Friday, 24 June 2011

Blossoms Memory - Mintalah yang baik dari Allah...


Assalamua'alaikum anak-anak kecintaan ummi dan abah, cahayamata, dambaan kalbu. Setiap saat hanya kalian yang kami fikirkan, amanah Allah paling besar untuk ummi dan abah. Benarkah apa yang kami didik? Mencukupikan pengisian yang ummi dan abah berikan untuk kalian mencintai Allah, mencintai rasulullah? Sudahkah kami sediakan kalian untuk persediaan negeri yang kekal abadi? Terlalu banyak persoalan.

Lahirnya anak itu fitrahnya suci murni, putih bersih, ibubapalah yang mencorakkan mereka samada menjadi nasrani, majusi atau yahudi. Yang pastinya, hanya ada satu sahaja jalan yang lurus iaitu menjadi seorang muslim yang sejati, dalam ertikata hakiki dan maknawi.

Semoga Allah sentiasa membantu ummi dan abah dalam mendidik kalian permata hati kami ini supaya menjadi mujahid dan mujahidah sejati, yang sentiasa dalam redha Allah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Begitu lama rasanya tidak mencoret kenangan kalian di sini, memoir untuk kalian singkap satu persatu nanti.

Alhamdulillah, lapang yang Allah izinkan buat ummi untuk seketika ini, lebih enak rasanya ummi isi dengan catatan memori kalian. Semoga ada pahala kebaikan yang ummi raih dari tulisan ini, ingatan yang hanya bukan untuk diri kalian sahaja, tapi lebih kepada mengingatkan diri ummi sendiri, selayaknya seorang insan. Yang selalunya pelupa dan sering memerlukan ingatan.

Teringat kepada gesaan Allah dalam surah Al-'Asr. Sesungguhnya, semua manusia ini dalam kerugian, kerugian bermaksud tidak beruntung untuk mendapat rahmat Allah, seterusnya tidak beruntung untuk masuk ke syurga Allah (intipati kelas tafsir Al-Quran, Ustaz Daud - tafsir ibnu Kathir, InsyaAllah ummi akan tulis satu entri untuk ini), janji Allah, manusia itu sentiasa rugi, dan dijanjikan juga, yang tidak rugi itu, atau yang beruntung itu adalah manusia yang beriman, yang beramal soleh dan mereka yang sentiasa berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran. Beruntunglah manusia yang begini, terkeluarlah kita dari kerugian. Semoga dengan tulisan kecil ini, termasuklah kita dalam golongan orang-orang yang beruntung, Insya-Allah.

Ingatkah anak-anak, aktiviti setiap habis solat kita, anak-anak akan mengambil giliran membaca doa masing-masing?

'Ya Allah, Hafiy nak baby dalam tummy ummi,' Gigih Hafiy dengan doa yang tak pernah Hafiy lupa setiap kali gilirannya berdoa. Dan kali ini Hafiy semakin bijak, bila doanya tidak kita aminkan, Hafiy mula merengek minta doanya diaminkan. Ya, Allah, semakin bijak sekarang.

'Ya Allah, bagi Hafiy, Hasya, kakak, jadi soleh, solehah, jadi good. Ya Allah, bagi ummi dan abah habis PhD berjaya (ini memang skrip untuk kalian hafal), Ya Allah bagi everybody masuk syurga ya Allah,' Doa Hafiy lagi... dan di aminkan oleh semua orang.

Tiba giliran Hasya berdoa,

'Ya Allah, ampunkan dosa Hasya, dosa kakak, dosa Hafiy, dosa ummi abah, dosa all my grandfathers and grandmothers, all my uncles and aunties, all my cousins, all my families, dan muslimin muslimat, '

'Ya Allah, bagilah all my teachers here be muslim,' tulusnya hati seorang anak yang menginginkan yang terbaik buat orang-orang yang kalian sayang. Persoalan ini selalu diajukan oleh anak-anak. Kalian mempunyai guru-guru yang baik, dan sangat kalian sayangi. Tetapi guru-guru ini bukan beragama Islam.

'Orang bukan Islam kalau dia meninggal sebelum dia jadi Islam, dia tak dapatlah masuk syurga,' Bila kalian bertanya status guru-guru kalian.

'Tapi kalau diorang masuk Islam, and dengan rahmat dan kasih sayang Allah dapatlah masuk syurga, kita pun hanya dapat masuk syurga dengan izin Allah, orang nak masuk Islam ni, hanya Allah jer yang dapat change their heart to be a muslim,' cerita ummi satu ketika dulu. Dan Hasya masih ingat dan Hasya masukkan dalam doanya. Subhanallah.

'Ya Allah, bagilah Hasya and kakak have a soleh husband when we big, let Hafiy have a solehah wife when he is big, Let us all be healthy, beriman bertakwa,' Sambung Hasya lagi. Dan kita aminkan semuanya.

'Ok, kakak punya turn pulak ok,' Kata ummi.

' Kakak punya doa, sama dengan Hasya dan Hafiy,' Kata kakak.

Sungguh anak yang bertuah. tersenyum ummi.

'Kakak, kalau 2 orang datang jumpa kakak minta sesuatu contihnya minta duitlah, seorang tu datang minta dengan merayu-rayu, bersungguh-sungguh, kemudian minta dengan sepenuh hati dengan wajah yang betul-betul nak minta dari kakak, dan seorang lagi datang kemuadian kata pada kakak, errmmm saya nak yang sama dengan dia boleh?, pada siapa yang akan kakak bagi?' Tanya ummi.

'Kakak bagi pada yang minta sungguh-sungguhlah,' Jawab kakak.

'Why?' tanya ummi.

'Because she asked nicely and properly and really mean it, the other one doesn't seems to be serious about it,' Jawab kakak.

'So what do you think about your doa, is it a nice way to ask Allah for something, by just saying, ya Allah I want the same as Hasya and Hafiy. Yes, Allah knows everything. Even you didn't say it Allah knows what is in your heart, but asking from Allah need to have a good manners to it isn't it. Even we don't like people asking with no manners, kan?' Panjang ummi memberi sebab kepada kenyataan ini.

'You can berdoa to Allah anytime, talk to Allah, but in a good manners, beradab, OK'. tegas ummi lagi.

Dan Alhamdulillah, nampaknya anak-anak ini perlu sentiasa diberi 'reasoning' untuk setiap perkara.

--------------------------------------------------------------------------------------------
Check point untuk diri sendiri: Ya Allah, adakah diriku ini sudah cukup beradab bila memohon sesuatu dariMU? Ya Allah, Ilhamkanlah jalan terbaik dan tunjukilah jalan yang benar lagi lurus ya Allah.

4 comments:

[amiza malik] said...

umi sangat sweet entri ni, sangat sweet baca cara umi didik anak2. may allah bless u.

p/s: dgr byk sgt cite pasal umi dari thia. inspired to meet such a great person like u one day.

melatiblossoms said...

Allahurabbi, sesungguhnya semua ilham dan semua yang baik itu milik Allah dan datangnya dari Allah jua,

semua memoir ini sungguh buat anak-anak supaya mereka terus ingat saat diri mereka diselubungi fitrah, andai ummi tiada dikalangan mereka untuk bercerita, mereka tetap ada tulisan ummi mereka untuk mengingatkan mereka. InsyaAllah.

Dan andai ada tulisan ini yang dapat buat tauladan dan sempadan untuk yang lain, ummi mengharapkan semoga Allah mengganjarkan kita dengan pahala kebajikan InsyAllah.

ummi juga selalu baca tentang amiza (ayu kan) dari blog thia dan fb thia, kadang2 singgah di blog anda. Magika alam maya, yang kalau di manafaatkan semakin terselah magika nya. Ukhwah fillah InsyaAllah. :)

empat said...

tertarik dgn kakak yg berdoa.. nasihat ummi utk kakak sgt baik.. namun dari sudut pandang yang lain, mengingatkan kita ttg doa abu hurairah..

Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika, dia, Abu Hurairah, dan seorang sahabat lainnya berdoa dan berzikir di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah SAW mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berzikir. Rasulullah berkata, “Ulangi doa dan zikir yang kalian baca!” Zaid bin Tsabit dan sahabat yang seorang lagi berdoa. Rasulullah mengaminkan doa mereka berdua.

Lalu Abu Hurairah berdoa, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kedua sahabatku ini. Dan aku memohon kepadaMu ilmu yang tak dapat aku lupakan.” Rasulullah SAW mengaminkan doa Abu Hurairah. Zaid dan seorang sahabat yang lain berkata, “Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang yang tak dapat kami lupakan.” Rasulullah berkata, “Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah).”

melatiblossoms said...

Salam 'empat',

terima kasih atas pencerahan yang diberikan, Alhamdulillah ummi mendapat ilmu yang baru dari komen anda.

Jazakallahu khayran katheera...

:)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails