakan Rasulullah, "Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai seorang yang menyintai suatu kaum, sedangkan dia belum pernah bertemu dengan kaum itu?"
Rasulullah
S.A.W menjawab, " Orang itu nanti akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya itu. "

Ingin bersama-sama dengan Rasulullah di Jannah....

Semoga kita menjadi orang-orang yang menjaga sunnah dan mengamati serta mengikuti sunnah rasulullah dengan baik sehingga akhir hayat. Mengikut sunnah dengan baik adalah tanda kecintaan kita kepada kekasih Allah. Rasulullah menyatakan rindu pada ummatnya.

Biarlah kita menjadi al-ghuraba', asal Al-Quran dan As-Sunnah itu pegangan hidup kita. Ummi juga masih bertatih, masih belajar, masih jauh lagi dan terlalu luas ilmu ini harus ummi dan abah cari dan gali. Semoga Allah menunjukkan kepada ummi dan abah, anak-anak dan kita semua jalan yang benar dan lurus dalam, jalan orang-orang yang Allah kurnia nikmat, bukan jalan orang-orang yang Allah murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat. Aameeen...


Monday, 13 September 2010

Blossoms Memory - Doa Syawal Hasya

Solat Eidul Fitri di Grand Mosque (Humaira, Nabila dan Hasya) (pics credit to auntie ila-amin)




Assalamualaikum anak-anak yang soleh dan solehah,

Alhamdulillah ramadhan ini dapat di lalui dengan jayanya buat anak-anak. Ummi sangat bersyukur. Semoga pelajaran sabar, bertolak ansur, menghargai dan bersyukur yang anak-anak raih dalam 'sekolah ramadhan' yang lalu akan terus kekal dalam diri anak-anak.

Banyak cerita syawal kita, InsyaAllah kalau ummi berkesempatan, akan ummi coretkan buat kenangan anak-anak. Insya-Allah.

Yang terkesan, sehari sebelum syawal di Malaysia, kita kehilangan tok chaq yang kembali ke rahmatullah. Petang khamis, dan dikebumikan malam itu juga. Mak cik dan mak teh bertindak menjadi anak perempuan yang tidak pernah dimiliki oleh tok chaq. Mereka membantu memandikan, mengafankan dan menyempurnakan jenazah sebelum dikebumikan. Mereka bersyukur dikurniakan kesempatan untuk berbakti buat kali terakhir untuk tok chaq. Tok Mak sangat bersedih, kakak yang tinggal bersama tok mak hampir dua tahun, tidak dapat tok mak temui lagi sekembali ke Malaysia nanti. Hanya bacaan yassin dan tahlil dapat kita hadiahkan dari kejauhan. Terima kasih tidak terhingga buat sahabat-sahabat yang sudi hadir ke majlis Yassin dan tahlil. Maaf kami pohon, buat sahabat yang lain, kekangan masa dan ruang rumah yang sempit, alasannya.

Ummi masih ingat kita bercerita tentang kematian, anak-anak bertanya, 'orang yang tua sahaja ka yang boleh meninggal dunia?'

Jawapan ummi, 'Meninggal dunia ni boleh bila-bila masa saja, muda, baby, dewasa, kanak-kanak,' Bila sudah ditentukan masanya Allah akan ambil nyawa manusia.

Anak-anak diam saja. Semoga faham hendaknya

--------------------------------------------------------------------------------------------------

both piccas are credit to Lensa Hanim Awang - like her on fb if you like her work

2 hari anak-anak banyak menghabiskan masa di luar rumah, cuaca sekarang sudah semakin dingin, tapi anak-anak masih dengan baju yang selapis, tebal sungguh kulit ya.

Semalam, selesai majlis raya dari rumah sahabat ummi abah, Hasya kelihatan seperti kesejukan. 2 mangkuk ABC mungkin penangannya. Sampai dirumah, Hasya terus naik ke bilik bersama tok mak. Sekarang Hasya tidur sebilik dengan tok mak, Hasya kata Hasya nak teman tok mak sebab mak cik dah balik Malaysia. Good Girl Hasya ni.

Pagi tadi masa bersahur, tok mak bagitau ummi dan abah, yang Hasya tak boleh tidur malam tadi, hidung Hasya tersumbat dan Hasya beberapa kali terjaga dan menangis kecil. Badan Hasya juga seperti suam-suam.

Ummi terus kebilik dan memeriksa suhu badan Hasya. Hasya demam sedikit. Hasya tersedar dari tidur, mungkin disebabkan tangan ummi yang sejuk. Hasya sekali lagi merungut tentang hidung yang tersumbat, abah bawa naik 'Calpol' , paracetamol untul anak-anak, untuk Hasya. Kemudian ummi ajak Hasya tidur dengan ummi, Hasya tetap ingin tidur dengan tok mak.

Pagi ini semasa ummi, abah, kakak dan adik bersiap untuk ke sekolah, tok mak bercerita.

"Lepas bagi makan ubat Hasya semalam, dia tak boleh tidur jugak, dia tanya why ummi wake her up, now she cannot sleep anymore,"

"mak katalah, ummi nak check Hasya demam ka dak, pastu Hasya terjaga,"

"oooooo," jawab Hasya.

"Tok mak, Hasya tak boleh tidur ni, Hasya nak doalah tok mak," Kata Hasya.

"Doalah," Jawab tok mak.

" Ya Allah, hidup dan matiku hanya untuk Mu," Doa Hasya....... Ummi tak pasti, samada Hasya mengerti maksud doa Hasya itu sendiri. Tapi Ummi tetap mengaminkannya.

Ya Allah, syahdu pulak ummi rasa. Aameeen.... Semoga Allah memakbulkannya anakku.... Aameeen.....

Ummi dan abah perlu gigih menanam benih-benih dan membaja taman Addin., agama Allah ini dalam jiwa anak-anak.

Dan anakku, ummi berharap bila kisah ini kalian lawati lagi dimasa depan, ingatlah bukan sahaja kalian pernah berjanji di alam roh yang kita ini hamba Allah, dan hanya Allah sahaja kita sembah, dan setiap perintah Allah akan kita turuti, larangan Allah akan kita jauhi, tetapi juga pernah berdoa disaat diri masih putih bersih, yang hidup dan mati ini hanyalah untuk Allah sahaja.



Tuesday, 3 August 2010

Blossoms Memory - Hafiy dan dukung

(credit to Lensa Hanim Awang)

Hafiy Addin Bin Hizamel, dalam usia 4 tahun 4 bulan Alhamdulillah seperti anak-anak seusia yang lain. Cheeky dan sangat spontaneous. Pada umur ini, banyak akal yang Hafiy tunjukkan. Mulut petah berbicara, walau patah-patah kata ada yang belum betul sebutannya.

Hari Minggu yang lalu, kita sekeluarga menghantar mak cik arita ke lapangan terbang. Selepas sebulan sampailah masa mak cik untuk pulang ketanah air dan pulang ke Singapura untuk meneruskan baki pengajiannya.

Selesai urusan ummi, tok mak dan kakak-kakak di bilik rehat, ummi pergi mendapatkan Hafiy dan abah yang setia menunggu berdekatan kedai dilapangan terbang itu. Berdukung lagi Hafiy Addin.

"Sayang, Hafiy suruh abang dukung dia, tahu tak dia kata apa?" Cerita abah.

"Abah, abah dukung lah Hafiy, pleaseeeee" Pinta Hafiy.

Dan abah terus dukung Hafiy. Sejurus itu juga, Hafiy berkata

"Abah dukung Hafiy, nanti bila abah dah tua Hafiy dukung abah pulak, ok," Mulut yang manis..... aameeen...

Bila Hafiy dengar abah bercerita dengan ummi, Hafiy pun terus cakap,

"Bila ummi dengan abah dah tua, Hafiy dukung ummi dan abah, ok"....

Aameeen Ya Rabb.... semoga kata-kata anak kecil ini menjadi doa.

Tika itu duhai anak.. teringat-ingat ummi pada cerita-cerita teladan yang ummi baca.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Nabi Sulaiman adalah anak kepada Nabi Daud A.S. Sejak kecil lagi Nabi Sulaiman sudah pandai memberi pendapat yang adil dalam satu-satu hal. Setelah wafatnya Nabi Daud, Nabi Sulaiman membesarkan kerajaan di bawah pimpinannya. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan bersama rombongannya yang terdiri daripada manusia dan jin. Tujuannya adalah untuk melihat kebesaran Allah S.W.T.

Perjalanan mereka pun tiba di tepi laut, tiba-tiba Nabi Sulaiman terpandang suatu benda yang menakjubkan di dalam laut. Dia memerintahkan pada jin Ifrit, “Wahai Ifrit, cuba kamu lihat ke dalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, oleh itu kamu bawakan ia kemari”. Jin Ifrit yang sememangnya gagah tak banyak bercakap kerana takut akan murka Nabi Sulaiman dan terus menyelam ke dasar laut, namun dia tidak berjumpa apa-apa.

Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lain menyelam untuk mendapatkan benda terbabit, namun malangnya jin tersebut pun gagal berbuat demikian. Akhirnya Nabi Sulaiman pun berkata kepada Ashif bin Barkhiya, yakni oraang yang mendapat ilmu terus dari Allah, “Sekarang aku perintahkan kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan”. Ashif bin Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang diperbuat dari kapur putih.

Dengan kekuatan yang luar biasa, Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari dasar laut dan mempersembahkan kepada Nabi Sulaiman. Apabila Nabi Sulaiman melihat kubah itu dan berkata, “Wah, alangkah indahnya benda ini, tapi mengapakah aku tidak dapat melihat isi kandungan dalam benda ini padahal Allah telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku dapat menembusi segala sesuatu”.

Nabi Sulaiman pun berdoa kepada Allah supaya dia dapat melihat isi di dalam kubah berkenaan dan Allah memperkenankan doanya. Sejurus selepas berdoa, maka terbukalah kubah tersebut dan Nabi Sulaiman melihat ada seorang pemuda yang sedang sujud dan bertasbih memuji Allah. Nabi Sulaiman lalu berkata, “Maha suci Allah lagi Maha Besar”. Mendengar seruan Nabi Sulaiman, maka pemuda itu pun bangun dari sujud lalu memberi salam.

Nabi Sulaiman menjawab salam dan memulakan pertanyaan, “Siapakah kamu wahai pemuda! Adakah kamu malaikat, jin atau pu manusia?” Jawab pemuda itu, “Aku hanyalah seorang manusia biasa”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Apakah yang membuat kamu memperolehi kemuliaan sedemikian rupa? Apakah amal yang pernah engkau kamu lakukan sehingga Allah menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?” Pemuda itu berkata, “Saya berbakti kepada kedua ayah dan ibuku”.

Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Bagaimanakah kamu berbakti kepada orang tuamu?” Jawab pemuda itu, “Saya memelihara mereka berdua sehingga mereka lanjut usia. Kedua ayah dan ibuku adalah orang yang soleh, mereka sangat takut dan taat kepada Allah. Sejak saya kecil hingga dewasa, mereka memelihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya agar saya menjadi seorang yang soleh. Bapa saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta matanya buta dan kakinya lumpuh”.

Sambung pemuda itu lagi, “Saya satu-satunya orang yang merawat dan menguruskan keperluannya. Saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. Segala urusan makan dan minum saya uruskan dan saylah yang menyuap makanan padanya. Ibu saya selalu mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan di dunia atau pun di langit. Setelah ibu saya wafat, saya berjalan-jalan di tepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. Saya mendekati kubat tersebut dan pintu kubah terbuka. Apabila saya masuk ke dalam, pintu kubah ini tertutup, maka tidaklah saya ketahui sama ada saya berada di bumi atau langit”.

Nabi Sulaiman bertanya, “Kamu hidup di zaman mana?” Pemuda itu menjawab, “Saya hidup di zaman Nabi Ibrahim A.S”. Nabi Sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut dan dalam kiraannya umur pemuda itu telah mencapai 14,000 tahun, tetapi tiada satu uban pun pada rambutnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya, “Apakah tuan merasakan nikmat Allah? Bagaimana Allah memberikan rezeki padamu dalam kubah ini?” Pemuda itu berkata, “Setelah saya berada di dalam kubah ini, maka tahulah saya bahawa Allah telah menciptakan syurga khusus buat saya”.

Nabi Sulaiman teringin sangat melihat syurga yang pemuda itu katakan. Kemudian pemuda itu pun berdoa kepada Allah lalu susana di dalam kubah yang gelap tiba-tiba bertukar menjadi terang-benderang. Terkejut Nabi Sulaiman sambil berkata, “Maha suci Allah seru sekian alam”. Satu pemandangan yang tak ada di dunia ini terpampang di hadapan Nabi Sulaiman dan rombongannya di mana terdapat pokok-pokok, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta suara-suara yang merdu di dalamnya.

Pemuda itu berkata, “Jika saya lapar, saya makan bermacam-macam buah-buahan yang pelbagai macam cita rasa, semua makanan yang saya ingin akan tersedia dan kalau saya haus, akan tersedia pula bermacam-macam jenis minuman yang paling lazat”. Nabi Sulaiman bertanya lagi, “bagaimana kamu dapat mengetahui siang atau malam?” Jawab pemuda itu, “Apabila terbit fajar maka kubah ini akan menjadi putih dan apabila matahi terbenam kubah ini akan menjadi gelap”. Kata pemuda itu lagi, “Cukuplah, sebab saat ini saya harus mengadap kembali pada Allah untuk solat dan zikir, bertasbih dan mengsucikan serta memuji kebesaranNya”.

Nabi Sulaiman dan rombongannya segera keluar dari kubah tersebut dan pemuda itu berdoa kepada Allah, lalu tertutuplah kembali kubah itu. Nabi Sulaiman termenung sejenak memikirkan peristiwa yang dilihatnya sebentar tadi dan mengarahkan Ashif bin Barkhiya untuk membawa kubah tersebut kembali ke dalam laut di tempat asalnya. Setelah itu Nabi Sulaiman berkata kepada rombongannya, “Untuk pertama kali aku menjumpai tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, aku bersyukur kepada Allah dan semoga bertambah iman dalam sanubariku. Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan aku bersaksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan apa pun di dunia ini melainkan dengan kehendak Allah S.W.T”.

Sumber: Himpunan kisah-kisah teladan

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai ibubapa, ummi dan abah akan terus-terusan berdoa untuk kebaikan kalian zuriat-zuriat kami, saham di negeri akhirat. Dan bila tiba masanya anak, berdoalah kalian untuk keturunan kita semuanya.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا

أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Maksudnya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepadaMU dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepadaMU.” (Al-Baqarah : 128)


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ

سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (Ali-Imran : 38)


رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ

أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَِ

Maksudnya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim : 35)


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim : 40)


رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ

يَقُومُ الْحِسَابُ

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrahim : 41)


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ

أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Bermaksud: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan : 74)


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي

أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ

صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Bermaksud: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaf : 15)

(sumber salinan doa)



LinkWithin

Related Posts with Thumbnails